Bahasa | English


FLORA FAUNA

Anugerah dari Hutan Indonesia

24 October 2018, 17:57 WIB

Hutan Indonesia terluas ketiga di dunia. Diyakini, kekayaan flora dan fauna pun tersimpan di pelukan areal 82 hektar luas daratan yang masih tertutup pepohonan tersebut.

 


Anugerah dari Hutan Indonesia (Sumber foto: Antara Foto)

Hutan adalah paru-paru dunia. Sebab, hutan memiliki berbagai jenis pepohonan dan tumbuhan yang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Selain itu, hutan juga sebagai tempat tinggal berbagai macam hewan, hutan bisa mengatur tata air, bahkan akar-akar pohon dapat mengikat tanah dan menyerap air untuk mencegah banjir.

Indonesia memiliki hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia, mencakup hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan Kalimantan dan Papua. Menurut data Forest Watch Indonesia (FWI) pada 2013, ada sebanyak 82 hektar luas daratan Indonesia yang masih tertutup oleh hutan.

Hutan di Indonesia umumnya adalah jenis hutan hujan tropis yang merupakan hutan dengan pohon-pohon tinggi dan iklim yang hangat. Selain itu, hutan hujan tropis biasanya memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki musim kering yang pendek, yaitu lebih dari 1200 mm per tahun.

Persebaran hutan hujan tropis di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu hutan hujan tropis wilayah barat, hutan hujan tropis wilayah timur, dan hutan hujan tropis wilayah peralihan. Wilayah-wilayah tersebut memiliki karakteristik masing-masing.

Hutan hujan di wilayah barat mencakup Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa, dengan spesies pohon dominan family Dipterocarpaceae. Di wilayah timur ada pulau-pulau yang dulu pernah tergabung dengan benua Australia, yaitu Papua, Maluku, serta pulau-pulau kecil sekitarnya, dengan dominan famili Myrtaceae dan Araucariaceae.

Sedangkan di wilayah peralihan merupakan perpaduan dari wilayah barat yang dipengaruhi Asia dan wilayah timur yang dipengaruhi Australia, famili yang dominan di wilayah ini yaitu Verbenaceae, Myrtaceae, dan Araucariaceae.

Hutan hujan tropis terletak pada garis khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan. Namun berdasarkan beberapa penelitian, hutan hujan tropis berkonsentrasi pada koordinator 10 derajat Lintang Utara sampai dengan 10 derajat Lintang Selatan.

Melihat titik posisi berdasarkan garis lintang, wilayah Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan hujan tropis di wilayah Asia Tenggara, selain Malaysia dan Thailand. Indonesia menjadi salah satu negara di wilayah khatulistiwa yang sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan berbagai flora dan fauna.

Di Indonesia, hutan hujan tropis adalah hutan yang paling luas dan banyak ditemukan. Hutan hujan tropis di Indonesia juga menyimpan beragam jenis flora dan fauna, hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat keragaman flora fauna yang tinggi di dunia.

Keberagaman flora dan fauna di Indonesia jauh lebih tinggi dibanding Amerika Selatan dan Afrika yang memiliki iklim tropis. Flora dan fauna yang beragam dipengaruhi oleh banyak faktor fisik, yaitu curah hujan, garis lintang, dan ketinggian.

Jenis flora di Indonesia kurang lebih sebanyak 25.000 jenis atau lebih dari 10% jenis tumbuhan di seluruh dunia. Tidak kurang dari 40% lumut dan ganggang merupakan jenis endemik atau jenis tumbuhan asli yang hanya ada di Indonesia, dengan total jumlah marga endemik di Indonesia 202 jenis, 59 di antaranya telah tersebar di wilayah Kalimantan.

Di hutan hujan tropis Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan, dari pohon, perdu, rumput, bahkan parasit, dan tumbuhan anggrek (orchidaceae) merupakan jenis terbesar penyebarannya. Sekitar 6.000 spesies tumbuhan jenis flora di Indonesia. Hutan Indonesia juga turut dihuni oleh kerabat liar buah-buahan seperti durian hutan dan rambutan hutan.

Sedangkan untuk jenis persebaran fauna di Indonesia dapat dilihat dari jenisnya, yaitu mammalia (hewan menyusui) yang lebih dari 500 jenis, pisces (ikan) lebih dari 4.000 jenis, aves (burung) lebih dari 1.600 jenis, reptilia dan Amphibi lebih dari 1.000 jenis, lalu jenis insecta (serangga) ada lebih dari 200.000 jenis.

Persebaran fauna Indonesia terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu fauna Asiatis yang meliputi Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali (bagian barat), fauna Australis meliputi wilayah Papua dan Kepulauan Aru (bagian timur), dan fauna Peralihan meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Karakteristik fauna di Asiatis adalah banyak terdapat jenis hewan menyusui (mammalia) berukuran besar, berbagai macam kera dan juga ikan air tawar. Jenis fauna yang ditemukan yaitu monyet proboscis, orang utan, badak bercula satu, beruang matahari, babi hutan, bebek pohon, burung heron, gajah, dan juga burung merak. Pada wilayah fauna Asiatis jarang ditemukan jenis burung yang berwarna.

Sedangkan karakteristik fauna Australis adalah banyaknya jenis mammalia berukuran kecil dan jenis hewan berkantung, tidak ada jenis kera, sedikit jenis ikan air tawar, dan banyak jenis burung berwarna. Antara lain, kanguru pohon, kuskus bertutul, landak pemakan semut, walabi, burung kasuari, burung cendrawasih, burung betet, burung pelican Australia, burung merpati mahkota, dan burung kakatua.

Fauna peralihan memiliki karakteristik jenis hewan yang mirip dengan Asiatis dan Australis. Contoh jenis fauna di wilayah ini biasanya babi rusa, beruang, kuskus, anpa, kuda, kuskus kerdil, dan komodo.

 

Sumber: https://books.google.co.id/books?id=Yg2nkcSqNSQC&pg=PA149&dq=fauna+australis+di+indonesia&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwi0lJSYkJ7eAhWEfSsKHa2lDzQQ6AEIKTAA#v=onepage&q=fauna%20australis%20di%20indonesia&f=false

http://loronghutan.blogspot.com/2016/12/wilayah-persebaran-hutan-hujan-tropis.html

Ragam Terpopuler
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...
Bajau dalam Satu Tarikan Nafas
Guillaume yang berpakaian selam hasil teknologi maju seperti sesosok "alien" di antara dua pemuda yang menyelam hanya bercelana pendek tanpa baju. ...
Untung Surapati, antara Cinta dan Tragedi
Ada cinta sejati terpatri sangat kuat, juga kisah tragis mengharu biru. Selain heroisme, cinta, dan tragedi inilah tampaknya membuat kisah Untung Surapati melegenda dan sekaligus lekat di hati masyara...
Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi
Bila kebetulan berada di Jawa Timur bagian Timur, mampirlah ke destinasi wisata favorit Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Di sana selain bisa berekreasi dengan berbagai wahana edukasi, kita ...
Kawin Antarbangsa
Sekalipun seorang bumiputera yaitu Untung Surapati dijadikan sebagai pelaku utama dalam romannya, Dari Boedak Sampe Djadi Radja, sayangnya pilihan judul itu terkesan menyempitkan makna akan kisah Sura...
Rekayasa Air, Kunci Kejayaan Kahuripan
Begitu pembangunan infrastruktur fisik selesai, Airlangga melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur kerohanian masyarakat Kahuripan. ...
Di Kaltim Ada Juga Akar Bajakah Penyembuh Kanker Payudara
Etnis Dayak di Pulau Kalimantan menyebut pohon ini dengan nama bajakah. Pohon bajakah tumbuh di seluruh hutan di Pulau Kalimantan (Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kalut, dan Kaltim). Bajakah ternyata ju...
Kemanusiaan di dalam Gerak; Ketika Suprapto Telah Berhenti
Sepanjang karirnya yang membentang sejak paruh akhir 60-an, Suprapto menekuni jalan kemanusiaannya dengan menekuni apa yang dia suka. Seperti orang yang jatuh cinta dengan tubuhnya, Suprapto terus men...
Sejarah Rekayasa Air dalam Prasasti Tugu
Catatan paling tua dia dapatkan dalam inskripsi yang terdapat pada Prasasti Tugu. Prasasti ini menurut para arkeolog berasal dari sekitar abad ke-5 Masehi. ...
Sang Legenda Jawa
Kata ‘surapati’, baik dalam bahasa Jawa Kuno maupun Jawa Baru, memiliki makna ‘raja dewa’. Bermaksud mengabadikan nama legendaris ini, Taman Burgemeester Bisschopplein&nbs...