Bahasa | English


REMPAH-REMPAH

Kencur Tanaman Rempah Yang Kaya Manfaat

26 August 2019, 01:21 WIB

Kencur (Kaempferia galangal L.) merupakan tanaman tropis yang tumbuh dengan subur di berbagai pelosok daerah di Indonesia, baik sebagai tanaman yang dipelihara maupun dibudidayakan. Kencur juga banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional dan sebagai bumbu penyedap masakan. Bagian dari tanaman ini yang biasanya diperjualbelikan adalah bagian buah akar yang tumbuh di bawah tanah dan disebut sebagai rimpang kencur atau rizoma. 


Kencur Tanaman Rempah Yang Kaya Manfaat Tumbuhan Kencur. Foto: Istimewa

Penduduk di Asia Tenggara pada umumnya dan kita yang hidup di Indonesia pada khususnya, pasti telah mengenal tumbuhan herbal kencur.Tumbuhan yang kebanyakan ditanam di musim hujan ini sangat dikenal luas di masyarakat baik sebagai bumbu masakan yang memberi cita rasa khas dan sekaligus dapat digunakan sebagai obat yang bisa menyembuhkan bermacam penyakit. 

Di dalam dunia kuliner, kencur banyak digunakan untuk memperkaya cita rasa berbagai masakan. Karena rasanya yang segar dan aromanya yang khas, kencur sering digunakan sebagai campuran bumbu berbagai masakan seperti: sambal oncom, urap, rempeyek, bumbu pecel, seblak, serta aneka sayuran berkuah. Bahkan kencur yang masih muda juga bisa dijadikan lalapan dan disukai oleh banyak orang. 

 Kencur Sebagai Penyedap Masakan

Jika hendak membeli kencur untuk memasak, maka harus diperhatikan cara memilihnya. Tentu saja kita harus memilih kencur yang segar dan berkualitas baik untuk menambah cita rasa dari masakan yang akan dibuat.

Bagaimana memilih kencur yang baik? Cirinya ambil kencur yang mulus dan tidak berbercak serta tidak ada bagian yang busuk. Jika ditekan, rasanya akan padat dan keras. Kencur yang sudah tidak segar lagi akan terlihat berkeriput serta agak lembek jika ditekan. Sebagai salah satu bumbu masak, kencur banyak dijual di pasar-pasar tradisional dan modern. Biasanya kencur yang diperjualbelikan sudah dibersihkan dari tanah dan dijual tanpa dimasukkan ke dalam plastik sehingga pembeli dapat memilihnya satu per satu dengan bebas. 

Sebagai penyedap masakan, setelah dibersihkan kulit kencur dikupas dengan pisau dan setelah seluruhnya dikupas, buahnya yang empuk diiris-iris tipis, untuk kemudian dihaluskan dengan ulekan atau diblender. Terkadang untuk membuat bumbu hidangan tertentu, kita perlu memarutnya dengan parutan tradisional agar cita rasa masakan terasa lebih khas. 

Kencur akan digunakan seperlunya sebagai penambah rasa dan aroma pada masakan. Kenapa? Jika terlalu banyak digunakan maka rasa masakannya akan terasa kecut dan pahit. Gunakan seperlunya agar masakan kita mendapatkan cita rasa maksimal yang istimewa. 

Biasanya karena digunakan seperlunya maka akan ada sisa dari kencur yang tidak kita gunakan saat memasak. Kencur yang tersisa ini dapat disimpan dengan cara membungkusnya dengan kertas kemudian masukkan ke dalam plastik. Dengan cara seperti ini, kencur yang disimpan akan awet hingga dua minggu lamanya. Karena penggunaan kencur memang biasanya tidak terlalu banyak, maka cukup beli sedikit saja, sehingga saat digunakan, ia masih dalam kondisi segar. 

Kencur Sebagai Obat Tradisional

Ibu rumah tangga zaman dulu, umumnya tahu jika anaknya merasa tidak nyaman karena kembung, ia akan menumbuk kencur untuk kemudian dikunyah oleh anaknya. Hal-hal seperti inilah yang menjadikan kencur sebagai tanaman yang bukan saja bisa memberi manfaat pada cita rasa makanan tapi juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit ringan sehari-hari. 

Di Indonesia kencur digunakan sebagai salah satu bahan jamu yang sudah sangat popular. Yaitu, jamu beras kencur yang berkhasiat untuk menambah daya tahan tubuh, menghilangkan masuk angin serta bisa merevitalisasi tubuh dari kelelahan. Sementara jika dicampur dengan minyak kelapa dapat digunakan untuk mengurut kaki yang keseleo atau mengencangkan urat kaki. 

Manfaat kencur sebagai bahan pengobatan adalah untuk relaksasi. Ekstrak kencur bisa memberikan efek yang menenangkan lalu aromanya yang khas itu bisa dijadikan sebagai aromaterapi yang juga memberi efek sedatif yang menenangkan. Karena efeknya ini, kencur juga dipercaya sebagai tumbuhan herbal yang bisa mengurangi stres hingga depresi. 

Di sisi lain, kencur setelah diolah dan dijadikan jamu beras kencur yang dicampur dengan beras, gula merah, dan asam jawa, bisa bermanfaat untuk menambah nafsu makan terutama bagi anak-anak yang susah makan. Bukan hanya sebagai herbal penambah nafsu makan, kencur pun dipercaya bisa mengobati penyakit maag serta radang lambung dengan mengonsumsinya mentah setelah diiris tipis. 

Mempunyai sifat anti inflamasi, membuat kencur dapat digunakan sebagai obat anti radang dan juga anti nyeri. Jika terjadi pembengkakan, demam, rematik, sakit gigi, nyeri sendi, nyeri otot, perut, dan sakit kepala, kencur dapat digunakan dengan cara mengonsumsinya langsung atau dengan menggunakan minyak dan mengurutnya untuk kasus nyeri otot. 

Jika kita mengalami batuk berdahak, campuran kencur dan garam bisa digunakan sebagai pereda dahak kita. Di sisi lain, kencur juga banyak digunakan oleh para penyanyi untuk menjaga tenggorokan dan pita suara supaya tetap sehat. 

Tanaman ini juga dipercaya mampu untuk mengontrol minyak yang berlebih, menghaluskan, serta mengencangkan kulit dengan menumbuk kencur hingga halus dan mengaplikasikannya pada kulit muka atau kulit tubuh kita. 

Di zaman lampau kencur dikonsumsi secara langsung atau lewat jamu dan obat-obatan tradisional lainnya. Kini obat tradisional ini telah diolah dalam bentuk kapsul hingga mudah dikonsumsi. Di zaman yang modern ini, kencur telah menjadi bahan baku penting di dalam industri obat-obatan dan kencantikan yang diolah dengan teknologi canggih.

Kencur mudah dibudidayakan, apakah akan dikonsumsi dengan cara tradisional atau pun praktis dengan cara modern. Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup kita sehari-hari.  (K-SB)

Komoditas
Ragam Terpopuler
PKN 2020, Perhelatan Budaya Terbesar di Dunia di Masa Pandemi
Pekan Kebudayaan Nasional 2020 adalah sebuah perhelatan kebudayaan secara daring terbesar di dunia. Sebanyak 4.791 seniman dan pekerja seni akan terlibat, menghadirkan 27 tema konferensi, 93 pergelara...
Benteng Terluas Sejagat Ada di Buton
Benteng Keraton Buton berada di atas Bukit Wolio setinggi 100 meter dari permukaan laut dan menjadi lokasi strategis untuk memantau situasi Kota Baubau dan Selat Buton. ...
Menikmati Lagi Agrowisata Sibolangit
Menggandeng sejumlah elemen masyarakat, pemerintah setempat berupaya menarik kembali minat masyarakat untuk menyambangi Sibolangit. ...
Kado Manis Abu Dhabi bagi RI
Sejak 2013, Pemerintah Abu Dhabi melakukan perubahan nama sejumlah jalan utama di Abu Dhabi dengan nama-nama pemimpin besarnya. ...
Menjaga Harmonisasi Bambu Warisan Leluhur
Penerapan konsep pelestarian lingkungan melalui kearifan lokal masyarakat di Desa Adat Penglipuran mampu melindungi ekosistem hutan bambu yang telah ada sejak ratusan tahun silam. ...
Si Upik Membantu Menyemai Awan
Fenomena La Nina akan mencapai level moderat pada Desember. Bersama angin monsun, La Nina berpotensi mendatangkan hujan badai. Bencana hidrometeorologi mengancam. ...
Sroto Sokaraja, Soto Gurih dari Bumi Ngapak
Bukan saja menjadi kuliner andalan warga Banyumas dan sekitarnya, Sroto Sokaraja bahkan kondang di antero negeri. ...
Menguji Nyali di Jeram Citarik
Mulainya musim penghujan menjadi waktu paling tepat bertualang di derasnya Citarik. Arus deras sungai ini telah diakui dunia dan mendapatkan sertifikasi dari Federasi Arung Jeram Internasional (IRF). ...
Kuau Raja, Pemilik Seratus Mata
Kuau raja jantan sempat diabadikan dalam perangko seri "Burung Indonesia: Pusaka Hutan Sumatra" pada 2009 dan menjadi maskot Hari Pers Nasional 2018. ...
Menjajal Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara
Sensasi guncangan saat berada di tengah jembatan gantung Situ Gunung membuat pengunjung perlu dibekali sabuk pengaman. ...