Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


DESA WISATA

Kasongan, Buah Tanggung Jawab Para Pemilik Tanah

Sunday, 9 December 2018

Kasongan merupakan kawasan yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Itulah sebabnya, desa gerabah ini kerap tujuan wisatawan lokal hingga mancanegara.


Kasongan, Buah Tanggung Jawab Para Pemilik Tanah Sumber foto: Antara Foto

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam objek wisata. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam, hingga desa wisata yang mempunyai kekhasan tersendiri. Semuanya layak dijadikan sebagai tujuan wisata yang wajib dikunjungi.

Salah satu desa wisata yang terkenal di Yogyakarta adalah Desa Kasongan. Lokasi tepatnya berada di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kisah terbentuknya desa itu menjadi sebuah desa wisata itu tergolong unik. Yakni, berawal dari ketakutan warga Desa Kasongan atas kemungkinan tuduhan bersalah yang dijatuhkan pemerintah Hindia Belanda.

Jadi alkisah, ketika itu Desa Kasongan merupakan kawasan persawahan milik masyarakat di Yogyakarta bagian selatan. Tetiba, di masa penjajahan Belanda, ditemukan seekor kuda yang diduga merupakan milik reserse Belanda, mati di salah satu areal persawahan milik salah satu warga Kasongan tersebut.

Khawatir dikenai tuduhan oleh pemilik kuda, warga pemilik tanah tempat ditemukan bangkai kuda itupun segera melepaskan hak kepemilikan atas tanahnya. Ternyata, langkah pemilik tanah itu diikuti oleh penduduk lain yang juga memiliki tanah di sekitar sawah tersebut.

Persoalan muncul, karena kemudian banyak penduduk Kasongan yang tidak lagi memiliki tanah dan harus menempuh berbagai cara agar bisa menafkahi keluarganya. Singkat cerita, akhirnya merekapun beralih status dari pemilik tanah menjadi perajin keramik. Dan ketekunan warga desa Kasongan membuat kerajinan keramik, boleh dikata, diwariskan sebagai keahlian turun-temurun.

Sejak 1971-1972, aktivitas di desa wisata itu mulai mengalami kemajuan yang pesat. Seorang seniman besar Yogyakarta, Sapto Hudoyo, turut berperan dalam pengembangan Kasongan dengan membina masyarakat agar lebih memberikan berbagai sentuhan seni yang memiliki nilai jual tinggi bagi desain kerajinannya. Sehingga, gerabah yang dihasilkan tidak membosankan atau monoton. Sekira 1980, kerajinan Keramik khas Kasongan mulai diperjualbelikan dalam skala besar oleh Sahid Keramik.

Kerajinan gerabah yang diproduksi dan dihasilkan Kasongan umumnya berupa guci-guci dengan berbagai motif. Yakni, motif burung merak, naga, bunga mawar, dan lainnya. Selain itu, ada juga pot berbagai ukuran, bingkai, souvenir, hiasan dinding, perabotan, dan lain-lain.

Kini tak hanya skala pengerjaannya, jenis dari produk Kasongan pun telah berkembang. Di antaranya, mulai membuat bunga tiruan dari daun pisang, topeng-topengan, perabotan bambu, dan masih banyak hasil kerajinan lainnya. Kerajinan Kasongan bukan hanya diminati masyarakat Indonesia, tapi juga diekspor hingga ke mancanegara, seperti Amerika dan Eropa.

Desa Kasongan juga sering didatangi para pelajar yang hendak mencari informasi tentang cara membuat gerabah yang baik dan benar. Di kawasan Kasongan, pembuatan gerabah biasa dilakukan secara manual. Termasuk, membuat pajangan halus, seperti guci, pot, dan jambangan.

Imajinasi yang luar biasa dari para perajin gerabah, yang dituangkan ke dalam hasil karya kerajinan yang penuh dengan keindahan membuat kawasan Kasongan memesona. Makanya mulai sekarang, “Yuk cintai hasil karya negeri sendiri, hasil karya Tanah Air Indonesia.” (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Pulau Lombok dan Islam Wetu Telu
Sekalipun keislaman Islam Wetu Telu mengklaim ajarannya bersumber pada tiga otoritas, yaitu Al Quran, Hadis dan Ijma, bicara doktrin Rukun Islam justru terlihat perbedaan implementasi antara Islam Wet...
Gabus Pucung, Si Hitam dari Betawi
Gabus pucung  adalah masakan khas Betawi yang sudah terkenal sejak dahulu kala.  Nama gabus pucung adalah gabungan dari nama ikan gabus dan pucung atau kluwek sebagai bumbunya. ...
Wisata Indonesia di Mata Dunia
Pemerintah Jokowi mendorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Singkat bagi 169 negara. Menurut UNWTO, kebijakan itu menjadikan Indonesia negara ketujuh di dunia; sekaligus negara keempat di Asia-Pasifik;...
Membangun Bersama Masyarakat Adat
Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat memberikan semangat serta optimisme bagi percepatan pembangunan di bumi Cenderawasih. Kabupaten Jayapura melaksanakannya dengan pelibatan masyarakat adat ...
Tren Positif Film Indonesia
Industri perfilman Indonesia semakin berkembang. Tren positip dan konsisten baik dari jumlah penonton maupun jumlah judul yang terdata sejak  tahun 2016-2018. ...
The Mandalika yang Mendunia
Bermaksud menggeber popularitas dan branding Mandalika sebagai destinasi tingkat dunia, Indonesia mengajukan diri sebagai fasilitator event MotoGP di 2021. Upaya mewujudkan langkah strategis itu digel...
Melihat Burung Cenderawasih dari Jarak Dekat
Di Bird Watching Isyo Hills ini, kita bisa melihat 8 jenis burung Cenderawasih dari 28 jenis Cenderawasih yang ada di Papua. Lokasinya pun tak jauh dari jalan utama Distrik Nimbokrang, Kabupaten ...
Kopi Wonogiri, Potensi Kopi Lokal Berkualitas
Yang mengejutkan, ditemukan ratusan pohon kopi jenis Liberica berusia tua yang berada di area hutan pinus Dusun Ngroto, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo pada pertengahan Februari 2019. ...
Cerita Di Balik Digitalisasi Naskah Keraton Yogyakarta
Kini projek digitalisasi naskah merupakan upaya pengembangan kekayaan naskah yang tidak ternilai harganya. Kemudahan akses teknologi digital pun membuat pengembangan lebih menjadi kian memungkinkan. ...
Makna Ritual Nyepi
“Melalui ritual catur bratha penyepian masyarakat Bali telah turut aktif dalam upaya mengurangi dampak global warming. Bagaimana tidak, sebuah kota internasional melakukan 24 jam tanpa listrik m...