Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PESONA INDONESIA

Negeri Terindah Itu Bernama Indonesia

Thursday, 2 May 2019

Kekayaan alam Indonesia yang meliputi keanekaragaman flora, fauna dan budaya asli menjadikan Indonesia dinobatkan sebagai Negeri Terindah di Dunia.


Negeri Terindah Itu Bernama Indonesia Cantiknya Alam Indonesia. Sumber foto: Pesona Indonesia

Pada 2014, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesian melaporkan hasil penemuannya bahwa ditemukan 37 spesies baru kupu-kupu, 30 spesies amfibi, 50 spesies reptil dan sejumlah spesies anggrek. Serta ada 98 spesies kumbang baru yang ditemukan di tahun tersebut yang dilansir dari EurekAlert, sebuah situs berita sain milik The American Association for the Advancement of Science (AAAS), edisi 22 Desember 2014.

Catatan tersebut menjadi alasan yang kuat, Indonesia adalah serpihan surga dengan kekayaan flora, fauna, alam dan budaya yang tak dimiliki negara lain. Tak heran, seribu satu pesona itu membuat orang terteguk takjum ketika mengunjungi Indonesia.

Indahnya Indonesia membuat sebuah laman panduan perjalanan online asal Inggris, Rough Guides Ltd, mencatatkan nama Indonesia sebagai negara yang paling cantik urutan ke-6 di dunia dari 20 negara yang dirangkum situs tersebut sebagai negara terindah di dunia. Bahkan posisi Indonesia tersebut mengalahkan Islandia dan Amerika Serikat (AS).

Peringkat tersebut ditentukan berdasarkan hasil voting atau pemilihan suara warganet dari seluruh dunia. Voting ini dilakukan Rough Guides untuk membantu wisatawan memilih tempat yang akan dikunjungi atau tempat untuk berlibur. Rough Guides merupakan media yang berpusat di London, Inggris dan telah berdiri sejak 1982.

Sementara peringkat satu ditempati oleh Skotlandia, kemudian berturut-turut di bawahnya Kanada, Selandia Baru, Italia, Afrika Selatan, Indonesia, Inggris, Islandia, Amerika Serikat (AS), Wales, Slovenia, Meksiko, India, Finlandia, Switzerland, Peru, Norwegia, Irlandia, Kroasia dan Vietnam.

Dalam situs tersebut, Indonesia menjadi negara peringkat ke-6 terindah di dunia karena dianggap memiliki kekayaan lebih dari 17 ribu pulau yang menakjubkan, ragamnya bahasa daerah yang digunakan lebih dari 500 bahasa serta eksotisme alam Pulau Bali dan Pulau Lombok dan keanekaragaman fauna di Kalimantan, salah satunya Orangutan.

Pesona Indonesia

Indonesia menempati posisi ketiga, dalam hal negara dengan keanekaragaman hayati, setelah Brazil dan Kolombia. Faktanya, dari seluruh jenis amfibi yang ada di dunia,  Indonesia memiliki 4,6 persen, 12,2 persen jenis mamalia, 7,1 persen jenis reptil, 14,1 persen jenis ikan, dan 10,9 persen jenis tumbuhan berpembuluh.

Selain itu, ragam kuliner yang memiliki cita rasa lezat lahir di sini. Dari Sabang sampai Marauke dari Miangas sampai Rote ada ribuan hingga ratusan ribu varian makanan. Dari mulai yang berkuah seperti soto, pedas berupa aneka sambal, yang segar ada asinan atau rujak, dan berbagai olahan daging seperti bakso, ayam, dan ikan. Hal itu tentu karena faktor Indonesia sebagai negara agraris dengan kekayaan tanaman perkebunan dan pertanian, salah satunya yang pernah mengubah jalur perdagangan dunia yakni komoditas rempah-rempah dan termahsyur hingga daratan Eropa.

Sebagian kecil itu menjadikan daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan mancanegara. Karena itulah, kita semestinya menjaga dan merawat Indonesia dengan sepenuh hati sebagai tanggung jawab kepada Tuhan dan meneruskan estafet kepada anak cucu sebagai bekal masa depan mereka. Karena Indonesia adalah serpihan surga yang tiada duanya. (K-ES)

Komoditas
Kuliner
Lingkungan Hidup
Sosial
Wisata
Ragam Terpopuler
Bekantan, Bertahan dari Kepunahan
Di lokasi bernama Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan yang sejak tahun 2006 wilayahnya diperluas menjadi 22 hektar, jumlah populasi bekantan tak lebih dari 30 ekor. ...
Batang Hari Sembilan: Ibu Suku dan Marga
Budaya Palembang berkembang di sepanjang Musi dan anak-anak sungainya, wilayah budaya yang disebut Batang Hari Sembilan. Budaya sungai itu melahirkan banyak suku dan marga. ...
Budhisme, antara Sriwijaya dan Borobudur
Adanya korelasi kuat dan khusus antara Buddha di Sriwijaya dan Syailendra inilah, kata kunci di balik pembangunan Borobudur. Kekayaan gabungan antara Jawa dan Sumatra inilah menurut interpretasi Berna...
Sejarah Tari Sunda dan Riwayat Pak Kayat
Saat mengiringi tari pergaulan yang populer di kalangan "Menak" (priyayi), Abah Kayat diakui keahliannya oleh Dalem Bandung. ...
Hikmah Ritual Waisak
Dalam arti keberadaan "tuhan personal" atau "tuhan anthropomorfisme" sebagai "supreme being," ajaran Buddha tidak mengandaikan makna signifikansinya bagi proses pembebasa...
Perpaduan Senam Jepang dan Pencak Silat
Gerakan senam dimulai dengan jalan di tempat diiringi musik yang serupa dengan iringan musik upacara kenegaraan. Dominasi suara "Brass Section" atau keluarga terompet menjadi ciri pembuka ya...
Perbaikan Kualitas Demokrasi
Keragaman Indonesia jelas mensyaratkan secara sine qua non hadirnya demokrasi dan pluralisme serta toleransi dalam satu tarikan nafas. Tagline Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada simbol Garuda Pan...
Kebijakan Pemindahan Ibukota, antara Ide dan Realisasi
Apakah rencana relokasi ibukota benar-benar bisa diwujudkan oleh Presiden Joko Widodo, mengingat ide ini sebenarnya telah didorong oleh beberapa presiden sebelumnya namun sebatas berakhir pada ide? Ma...
Tradisi Adu Kepala
Kita sudah tentu pernah melihat atau mengetahui yang namanya adu domba. Adu domba ini, atraksinya adalah dua domba yang saling mengadu kepalanya. Atraksi adu kepala domba ini bisa kita lihat di Kabupa...
Desa Budaya Pampang
Indonesia memiliki 34 Provinsi, dan lebih dari 500 Kabupaten Kota. Berdasarkan data, di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa. Tentunya ini tidaklah sedikit. ...