Bahasa | English


PARIWISATA

Pesona Taman Putroe Phang

27 June 2019, 00:00 WIB

Ketika masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam yang ketika itu dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, kala itu Sultan Iskandar Muda jatuh cinta terhadap Putroe Phang atau Putri Pahang yang bernama asli, Putri Kamaliah.


Pesona Taman Putroe Phang Taman Putroe Phang. Foto: Pesona Indonesia

Kecantikan dari Putri Kamaliah membuat Sultan Iskandar Muda lekas segera mempersuntingnya. Tidak hanya cantik, Putri Kamaliah juga dikenal pandai dan bijaksana, bahkan Putri Kamaliah menjadi penasehat Sultan Iskandar Muda dalam menyelesaikan sebuah masalah. Setelah beberapa lama, Putri Kamaliah tidak merasa betah tinggal di Aceh, karena merasa tidak betah di Aceh, Sultan Iskandar Muda membuatkan taman kerajaan agar sang putri merasa betah tinggal di Aceh.

Taman Putroe Phang, inilah nama taman yang dibuat oleh Tuan Iskandar Muda untuk sang Putroe Phang. Taman Putroe Phang diperkirakan dibangun pada tahun 1607 – 1636 M. Di dalam area taman terdapat bangunan – bangunan megah seperti pintu Khop. Taman kerajaan ini lokasinya sangat dekat dengan Istana Kerajaan. Dahulu, pintu Khop adalah pintu penghubung antara taman kerajaan dengan istana. Ketika itu,  melalui pintu khop ini terdapat semacam lorong bawah tanah yang menjadi jalan untuk menuju istana kerajaan.

Sejarah dan Daya Tarik Taman Putroe Phang

Berwisata sudah dijadikan sebagai gaya hidup bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menghilangkan penat. Aceh, memiliki objek wisata alternatif yang memiliki daya tarik dan pesonanya sendiri, yaitu Taman Putroe Phang. Taman ini bisa dijadikan objek alternatif  untuk menghabiskan waktu senggang. Taman yang berada di Aceh ini, terletak cukup strategis dan mudah dijangkau karena berada ditengah – tengah kota Banda Aceh Darussalam juga bersebelahan dengan kuburan prajurit belanda yang tewas di Aceh. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat berlibur, Taman Putroe Phang juga memiliki banyak sejarah menarik yang dapat dipelajari oleh para wisatawan yang berkunjung ke sini. Di sana terdapat Saksi sejarah cinta dan symbol cinta Sultan Iskandar Muda kepada ratu cantik Putri Kamaliah yang berasal dari Malaysia. Tak heran tempat ini bisa dijadikan opsi oleh para wisatawan yang hobi dan gemar untuk mempelajari sejarah.

Kisah Sejarah Cinta Sultan Iskandar Muda dan Putri Kamaliah

kembali membicarakan sejarah yang pernah ada. Sultan Iskandar Muda merupakan raja Aceh dari tahun 1607 sampai 1636 M. Pada masa kekuasaannya, ia berhasil membawa kerajaan Aceh meraih puncak kejayaanya. Saat memerintah itulah Sultan Iskandar Muda jatuh cinta kepada seorang putri dari kerajaan Pahang, Malaysia yang bernama Putri Kamaliah yang membuat Tuan Iskandar Muda mempersuntingnya.

Dikarenakan sang raja selalu sibuk, sang raja membangun sebuah taman agar sang putri tidak bosan. Taman Putroe Phang, inilah nama taman yang dipersembahkan untuk sang putri. Terdapat beberapa mata air disetiap sisi istana untuk melengkapi keindahan taman tersebut. Sebagai persembahan bukti cinta sang raja kepada sang putri terwujudlah pembangunan taman ini yang hingga saat ini banyak wisatawan yang berkunjung untuk ikut serta dalam mengabadikan peninggalan dari masa kerajaan Aceh saat dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda.

Pada zamannya, wilayah istana membentang dari gunongan hingga hingga ketempat museum Aceh. Kini, untuk berkunjung ke Taman Putroe Phang tidak dipungut biaya. Meski demikian, keadaan di taman ini tetap mengutamakan kenyamanan pengunjung dengan suasana taman yang sejuk dan ramah lingkungan. Di dalam taman ini terdapat beberapa penjual makanan yang enak. Untuk para pecinta kuliner, ada banyak pilihan jajanan khas Aceh yang bisa disantap mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Spot Foto Menarik

Ketika berwisata, para wisatawan pada umumnya ingin mencari ketenangan yang didukung dengan spot foto yang menarik. Selain kaya akan sejarah, Taman Putroe memiliki banyak spot foto yang menarik dan bagus untuk dijadikan pilihan. Ketika kita menjelajah di dalamnya, wisatawan akan menemukan lorong koridor yang unik, pintoe khop yang berkarakter, dan berbagai tanaman bunga yang terlihat indah dan segar. Ada pula dua jembatan besi yang menarik perhatian untuk dijadikan spot foto dan banyak lagi ragam jenis spot foto yang diburu oleh para wisatawan.

Fasilitas Taman Putroe Phang

Taman Putroe Phang yang terkenal dengan sejarah kisah cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putroe Phang atau Putri Kamaliah tidak hanya memberikan nilai sejarah didalamnya kepada para wisatawan, tetapi taman ini banyak memberikan fasilitas yang disediakan guna membuat para pengunjung atau wisatawan merasakan kenyamanan saat berada disini.

Fasilitas utama yang disediakan oleh taman ini tentunya lahan parker yang luas karena sifatnya taman ini yang begitu luas, ada pula toilet umum yang terjaga kebersihannya, tempat sampah di setiap sisi taman, serta tersedia tempat ibadah untuk umat muslim yang berkunjung. Keindahan taman ini dilengkapi dengan fasilitas bangku – bangku serta paying sederhana.

Tidak hanya itu, tempat bermain anak – anak juga ada disediakan yang dilengkapi dengan wahana  bermain anak – anak agar tidak bosan. Tak heran jika pengunjung beranggapan bahwa Taman Pitroe Phang bisa dijadikan sebagai tempat berlibur keluarga karena memperlihatkan keindahanya berupa pepohonan yang tertata rapi dilengkapi semilir angin serta udara yang teduh.

Tempat ini memang menjadi salah satu destinasi favorit di Banda Aceh yang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara karena pesonanya. Jika dinikmati sore hari maka semakin banyak pengunjung yang berdatangan untuk sejenak melupakan padatnya aktifitas sehari-hari. (K-AD)

Sejarah
Wisata
Ragam Terpopuler
Martabat Tujuh dan Konstitusi Kasultanan Buton
Seturut konstitusi Martabat Tujuh, bicara penegakan hukum (law enforcement) saat itu bisa dikatakan tidaklah tebang pilih. Siapapun yang terbukti bersalah bakalan diganjar sesuai dengan aturan hukum y...
Ratu Kalinyamat, Membangkitkan Kembali Politik Maritim Nusantara
Sampai di sini, legenda Nyai Lara Kidul yang berkembang di Pamantingan jika dikaitkan dengan sejarah kebesaran Ratu Kalinyamat alias Ratu Arya Japara yang menyebal menjadi Ratu Pajajaran menjadi sanga...
Restorasi yang Urung di Situs Kawitan
Dulu pernah ada keinginan warga sekitar untuk “merestorasi” situs Kawitan yang ditemukan pada kurun 1965-1967. Namun hal itu tidak terealisasi karena jiwa yang malinggih di situs tersebut ...
Keselarasan Keanekaragaman di Satu Kawasan
Di atas tanah seluas 25 ribu hektar, berdiri miniatur hutan Indonesia. Beraneka ragam tanaman hutan bisa ditemui di sana. ...
Menikmati Sensasi The Little Africa of Java
Dulu, mungkin tak pernah terpikirkan untuk merancang liburan di Banyuwangi. Sebuah kota kecil di ujung Pulau Jawa. Tapi kini, magnet wisata di Banyuwangi cukup kuat dan beragam jenisnya. ...
Wisata Heritage Berbasis Masyarakat ala Surabaya
Surabaya memiliki destinasi wisata heritage kedua, Peneleh City Tour, Lawang Seketeng, di kawasan Peneleh. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengelola wisata haritage pertama...
Kampung Batik Laweyan, Saksi Bisu Industri Batik Zaman ke Zaman
Berkunjung ke kota Solo kurang lengkap bila tak mendatangi Kampung Batik Laweyan (KBL). Sebuah sentra industri batik legendaris yang telah berdiri sejak 500 tahun lalu. Batik sudah menyatu dengan...
Mengintip Baileo, Rumah Adat Suku Huaulu
Banyak pesona pada rumah adat Baileo, milik suku Huaulu penduduk asli Pulau Seram, Ambon. Baileo memiliki arti penting dalam eksistensi suku Huaulu. Hal itu bukan saja karena Baileo berfungsi seb...
Basale, Ritual Permohonan Kesembuhan Suku Anak Dalam
Ritual memohon kesembuhan kepada Dewata, banyak kita jumpai di berbagai etnis di Nusantara. Sebut saja upacara Badawe yang dilaksanakan Suku Dayak kemudian ada rutal Balia yang dipraktikkan oleh ...
Dunia Butuh Lada Jambi Sebagai Bumbu Masak
Jambi sudah lama dikenal sebagai sentra terpenting daerah penghasil lada Nusantara. Banyak negara Eropa bersaing keras k menguasai perdagangan rempah-rempah Indonesia. Negara-negara tersebut adal...