Bahasa | English


PARIWISATA

Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi

14 January 2020, 12:50 WIB

Bila kebetulan berada di Jawa Timur bagian Timur, mampirlah ke destinasi wisata favorit Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Di sana selain bisa berekreasi dengan berbagai wahana edukasi, kita dapat menikmati aneka jenis flora dan fauna, teristimewa 10 jenis durian yang diambil langsung dari pohonnya ditemani kopi durian yang rasanya unik. Bulan Januari adalah bulan terakhir bagi musim durian di wilayah itu.  


Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi Pondok gaharu, area meeting dengan nuansa alam yang kental, wahana baru Taman Sukorambi, Jember. Foto : IndonesiaGOID/Firman Hidranto

Taman Botani Sukorambi (TBS) berjarak sekitar 8 kilometer di sebelah timur laut kota Jember atau sekitar 10 menit berkendara dari pusat kota. Taman yang punya luas 12 hektare ini merupakan destinasi wisata dengan 500 koleksi flora dan fauna, dilengkapi wahana edukasi lengkap untuk dinikmati keluarga dan rekan. Yang paling menarik hati adalah kebun durian seluas 2 hektare, di mana kita bisa makan langsung di kebun, tak jauh dari pohonnya.

Setidaknya ada 10 jenis durian yang ada di taman ini, yaitu durian lay mas, durian montong, durian lokal, durian kasur, durian D-24, durian matahari, durian petruk, durian cani, durian bokor, dan durian bawor. Durian montong adalah durian yang paling mahal harganya dengan harga sekilo Rp50 ribu dan durian lokal seharga 20  rb/kg.

Dari 10 jenis durian yang tersedia ini pada dasarnya terbagi dua, yaitu durian Bangkok (dari Thailand) dan durian lokal Indonesia. Yang termasuk durian Bangkok yaitu durian montong dan durian cani (kani). Keduanya berasal dari Thailand tapi cocok dengan tanah dan iklim Indonesia. Dua jenis itu biasanya daging buahnya sangat tebal, berasa manis, beraroma harum, dan tajam.

Sedangkan durian D-24 diketahui sangat populer di Malaysia. D-24 punya daging buah yang tebal dengan tekstur buah yang sangat lembut dan creamy tetapi tidak lembek dan sedikit berserat, sehingga sangat cocok untuk dijadikan lempok atau tempoyak.

TBS juga punya durian yang berasal dari Jawa Barat, antara lain, durian bokor (Majalengka) dan durian matahari dari Bogor. Sedangkan durian lay mas yang berwarna agak oranye pucat berasal dari Kalimantan. Lay mas berasa manis seperti ubi dengan bau tidak begitu menyengat dan berdaging tebal. Sedangkan durian petruk adalah gabungan antara durian montong dengan durian candimulyo. Durian yang berasal dari Jepara Jawa Tengah ini, daging buahnya tidak lembek dan tebal serta bijinya kecil.

Wahana ini juga punya durian bawor yang merupakan hasil persilangan durian musang king dengan durian montong, sehingga buahnya mirip durian montong. Bagi yang tidak terlalu paham akan mengira durian ini sebagai montong karena buahnya yang manis dan bijinya yang kecil.  

Jika ingin membeli buah lain yang ditanam oleh mereka, kita bisa singgah ke stand khusus yang disebut Horti Hut. Stand itu menjual beraneka jenis buah dan bibit buah naga, manggis, jambu, pisang, singkong, jambu, sirsak, rambutan, srikaya, dan sebagainya. Sama dengan durian, harganya juga terjangkau, semisal manggis 15 ribu perkilo, srikaya 10 ribu perkilo, dan sebagainya. Tak hanya itu, TBS punya taman edukasi hidroponik dimana kita bisa membeli sayuran organik dengan memetik langsung dari greenhouse seperti selada, sawi, tomat dan lain-lain.

Terobosan Wisata

Koleksi fauna taman wisata ini juga tak kalah lengkap. Mulai dari kelinci, hewan hias (aneka burung, ikan, landak dll), juga aneka koleksi hewan yang dilindungi seperti kijang, rusa, dan burung merak. Di sini juga bisa kita temukan pembenihan ikan koi dan lobster air tawar. Memberi makan rusa dan berkuda bisa kita lakukan juga.  

Sebagai wahana rekreasi dan edukasi, taman ini dilengkapi dengan enam kolam renang dengan berbagai ukuran yang ditujukan untuk anak-anak sampai dewasa. Juga tersedia kolam renang khusus yaitu Muslimah Private Area (MPA) yang bisa disewa 100 ribu per jam. MPA dilengkapi dengan ruang meeting sehingga dimungkinkan untuk disewa oleh keluarga besar atau kantor.

 Selain permainan air di danau buatan, juga ada flying fox jungle (panjang dan agak curam), flying fox tombro (lebih pendek dan landai), dan wahana permainan outbond yang mengasyikkan. Terbaru adalah taman lotus yang disediakan sebagai tempat bagi anak-anak menikmati permainan tradisional, seperti engklek sampai gobak sodor. Wahana yang dimaksudkan untuk merehatkan anak dari gawai ini sangat dekat dengan area persawahan dan sungai sehingga keluarga dapat menikmati suasana pedesaan yang kental.

Di sana juga kita dapatkan rumah baca dan kolam pancing untuk merehatkan hati. Untuk berselfie atau wefie, kita bisa melakukannya di beberapa spot yaitu di jalan payung pelangi, spot foto selamat datang sampai ‘rumah pohon’ yang dibangun di sebuah pohon dengan tinggi sekitar 5 meter dari tanah. 

Para pengunjung diizinkan untuk membawa makanan dari luar. Tapi di sini juga tersedia resto dan kafe. Kafenya cukup unik karena dibangun 40 meter di atas tanah yang berkontur tebing sehingga dinamakan Café Tebing. Lantainya berbuat dari kaca sehingga kita bisa melihat lembah dan air terjun di bawah. Di kafe itu kita bisa menikmati hidangan yang tak kalah unik yaitu nasi kecombrang dan kopi durian (kopi yang dicampur durian) dan dijamin aman. Menu menarik lain adalah moringa latte yaitu minuman berbahan dasar bubuk daun kelor. Kafe ini bisa dipakai untuk reuni keluarga, dan arisan. Sedang untuk pertemuan atau rapat kantor, mereka memiliki pondok rapat Gaharu yang terdiri dari dua lantai dan bisa menampung puluhan orang.

Wahana dengan konsep edukasi yang terintegrasi kental terlihat pada Taman Botani Sukorambi dan belum banyak ditemui di destinasi kota kecil lain. Biasanya, wahana edukasi hanya berupa kolam renang dengan lahan untuk flying fox  atau taman bunga dan buah dengan aneka permainan. Tapi memadukan sarana rekreasi, sarana bermain edukatif ditambah koleksi flora dan fauna, lalu ada sarana  tempat pertemuan terbuka dan privat, mungkin hanya bisa ditemukan di TBS.

 Jika berkunjung ke kota itu, cobalah ke sana. Buka sejak pk 07.00 – 16.00 dengan tiket masuk seharga 12 ribu pada hari biasa dan 20 ribu pada  weekend kita bisa menikmati aneka fasilitas mereka. (F-1)

Ragam Terpopuler
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...
Bajau dalam Satu Tarikan Nafas
Guillaume yang berpakaian selam hasil teknologi maju seperti sesosok "alien" di antara dua pemuda yang menyelam hanya bercelana pendek tanpa baju. ...
Untung Surapati, antara Cinta dan Tragedi
Ada cinta sejati terpatri sangat kuat, juga kisah tragis mengharu biru. Selain heroisme, cinta, dan tragedi inilah tampaknya membuat kisah Untung Surapati melegenda dan sekaligus lekat di hati masyara...
Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi
Bila kebetulan berada di Jawa Timur bagian Timur, mampirlah ke destinasi wisata favorit Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Di sana selain bisa berekreasi dengan berbagai wahana edukasi, kita ...
Kawin Antarbangsa
Sekalipun seorang bumiputera yaitu Untung Surapati dijadikan sebagai pelaku utama dalam romannya, Dari Boedak Sampe Djadi Radja, sayangnya pilihan judul itu terkesan menyempitkan makna akan kisah Sura...
Rekayasa Air, Kunci Kejayaan Kahuripan
Begitu pembangunan infrastruktur fisik selesai, Airlangga melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur kerohanian masyarakat Kahuripan. ...
Di Kaltim Ada Juga Akar Bajakah Penyembuh Kanker Payudara
Etnis Dayak di Pulau Kalimantan menyebut pohon ini dengan nama bajakah. Pohon bajakah tumbuh di seluruh hutan di Pulau Kalimantan (Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kalut, dan Kaltim). Bajakah ternyata ju...
Kemanusiaan di dalam Gerak; Ketika Suprapto Telah Berhenti
Sepanjang karirnya yang membentang sejak paruh akhir 60-an, Suprapto menekuni jalan kemanusiaannya dengan menekuni apa yang dia suka. Seperti orang yang jatuh cinta dengan tubuhnya, Suprapto terus men...
Sejarah Rekayasa Air dalam Prasasti Tugu
Catatan paling tua dia dapatkan dalam inskripsi yang terdapat pada Prasasti Tugu. Prasasti ini menurut para arkeolog berasal dari sekitar abad ke-5 Masehi. ...
Sang Legenda Jawa
Kata ‘surapati’, baik dalam bahasa Jawa Kuno maupun Jawa Baru, memiliki makna ‘raja dewa’. Bermaksud mengabadikan nama legendaris ini, Taman Burgemeester Bisschopplein&nbs...