Bahasa | English


PARIWISATA

Sensasi Berendam Di Air Panas Sipoholon

29 May 2019, 12:00 WIB

Negeri kita serupa zamrud khatulistiwa. Indah dan kaya potensi alam. Namun di bawah bentang zamrud itu, tanah air kita tengah membuntingi beratus-ratus gunung api yang siap menggelegak, meledak kapan saja.


Sensasi Berendam Di Air Panas Sipoholon Pemandian air belerang Sipoholon. Foto: IndonesiaGOID/Dedy Hutajulu

Riset-riset menyebut, negeri kita berada dalam lingkar cincin api. Tak tanggung 240 gunung api, 70 diantaranya masih aktif. Cincin api yang sewaktu-waktu bisa melantakkan seisinya dan membawa bau kematian. Namun ada berkah lain dari cincin api itu. Di sejumlah daerah diberkahi dengan aliran air panas bumi. Dari sumber-sumber air panas itu kemudian dibangun kanal-kanal yang bermuara pada kolam-kolam. Kolam-kolam itu kemudian menjadi tempat yang disenangi banyak orang untuk berendam di air hangat.

Sepasti di Tanah Karo, terdapat belasan lokasi wisata yang menyediakan kolam pemandian air panas. Jika di Karo tenar dengan hotspring Pariban, di Tapanuli Utara beken dengan pemandian air hangat Sipoholon. Lokasinya tak jauh dari kota Tarutung atau sekitar 19,2 km. Jika ditempuh dengan kendaraan jalur darat, memakan waktu atau naik kendaraan selama 38 menit dari Tarutung. Jaraknya dari kota Medan sekitar 293 km Butuh sekitar 6 jam ke sana dengan naik mobil.

Pemandian Air Hangat Sipoholon berada di dekat jalan lintas Medan-Sumatera. Mudah untuk diakses. Seperti kebanyakan air panas di tempat lain, tempat ini menjadi tempat paling asik untuk berendam. Air belerang alami memberi sensasi pijatan luar biasa pada raga kita. Ada perasaan lega dan segar pada tubuh. Banyak orang percaya, berendam di air belerang ini juga ampuh membunuh banyak bibit penyakit.

Di Sipoholon, berjejer kolam-kolam air hangat, dengan aneka bentuk dan fasilitas. Ada yang buka setengah hari, ada pula yang buka 24 jam. Dan harga tiket masuk untuk menikmati kolam ini hanya sekitar Rp 5000. Murah meriah.

Tidak hanya bisa berendam, sejumlah kolam juga tersedia dalam bervariasi tingkat kedalamannya, sehingga pengunjung bisa berenang dan menyelam. Tingkat derajat kepanasan airnya juga bervariasi, mulai dari yang terasa hangat, hangat sekali hingga benar-benar panas. Variasi derajat kepanasan kolam itu menjadi alternatif pilihan bagi pengunjung.

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan sendiri sumber mata air panasnya, mereka harus trekking, naik ke bukit kapur. Lokasinya bisa mencapai 30 sampai 50 meter jauhnya. Medan yang harus dilalui adalah mendaki dengan jalanan berupa batu kapur yang dialiri air belerang yang panas.

Bukit kapur itu tampak perkasa karena belerang-belerang yang terkandung dalam air seiring waktu mengendap menutupi permukaan tanah. Endapan-endapan itu perlahan menebal, mengeras lalu membatu.

Dari puncak bukit kapur, tampak pemandangan indah. Endapan kapur berwarna putih bersih serupa salju. Dan di puncak bukit terdapat beberapa titik mata air belerang. Air memancar seperti menjulang dari permukaan tanah, persis seperti air mendidih ketika dijerang. Sedangkan kolam-kolam air panas di kaki bukit tampak berwarna hijau kebiru-biruan.

Bagi orang-orang yang lelah bekerja seharian, atau rutin kerja kantoran, meluangkan waktu untuk berendam di air hangat Sipoholon ampuh memulihkan kesegaran badan. Otot-otot yang penat pasti terasa lega berkat sensasi pijatan air belerang.

Jika pengunjung merasa lapar, di lokasi pemandian terdapat sejumlah restoran bahkan hotel kelas melati. Sejumlah restoran menyajikan telur bebek rebus, nasi goreng, dan minuman berupa kopi, teh atau air putih. Harga makanan dan minuman juga ideal. Pengunjung juga diizinkan membawa makanan sendiri. Jika hendak bermalam, tarif hotel juga murah meriah. Pengunjung sudah bisa merasakan air belerang, dan udara sejuk di daerah Tarutung. Nah, pemandian air hangat Sipoholon ini cocok untuk liburan keluarga. (K-DH)

Wisata
Ragam Terpopuler
Jolenan Sebuah Pesta Kecil untuk Rakyat Kecil
Setiap dua tahun sekali di bulan Sapar kalender Jawa, Jolenan digelar di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Sebuah pesta sebagai pesan kerukunan dan kebersamaan menikmati berka...
Ketika Orang Jepang Suka Ngemil Edamame
Masyarakat Jepang gemar minum sake di sela-sela rutinitasnya. Otsumami (cemilan) yang cocok sebagai teman sake adalah si polong besar yaitu edamame. Salah satu favorit mereka adalah edamame dari ...
Di NTT, Lontar Disebut Sebagai Pohon al-Hayat
Masyarakat Indonesia mungkin sudah melupakan pohon lontar, atau malah tak tahu bagaimana bentuk pohon jenis palem ini. Tapi di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Pulau Sabu dan Rote, lont...
Barus, antara Bandar Tua dan Minuman Surga
Bisa ditebak, dulu air kafur merupakan minuman yang sangat eksklusif di Arab. Wajar saja air kafur jadi simbolisasi tentang balasan kenikmatan Tuhan bagi para ahli surga di akhirat nanti. ...
Menikmati Kuliner di Pasar Ceplak Sambil Nyeplak
Berwisata ke Kota Garut, Jawa Barat, tidak lengkap jika belum berkunjung ke Pasar Ceplak. Terletak di tengah kota Garut, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak konon sudah ada sejak tahun 1970...
Ke Sambas Berburu Bubbor Paddas
Berkunjung ke Sambas Kalimantan Barat, pastikan Anda tidak melewatkan mencicipi kuliner khas kota yang pernah menjadi Kota kesultanan ini yaitu bubur pedas. Makanan khas suku Melayu Sambas ini bi...
Jejak Ketauladanan Panglima Besar Soedirman
Apresiasi terhadap nilai-nilai kejuangan dan sejarah perjuangan Soedirman bahkan juga diakui oleh Jepang, selaku mantan negara penjajah. ...
Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten
Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal ...
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Silase, Cadangan Pakan Ternak Saat Kemarau
Rumput hijau hasil fermentasi atau yang lebih dikenal dengan nama silase, kini menjadi alternatif pakan ternak untuk sapi, kerbau, dan kambing di saat musim kemarau. Silase dibutuhkan, utamanya b...