Bahasa | English


TARIAN DAERAH

Pesona Kayang Tari Melemang

10 September 2020, 07:05 WIB

Puncak pertunjukan terjadi ketika para penari pria dalam formasi lingkaran melakukan kayang atau melemang untuk kemudian mengambil sejumlah barang yang sengaja diletakkan di lantai panggung.


Pesona Kayang Tari Melemang Tari Kayang Melemang asal Kepulauan Riau. Foto: Istimewa

Indonesia adalah negeri yang kaya akan ragam budaya dan kesenian termasuk seni pertunjukan. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Statistik Kebudayaan 2019 mencatat ada sebanyak 271 seni pertunjukan yang dikategorikan sebagai warisan budaya tak benda. Salah satu warisan budaya tak benda itu adalah tarian melemang, sebuah seni pertunjukan dari Kepulauan Riau. Tarian energik ini merunut sejarahnya berasal dari Tanjungpisau, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan Wan Rudi Iskandar, melemang merupakan tarian klasik yang telah dipertunjukkan sejak abad ke-12. Terlahir sebagai tarian istana yang dipertunjukkan dalam lingkup Kerajaan Bentan, kerajaan yang pernah ada di wilayah Bukit Batu, Bintan. Disajikan di saat-saat tertentu sebagai tarian hiburan bagi raja dan pembesar di kalangan kerajaan di waktu istirahat. Karena ditarikan di lingkungan istana, maka tarian ini dilakukan oleh para dayang Kerajaan Bentan.

Tari melemang biasanya dimainkan oleh 14 penari yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Mereka memainkan perannya masing-masing. Peran raja, permaisuri, dan putri masing-masing dimainkan oleh satu orang. Empat orang berperan sebagai pemusik, satu orang berperan sebagai penyanyi, sedang enam orang sisanya berperan sebagai penari.

Setiap penari mengenakan kostum khas Melayu sesuai dengan perannya masing-masing. Untuk atasannya, penari perempuan biasanya mengenakan baju kurung panjang. Sedangkan bawahannya celana panjang dipadu dengan kain songket Melayu yang dibuat seperti rok serta sabuk. Di bagian kepalanya dihiasi dengan sunting di mana terselip seutas kain panjang mirip selendang menjuntai di bagian tubuh penari hingga ke pinggang. Penari laki-laki juga mengenakan baju kurung panjang sebagai atasan. Namun untuk bawahannya, mereka mengenakan celana panjang dibalut kain songket Melayu.

 

Lingkaran dan Melengkung

Tari melemang tampil dengan iringan musik dan lantunan lagu khas Melayu. Lagu yang dilantunkan merupakan nyanyian Melayu bernada lincah dan ceria. Nyanyian berbahasa Melayu tersebut mengisahkan kehidupan seorang raja di sebuah kerajaan. Nyanyian itu menjadi pengiring dari seluruh rangkaian gerak yang ditarikan. Adapun alat musik yang digunakan berupa akordeon, gong, biola, hingga tambur. Tari melemang ditampilkan selama satu jam.

Menurut pemerhati seni tari Melayu Haliz Zefri, koreografi tarian ini menggabungkan gerakan zapin, joget, dan inang dengan pola dinamis dan memerlukan stamina tubuh prima. "Tarian ini menonjolkan karakter dan ekspresi kecantikan perempuan Melayu yang energik dan lembut dalam penampilan dan semakin menarik untuk ditonton," kata sarjana seni tari dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini.

Klimaks dari tarian ini, menurut Zefri, terjadi ketika para penari membentuk formasi lingkaran dan mempertunjukkan atraksi akrobatik dengan mengambil sikap tubuh seperti sedang kayang. Posisi kayang adalah posisi tubuh dibuat nyaris sejajar dengan permukaan lantai kemudian dilengkungkan dengan wajah menatap langit dan bertumpu kepada kedua tangan dan kaki yang menopang berat tubuh ketika dilengkungkan. Tubuh yang dilengkungkan kemudian didorong ke atas sehingga membentuk seperti busur. Gerakan seperti ini memerlukan keahlian khusus. Maklum saja, dalam bahasa setempat melemang artinya melengkung atau kayang.

Dalam posisi kayang seperti ini, penari-penari di masa sebagai seni pertunjukan istana harus mengambil benda-benda yang diletakkan di lantai, seperti sapu tangan. Namun dalam penampilan saat ini ketika dijadikan hiburan rakyat, dalam posisi kayang mereka harus bisa mengambil tak hanya sapu tangan, melainkan juga uang kertas atau logam yang dilemparkan penonton ke panggung. Saat ini tari melemang banyak disuguhkan pada acara-acara resmi pemerintahan dan festival budaya rakyat Melayu di Bintan dan Kepri tiap Juli dan Agustus. Tarian ini sudah makin jarang ditampilkan sebagai seni pertunjukan dalam hajatan perkawinan di masyarakat.

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Akrobatik
Festival Budaya
Keahlian Khusus
Kepulauan Riau
Kerajaan
Melemang
Seni
Seni Pertunjukan
Tanjungpinang
Tarian Melemang
Ragam Terpopuler
Andaliman, Harta Terpendam Tano Batak
Tanaman andaliman khas wilayah pegunungan di Sumatra Utara memiliki beragam manfaat. Tak sekadar pelengkap bumbu masakan kuliner Tano Batak. ...
Magnet Borobudur Pikat Dunia
Kolaborasi cerdas dalam mewujudkan aksi napak tilas Jalur Kayumanis memiliki dampak besar pada perkembangan turisme di tanah air. Borobudur berkali-kali jadi magnet perhatian dunia.  ...
Samudra Raksa, dari Relief Turun ke Laut
Dalam seluruh rangkaian cerita yang terpahat di dinding Candi Borobudur, tercatat ada sepuluh relief yang memuat gambar perahu kuno, dengan model yang berbeda-beda. ...
Agar Tetap Aman dan Selamat Saat Berwisata
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan untuk mempertahankan keberlangsungan industri pariwisata nasional. ...
Maksuba, Kue Penuh Kesabaran
Kue maksuba dibuat dengan bahan utama telur bebek. Untuk menghasilkan satu loyang kue dibutuhkan waktu tiga jam. ...
Sinyal 4G Menguat di Pulau Komodo
Untuk menunjang pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkuat penyediaan layanan internet cepat 4G di destinasi prioritas, salah satunya di Pulau Komodo. ...
Mengincar Tuan Rumah Pesta Lima Gelang
Australia, Inggris, dan Amerika Serikat telah merasakan manfaat sosial dan ekonomi jadi tuan rumah Olimpiade. Indonesia dengan berbagai pengalamannya pun sudah layak jadi tuan rumah ajang olahraga ter...
Bono, Mitos Ombak Tujuh Hantu
Ombak bono di Sungai Kampar Provinsi Riau telah memikat para peselancar mancanegara untuk mencobanya. Termasuk, upaya memecahkan rekor dunia waktu terlama berselancar di sungai. ...
Gurih Pedas Satai Bulayak Khas Sasak
Lontongnya dililit daun aren. Satainya berasal dari daging sapi atau ayam dengan potongan lebih kecil dari satai umumnya. ...
Pengakuan Unesco untuk Tiga Cagar Biosfer Indonesia
Unesco menetapkan tiga cagar biosfer baru di Indonesia. Kini Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29.9 juta ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves. ...