Indonesia.go.id - Bentangan Bendera di Grasberg Pecahkan Rekor Dunia

Bentangan Bendera di Grasberg Pecahkan Rekor Dunia

  • Administrator
  • Kamis, 17 Agustus 2023 | 21:24 WIB
  • 0
HUT RI
  Pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa sepanjang 3.431,25 persegi oleh PT. Freeport Indonesia di Pegunungan Grasberg. Ardiles Leloltery
Pada 16 Agustus 2023, pihak Guinness World Records mengumumkan bahwa rekor baru telah tercipta lewat pembentangan bendera di Grasberg.

PT Freeport Indonesia (PTFI) memecahkan Guinness World Records (GWR) untuk pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa, 3.431,25 persegi, di atas gunung. Rekor PTFI mengalahkan rekor pembentangan bendera terbesar dunia sebelumnya dengan ukuran 2.742,43 meter persegi dipegang Kuwait di Al Hamra, Oman, tahun lalu.

Pada 16 Agustus 2023, pihak Guinness World Records mengumumkan bahwa rekor baru telah tercipta dengan pembentangan bendera karya di Grasberg. Dalam catatan Guinness World Records, bendera tersebut diakui sebagai bendera terbesar yang pernah dibentangkan di gunung.

Pembentangan bendera merah putih itu  dilakukan di area tambang terbuka Grasberg, tepatnya pada ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pembentangan bendera ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-78 RI yang dilakukan oleh PTFI.

Penghargaan diterima oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas pada Rabu, 16 Agustus 2023. Sedangkan pembentangan bendera terbesar ini dilakukan sejak 14 Agustus 2023 di lokasi tertinggi area tambang terbuka Grasberg, yang merupakan tambang milik PTFI yang sudah tidak beroperasi sejak 2019. Grasberg sudah tidak beroperasi lagi karena digantikan oleh tambang bawah tanah.

“Pelaksanaan di Grasberg sebagai bentuk apresiasi tambang terbuka Grasberg yang sudah menjadikan PTFI sebagai perusahaan tambang terbesar dan kelas dunia, dengan cadangannya cukup besar,” ujar Tony Wenas.

Selain itu kolaborasi dan kekompakan anggota tim dalam mengatasi berbagai tantangan memiliki peran utama dalam meraih kesuksesan pemecahan rekor dunia ini. Pemecahan rekor ini sebagai bentuk kerja sama dan peran aktif semua karyawan dan pihak di lingkungan PT Freeport Indonesia. Karena untuk pelaksanaan di ketinggian membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra.

Tonny menambahkan, pemecahan rekor ini menunjukkan bahwa Indonesia bisa maju. Sebab, Indonesia merupakan pemain utama di dunia. Terlebih menuju Indonesia emas (100 tahun) pada 2045, Indonesia akan menjadi negara ekonomi nomor urut ke-4 atau 5 di dunia.

Dalam memecahkan rekor pembentangan bendera merah putih  ini, PT Freeport Indonesia menggandeng UMKM, perusahaan konveksi CauClothing asal Kota Bekasi, yang membuat bendera tersebut selama 10 hari lamanya. Bendera Merah Putih itu terbuat dari parasut.

Selama pembuatan, ClauClothing mengerahkan sebanyak 50 karyawan untuk menghasilkan bendera tersebut melalui proses menjahit, dengan total berat mencapai hampir 1 ton. Jumlah ini belum termasuk orang-orang yang membantu dalam tahap pembentangan di lapangan, sebelum bendera dibawa ke Mimika.

Ferly mengatakan, setelah bendera tersebut dibentangkan terjadi kerusakan pada bagian tertentu yang mengakibatkan robek. Ia pun segera mengambil tindakan untuk menjahit secara manual bagian yang rusak di tengah kabut yang semakin tebal dan dingin.

Selain menghadapi kendala dalam proses pembuatan, CauClothing juga menghadapi tantangan dalam proses pengukuran yang harus sesuai dengan persyaratan yang ketat dari Guinness World Records. Ketika bendera dibentangkan, mengatur agar kain menjadi tegang sangatlah sulit karena ukurannya yang sangat besar. Akibatnya, terjadi gelombang di permukaan tanah yang menyebabkan panjang kain berkurang, dan akhirnya hasil pengukuran dari pihak Guinness World Records mencatat ukuran 70x49 meter, sedikit lebih kecil dari ukuran aslinya yaitu 75x50 meter.

Pemecahan rekor dengan pembentangan Bendera Merah-Putih ditutup dengan mini konser musik, yang menghadirkan grup band Slank. Hadir pula bintang tamu seperti Fariz Roestam Moenaf.

PTFI telah meraih rekor MURI pada 2022 untuk pertunjukan musik yang digelar di lokasi terdalam, 1.220 meter di bawah permukaan tanah. Berlokasi di area Grasberg Block Caving (GBC), tambang bawah tanah PTFI, konser tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 PTFI.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini