G20
  Perwakilan delegasi menulis pesan saat menghadiri jamuan malam KTT Y20 Indonesia 2022 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/7/2022). ANTARA FOTO/ M Agung Rajasa

Pemuda Agen Perubahan, Solusi Problem Dunia

  •   Jumat, 29 Juli 2022 | 07:00 WIB
  •   Oleh : Administrator

Saatnya pemuda harus lebih banyak terlibat dalam pengambilan keputusan agar mampu mendorong kemajuan.

Presidensi G20 Indonesia mendorong kelompok anak muda di negara-negara G20 menjadi agen perubahan dan perdamaian untuk mewujudkan masa depan dunia yang lebih baik.

Sebagai rangkaian dari agenda Presidensi G20 Indonesia 2022, forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Youth 20 (Y20) digelar pada 17--24 Juli 2022 di Jakarta dan Bandung. Perhelatan tersebut merupakan puncak dari empat pertemuan kelompok pemuda perwakilan pemerintah maupun nonpemerintah yang dilakukan sebelumnya.

Forum Y20 Indonesia 2022 membahas empat isu prioritas untuk didiskusikan dan solusinya diformulasikan bersama. Empat isu prioritas tersebut, antara lain, lapangan kerja bagi kaum muda, transformasi digital, bumi yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman inklusi.

Sebelum KTT Y20, terdapat empat acara Pra-KTT yang digelar bergiliran di sejumlah kota di Indonesia, yakni Palembang (Sumsel), Balikpapan (KTT), Lombok (NTB), dan Manokwari (Papua Barat). Dari pertemuan itu para delegasi sudah saling bertukar pendapat dengan para ahli maupun praktisi untuk keempat isu utama tersebut.

Saat membuka KTT Y20 Indonesia 2002 di Jakarta, Senin (18/7/2022), Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi menyoroti perlunya forum ini untuk memajukan dua peran pemuda, yakni sebagai agen perubahan dan perdamaian dalam mencapai masa depan dunia yang lebih baik.

“Di tengah tantangan global maka kapabilitas transformatif dari 1,2 miliar anak muda di seluruh dunia bisa memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap solusi dunia,” ujar Menlu Retno.

Di dalam dunia yang terglobalisasi dan saling terkoneksi, kata Menlu Retno, bisa dilakukan dengan menumbuhkan dialog, kemudian membangun jembatan yang didasari dengan keragaman. “Ini adalah prinsip-prinsip yang harus dimajukan untuk menjamin perdamaian,” katanya.

Di samping itu, peran kedua bagi pemuda yakni agen perubahan. Y20, kata Menlu Retno, harus bisa mengatasi berbagai tantangan-tantangan dan mengubah dunia menjadi lebih baik, serta memikirkan solusi-solusi inovatif. “Dalam konteks ini, pemuda harus berinvestasi pada isu-isu yang dapat berdampak pada masa depan, seperti kesehatan, transformasi digital, transisi energi, dan juga menjadi masa depan yang lebih baik untuk generasi selanjutnya,” tutur mantan Dubes RI untuk Belanda itu.

Dalam hal ini, KTT Y20 merupakan wadah resmi konsultasi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk berdialog terhadap persoalan global, dan bertukar ide hingga mencapai konsensus. Hasilnya akan dimasukkan ke komunike bersama dalam KTT G20 pada November mendatang.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak kaum muda dunia untuk lebih banyak terlibat dalam bidang politik, karena mereka cenderung kurang terwakili dalam proses pengambilan keputusan politik. Puan Maharani mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa jumlah pemuda diproyeksikan tumbuh 7 persen menjadi hampir 1,3 miliar pada 2030.

“Terlepas dari proporsi yang tinggi tersebut, kaum muda yang lebih dari 2,6 persen itu cenderung kurang terwakili dalam proses pengambilan keputusan politik. Anggota parlemen dunia merupakan kaum muda di bawah 30 tahun,” kata Puan saat menghadiri "Networking Night" KTT Y20 Indonesia 2022 di Jakarta, Minggu malam (17/7/2022).

Menurut Puan, pelibatan kaum muda adalah kunci untuk mempromosikan dan memperkuat demokrasi di seluruh dunia dan juga untuk memajukan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Saat ini dunia tidak hanya perlu pulih, melainkan juga perlu membangun dunia yang tangguh, dan ada beberapa cara untuk membangun ketahanan bagi kaum muda. Puan menjelaskan, cara pertama yang dapat dilakukan yakni dengan memberdayakan kaum muda, dan meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

“Langkah yang bisa dilakukan lainnya adalah dengan memastikan suara generasi muda didengar di tingkat global, nasional, dan lokal,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPR RI termuda dalam sejarah NKRI saat ini, Puan menilai, representasi politik pemuda perlu diperkuat untuk membawa kepentingan mereka di lembaga formal seperti parlemen, lembaga pemerintah, dan dewan pemuda.

Cara kedua yang dapat dilakukan negara-negara dunia, menurut dia, adalah dengan menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi kaum muda. Hal itu karena pendidikan bisa menjadi "game changer" yang mengubah kaum muda untuk menjadi kekuatan positif dalam masyarakat.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga berharap, sebagai wadah konsultasi resmi perwakilan pemuda negara-negara anggota G20, Y20 bisa menjadi momentum bagi pemuda untuk bersatu berkontribusi terhadap peradaban dunia. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, Y20 Indonesia 2022 memiliki peran yang relevan untuk berkontribusi dengan menyampaikan solusi-solusi yang kreatif dan inovatif terhadap permasalahan yang dihadapi dunia saat ini. Semangat itu, sesuai dengan tema besar yang diangkat Presidensi G20.

 

Dengar Alam Bernyanyi

Puncak acara Y20 Indonesia 2022 digelar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022). Dalam acara puncak itu, ditampilkan video lagu tema KTT Y20 "Dengar Alam Bernyanyi". Video itu menampilkan para pengisi suara para musisi muda, Laeilmanino, Chicco Jerikho, HIVI!, serta Sheila Dara, dalam karakter animasi yang mewakili alam. Lirik lagu “Dengar Alam Bernyanyi” selaras dengan salah satu isu prioritas yang didiskusikan dalam Y20, yaitu planet yang berkelanjutan dan layak huni.

Melalui kehadiran lagu ini, Laleilmanino bersama kolaborator lain mengajak pendengar untuk berdonasi secara daring melalui laman Hutan Itu Indonesia. Hasil donasi, termasuk sebagian royalti, akan disumbangkan untuk konservasi dan restorasi hutan hujan tropis di Indonesia. Beginilah salah satu cara pemuda turut serta mengatasi problem dunia.

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari