PARIWISATA
  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat melakukan tinjauan ke Desa Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Bali akan menjadi tempat bagi perayaan puncak Hari Pariwisata Dunia. KEMENPAREKRAF

Hari Pariwisata Dunia, Bentuk Kepercayaan kepada Indonesia

  •   Senin, 26 September 2022 | 09:20 WIB
  •   Oleh : Administrator

Hari Pariwisata Dunia 2022 akan dipusatkan di Bali. Sekitar 200 negara akan hadir dengan mengusung tema “Rethinking Tourism”.

Indonesia resmi menjadi tuan rumah World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia 2022 yang akan digelar pada 27 September 2022. Keputusan itu disahkan pada Sidang Majelis Umum ke-24 Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), pada 30 November--3 Desember 2021 di Madrid.

Sidang Majelis Umum UNWTO adalah pertemuan dua tahunan negara-negara UNWTO untuk membahas kebijakan pariwisata dunia. Pada acara tersebut, negara-negara anggota sepakat bahwa pariwisata adalah pilar pembangunan yang menyerap banyak lapangan kerja, inklusif, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, percepatan pemulihan pariwisata dunia pascapandemi Covid-19 harus terus dilakukan. Salah satunya dengan mengupayakan ketersediaan vaksin. Indonesia pun memiliki kepentingan besar untuk memajukan agenda-agenda pariwisata global, terutama pemulihan pariwisata pascapandemi Covid-19.

Sebagai informasi, Indonesia telah menjadi anggota UNWTO sejak 1975. Tanggal 27 September yang ditetapkan sebagai World Tourism Day merupakan penanda ditandatanganinya Statuta Organisasi Pariwisata Dunia di bawah naungan PBB (UNWTO) di tanggal yang sama pada 1970. Namun penetapan World Tourism Day baru diputuskan 10 tahun kemudian atau pada 27 September 1980.

Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, World Tourism Day 2022 atau Hari Pariwisata Dunia 2022 di Bali pada 27 September 2022 akan dijadikan pemicu kebangkitan pariwisata Indonesia. Sandiaga Uno berharap, dampak dari World Tourism Day 2022 mampu memulihkan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 dan juga mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana ekonomi Indonesia berada di peringkat lima dunia.

“Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah perayaan puncak World Tourism Day 2022 pada 27 September 2022 di Bali. Kepercayaan dunia itu membanggakan.  Sebab di saat yang sama, Indonesia mencatat indeks 32 melewati Thailand, Vietnam, dan Malaysia,” kata Sandiaga Uno 14 Agustus 2022.

World Tourism Day 2022 bakal dihadiri sekitar 200 negara dengan mengusung tema “Rethinking Tourism”, yang membahas tentang arah pariwasata pascapandemi Covid-19. “Begitu kita bangkit, harus memikirkan ulang pariwisata apa yang kita inginkan. Indonesia fokus pada pariwisata yang berkualiats dan berkelanjutan, berdampak positif ke lapangan pekerjaan. Target tahun 2022 bisa membuka 1,1 juta lapangan kerja,” kata Sandiaga.

“Bali menjadi destinasi unggulan. Targetnya bukan hanya jumlah, tapi kualitasnya. Yakni, lama wisatawan tinggal dan berdampak ekonomi lokal. Serta, adanya keberlanjutan kelestarian lingkungan. Saya lihat, Bali sudah menggeliat kembali. Saya berharap World Tourism Day (WTD) 2022 menjadi pemicu kebangkitan pariwsata dan terbukanya lapangan pekerjaan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sandiaga juga berharap adanya perubahan mindset dalam pembangunan pariwisata. “Kalau dulu, pariwisata pada kuantitas, tanpa terlalu memikirkan dampaknya terhadap masyarakat lokal dan lingkungan. Saya menyebutnya ‘rohali’, yakni rombongan hanya lihat-lihat. Dan kini, menjadi ‘rojali’ yakni rombongan jadi beli,” tandasnya.

Sandiaga optimistis, target 4,4 juta lapangan kerja pada 2024, yaitu 1,1 juta lapangan kerja baru pada 2022, bisa tercapai. “Semua produk UMKM dimasukkan dalam ekonomi digital, produk dijual dalam e-katalog lokal dan nasional. Belanja nasional sekitar Rp500--600 triliun bisa mendorong ekonomi lokal. Gerakan bangga buatan Indonesia yang sedang digalakkan diharapkan pada 2030 ada sebanyak 30 juta UMKM on board ke platform e-commerce,” kata Sandiaga Uno.

Inilah Event Besar Indonesia di Hari Pariwisata Dunia 2022

  1. The 2nd Tourism Working Group Meeting

Tanggal: 23 September 2022

Lokasi: Bali

 

Empat hari menjelang perayaan Hari Pariwisata Dunia, pertemuan kedua grup pariwisata atau The 2nd Tourism Working Group Meeting dari G20 akan dilaksanakan di Bali. Topik yang nantinya akan dibahas pada pertemuan kedua ini adalah penyampaian pendapat dari negara anggota G20 hingga best practice yang akan dilakukan dalam menghadapi isu yang terdapat dalam Bali Guidelines.

 

  1. Tourism Ministerial Meeting

Tanggal: 26 September 2022

Lokasi: Bali

 

Setelah penyampaian pendapat dari negara anggota G20 dan rencana best practice yang akan dilakukan dalam Bali Guidelines--yang sudah dibahas di The 2nd Tourism Working Group Meeting di Bali--, acara G20 dilanjutkan dengan menyepakati penyusunan “Bali Guidelines” sebagai upaya kontribusi G20 dalam pemulihan ekonomi global yang berpusat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di acara Tourism Ministerial Meeting atau pertemuan para menteri pariwisata.  

 

  1. Puncak Perayaan Hari Pariwisata Dunia

Tanggal: 27 September 2022

Lokasi: Bali

 Berlokasi di Pulau Dewata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan bahwa tema yang akan diangkat adalah “Rethinking Tourism”. Adapun rangkaian acaranya, panel diskusi multi-stakeholder dengan tema “Rethinking Tourism as a Key Element on Recovery”, diskusi bertema “The Tourism We Want” yang akan dipimpin oleh perwakilan sektor pariwisata Bali. Negara-negara anggota UNWTO juga akan diundang pada hari tersebut. Kemenparekraf juga membuat serangkaian program Road to World Tourism Day 2022 yang diisi pelbagai kegiatan seperti seminar, lomba, bakti sosial, bersih sungai, dan penghijauan.

 

  1. Aneka Acara Daerah

Tanggal: Sepanjang September 2022

Lokasi: Berbagai daerah di Nusantara

Antara lain:

1 September--9 Oktober 2022

- Jakarta Fashion and Food Festival

Lokasi Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara

 

2--4 September 2022

- Dieng Culture Festival 2022

Lokasi Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah

- IDP Fest

Lokasi Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

- Festival Payung Indonesia

Lokasi Kota Surakarta, Jawa Tengah

 

3--7 September 2022

- Jelajah Pesona Jalur Rempah

Lokasi Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung

 

3, 10, 17, 24 September 2022

- Atraksi Budaya Prajurit Solo

Lokasi Kota Surakarta, Jawa Tengah

 

5--11 September 2022

- Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival

Lokasi Pusat Kota Tua Sawahlunto, Sumatra Barat

 

7--11 September 2022

- F8 Makassar

Lokasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan

 

8--10 September 2022

- Solo International Performing Arts

Lokasi Kota Surakarta, Jawa Tengah

 

9--25 September 2022

- Jakarta International Photo Festival

Lokasi Blok M. Jakarta Selatan

 

10 September 2022

- Keroncong Plesiran

Lokasi Desa Wisata Nglanggeran, DIY

 

14--17 September 2022

- Festival Pinisi

Lokasi Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

 

14--24 September 2022

- Wolobobo Ngada Festival

Lokasi Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur

 

15--25 September 2022

- Festival Kota Lama

Lokasi Kota Tua Semarang, Jawa Tengah

 

16--18 September 2022

- Festival Budaya To Berru

Lokasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan

 

17--18 September 2022

- Makassar Jazz Festival

Lokasi Makassar, Sulawesi Selatan

 

21--24 September 2022

- Pesona Kulminasi

Lokasi Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat

 

22--25 September 2022

- Rang Solok Baralek Gadang

Lokasi Hamparan Sawah Kelurahan VI Suku, Solok, Sumatra Barat

- Festival Batanghari

Lokasi Kabupaten Batanghari, Jambi

 

23--24 September 2022

- Musik Alam Fest

Lokasi Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara

 

27 September--1 Oktober 2022

- Festival Salo Karajae

Lokasi Kota Parepare, Sulawesi Selatan

 

27 September--3 Oktober 2022

- Balikpapan Fest

Lokasi Kota Balikpapan, Kalimantan Timir

 

 

29 September--2 Oktober 2022

- Kenduri Riau

Lokasi Pekanbaru, Riau

 

30 September--2 Oktober 2022

- Festival 3 Danau

Lokasi Desa Semayang, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur

 

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari