BEASISWA
  Mendikbud dan Dikti Nadiem Makarim¬†menyampaikan Mahasiswa tingkat sarjana (S1) diberi kesempatan untuk belajar selama satu semester di ¬†perguruan tinggi luar negeri. KEMENDIKBUD

IISMA, Kesempatan Belajar di Luar Negeri untuk Mahasiswa S1

  •   Minggu, 16 Mei 2021 | 12:11 WIB
  •   Oleh : Administrator

Mahasiswa tingkat sarjana (S1) diberi kesempatan untuk belajar selama satu semester di perguruan tinggi luar negeri.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan “Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia” atau “Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA)”. Beasiswa itu ditujukan bagi mahasiswa tingkat sarjana (S1) untuk belajar selama satu semester di perguruan tinggi terkemuka di dunia yang menjadi mitra Kemendikbudristek.

Langkah itu ditujukan agar mahasiswa dapat memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia, nyata sesuai dengan minat dan cita-cita. Pendanaan Program Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia 2021 itu diberikan oleh LPDP.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan, lingkungan belajar yang beragam akan memberi dampak positif terhadap pengembangan potensi individu.

“Menuntut ilmu di berbagai lingkungan belajar telah membentuk saya secara intelektual maupun karakter. Jika kita ingin para mahasiswa mempertajam pemikiran dan mengejar mimpi-mimpi mereka, kita harus mentransformasi sistem pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan dunia di luar kampus,” ujarnya membagi pengalaman yang disampaikan secara daring, di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

IISMA adalah salah satu program unggulan dari delapan Program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri di luar kampusnya pada perguruan tinggi terbaik luar negeri.

Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sendiri akan memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, di mana mereka dapat belajar dari praktik terbaik di industri, organisasi kemanusiaan, dan institusi penelitian kelas dunia.

Lebih lanjut, Mendikbudristek mengungkapkan, program IISMA membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mengambil mata kuliah atau kegiatan di luar prodi yang dapat disetarakan hingga 20 SKS dengan kompetensi prodinya, melalui mata kuliah dan aktivitas pengembangan diri yang diminati dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku di perguruan tinggi mitra di luar negeri.

“Dengan program beasiswa ini, mahasiswa yang memenuhi syarat, terlepas dari latar belakang dan asal perguruan tinggi, akan mendapatkan kredit dari perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra. Mahasiswa difasilitasi untuk meraih capaian pembelajaran sesuai minat dan bakatnya, sehingga setelah lulus program sarjana dapat bersaing dalam lapangan perkerjaan hingga ke tingkat global,” jelas Nadiem.

Selain IISMA, Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan (LPDP) juga mendanai berbagai program Kampus Merdeka lainnya. Seperti Kampus Mengajar, Magang Bersertifikat, dan Pertukaran Mahasiswa.

“Berbeda dari sebelumnya, perguruan tinggi kini memiliki lebih banyak keleluasaan untuk berinovasi dalam pengembangan kurikulum sesuai tujuan strategis masing-masing. Mereka juga mampu mengembangkan kemitraan dengan industri dan yang terpenting merancang keunggulan kampus masing-masing untuk menarik mahasiswa baru,” ucap Nadiem antusias.

Dalam acara peluncuran IISMA, Mendikbudristek, bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktur Beasiswa LPDP, serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, juga turut hadir para direktur di lingkungan Ditjen Dikti, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Duta Besar negara sahabat maupun perwakilannya, para rektor perguruan tinggi di Indonesia, serta pimpinan perguruan tinggi luar negeri.

“Saya senang menyambut saudara-saudara sekalian, terutama para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi mitra kita di Indonesia, meskipun secara daring. Saya berharap saudara-saudara dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi kami dan subpokja untuk memberikan pengalaman yang berharga untuk mahasiswa program sarjana kami,” tutur Nadiem.

Perguruan tinggi mitra yang terlibat pada 2021 mencapai 73 perguruan tinggi dari 31 negara. Ke depan, Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus mewujudkan pendidikan yang memberi kesempatan masyarakat untuk ikut serta belajar dan berkembang.

IISMA adalah sebuah terobosan yang baik. Dukungan dari LPDP untuk program ini meliputi hampir semua pembiayaan yang dibutuhkan mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Selebihnya, mahasiswa hanya perlu berusaha gigih agar lolos seleksi sehingga bisa diterima di program ini.

Selain uang pendaftaran dan SPP yang akan diberikan langsung ke perguruan tinggi mitra, LPDP juga menyediakan biaya perjalanan PP kelas ekonomi dari kota asal ke kota tujuan belajar, biaya hidup bulanan di negara tujuan sesuai ketentuan LPDP, serta asuransi kesehatan selama mengikuti program, termasuk juga biaya untuk tes PCR terkait pemeriksaan Covid-19, sebelum berangkat ke negara tujuan dan saat kembali ke Indonesia, kemudian juga biaya penerbitan visa, dan pendanaan atas keadaan darurat (yang mungkin terjadi) secara kolektif.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dan mahasiswa yang tertarik dapat mengakses https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/announcement/8 atau https://beasiswa.kemdikbud.go.id/

Pendaftaran dibuka secara daring pada 11 Mei hingga 22 Mei 2021. Keberangkatan ke perguruan tinggi tujuan direncanakan pada September 2021.

 

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari