Bahasa | English


DANA DESA

Pagebluk belum Usai, Rakyat Dapat Dana Tunai

19 April 2020, 08:04 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengalokasikan dana Rp22,4 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sebelum puasa dana harus sudah tersalurkan.


Pagebluk belum Usai, Rakyat Dapat Dana Tunai Petani merawat tanaman Labu untuk dijadikan destinasi agrowisata di Desa Tambak Baya, Lebak, Banten, Kamis (5/3/2020). Pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp1,3 triliun per 19 Februari 2020 dengan rata-rata alokasi dana per desa mencapai Rp960 juta, guna memperkuat ekonomi desa yang diarahkan pada sektor produktif seperti desa wisata, pasca-panen, dan industri kecil. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan kabar baik, Selasa (14/4/2020). Lewat video telekonferensi dengan sejumlah media dia menyebut bahwa kementeriannya akan menyalurkan dana sebesar Rp22,4 triliun untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pagebluk Covid-19.

Alokasi dana itu diambil dari 31 persen alokasi dana desa sebesar Rp72 triliun. Payung hukum penggunaan dana desa untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) diatur dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020. Penggunaan dana desa untuk BLT ini merupakan revisi atas Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

Alokasi dana untuk masing-masing desa berbeda. Berdasarkan Permendes 6 Tahun 2020 itu disebutkan untuk desa yang menerima dana desa kurang dari Rp800 juta, bisa mengalokasikan maksimal 25 persen dari dana desanya untuk BLT.

Desa yang menerima dana desa Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar bisa mengalokasikan 30 persen dana desanya untuk BLT. Sedangkan desa yang mendapat dana desa lebih dari Rp1,2 miliar bisa mengalokasikan maksimal 35 persen untuk BLT.

Dana BLT itu nantinya akan disalurkan kepada masyarakat desa yang terkena dampak langsung pagebluk corona. Tak semua orang yang tinggal di desa bisa mendapat dana bantuan ini. Ada sejumlah syarat yang dipatok. Mereka yang masuk data akan menerima dana Rp1,8 juta per keluarga selama tiga bulan atau Rp600 ribu per bulan.

“Alokasi BLT mencapai Rp22,4 triliun bagi 12.487.646 keluarga miskin penerima manfaat,” ujar Abdul Halim dalam video konferensi di Jakarta, Selasa (17/4/2020).

 

Foto: IndonesiaBaik

 

Kerahkan Relawan

Namun angka itu masih dinamis, bisa bertambah atau berkurang. Untuk memastikan, Kemendes PDTT akan mengerahkan relawan desa tanggap Covid-19 yang sudah terbentuk.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi (Balilatfo) Kemendes PDTT Eko Sri Haryanto, hingga Minggu (5/4/2020) ada 4.556 desa yang sudah membentuk relawan desa tanggap Covid-19.

Angka itu terbilang sangat kecil. Sebab, jumlah desa di seluruh Indonesia saat ini mencapai 74.953 buah. Artinya, desa yang sudah ada relawannya itu baru 6% dari jumlah total desa yang ada. Di 4.556 desa itu, kata Eko, sudah ada 558.205 orang relawan.

Para relawan ini nantinya mendata. Data itu dibawa ke musyawarah desa untuk kemudian divalidasi. Data yang sudah divalidasi akan disahkan kepala desa untuk diteruskan ke camat dan bupati/wali kota.

Waktu penetapan datanya tak bisa lama-lama. Dalam aturan itu penetapan dipatok paling lama lima hari waktu kerja setelah pengesahan.

Halim meminta penyaluran BLT itu sudah bisa dilakukan sebelum memasuki Ramadan. Penyalurannya dilakukan nontunai atau ditransfer ke rekening bank. Saat ini, menurut Abdul Halim, pihaknya sudah meminta BRI dan Bank Mandiri agar bisa memfasilitasi mereka membuka rekening. "Sistem ini untuk menghindari fitnah," katanya.

 

Dana yang disiapkan                                                                       Rp 22,4 triliun

Perkiraan jumlah penerima                                                         12.387.646 orang

 

Kriteria penerima

1. Keluarga yang kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan

2. Belum mendapat program keluarga harapan (PKH)

3. Belum mendapat Bantuan Pangan Nontunai (BPNT)

4. Belum mendapat kartu prakerja

5. Mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis

 

Nilai bantuan: Rp600 ribu/keluarga

Lama bantuan: tiga bulan (April hingga Juni 2020)

Penyaluran melalui BRI dan Bank Mandiri

 

 

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto/Elvira
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Dana Desa
LawanCovid19
Pemerintah Daerah
Layanan Terpopuler
Cara Dapatkan Bantuan Pemerintah untuk UKM
Calon penerima Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM) adalah mereka yang tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). ...
Bantuan Modal bagi Wirausaha Muda
Bantuan ini diperuntukkan bagi wirausaha muda yang bergerak di sektor industri kuliner, pariwisata, pendidikan, maupun industri kreatif. ...
Menjaga Penyaluran Tepat Sasaran
Jika calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tetapi belum terdaftar oleh RT/RW, maka bisa langsung menginformasikannya ke aparat desa. ...
Begini Cara Sekolah Menjaring Penerima Kuota Internet Gratis
Kemendikbud mendapat anggaran tambahan Rp7,2 triliun untuk subsidi kuota internet selama September-Desember 2020 guna mendukung penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). ...
Tata Cara Dapatkan Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Ekonomi Kreatif
Bantuan infrastruktur ekonomi kreatif tak hanya ditujukan bagi komunitas ekonomi kreatif, melainkan juga pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga desa, serta lembaga adat. ...
Kapan dan Bagaimana Tes Swab Dilakukan
Tes swab memiliki akurasi yang lebih tepat untuk mendeteksi infeksi akibat virus corona. Waktu yang dianjurkan untuk melakukan tes swab adalah dua hari setelah seseorang dalam kondisi tertentu menderi...
Tata Cara Pencairan Bantuan Pesantren Terdampak Covid-19
Yang terpenting, petugas pencairan bantuan tersebut harus membawa Surat Pemberitahuan dari Kementerian Agama bahwa pesantren miliknya adalah penerima bantuan di masa Covid-19. ...
Satu Akun untuk Pantau Pergerakan Limbah B3
Aplikasi Festronik 2020 merupakan aplikasi yang terus dimutakhirkan agar limbah B3 yang diangkut sampai kepada pengelola akhir terdeteksi dengan baik ...
Kiat Menghindari Wabah di Kantor
Munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari pemukiman atau bahkan dalam perjalanan menuju kantor. ...
Klaim Biaya Penanganan Covid-19 di Rumah Sakit
Klaim biaya penanganan Covid-19 berlaku bagi rumah sakit rujukan PIE dan rumah sakit yang sesuai ketentuan. ...