Bahasa | English


PT INKA

Kereta Ekspres Banyuwangi Masuk Jalur Ekspor

26 September 2019, 11:37 WIB

PT Inka dan Stadler Rail meneken perjanjian membangun industri kereta api di Banyuwangi. Investasinya Rp3 triliun. Kehadiran Stadler menambah kekuatan PT Inka untuk mengekspor kereta melalui Banyuwangi.


Kereta Ekspres Banyuwangi Masuk Jalur Ekspor Model kereta Swiss Syadler Rail yang bisa dibikin di Banyuwangi. Foto: Staubli

Mengejar tenggat masa  tugasnya di Kabinet Kerja, yang tinggal tersisa tiga pekan lagi, Menteri Negara  (Meneg) BUMN Rini Soemarno terbang ke Bern, Swiss. Bersama delegasi PT KAI (Kereta Api Indonesia) dan PT INKA (Industri Kereta Api),  Menteri Rini Soemarno ingin memastikan bahwa kerja sama dengan Swiss Stadler Rail, membangun industri kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur, terealisasi tahun 2020.

Penjajakan sudah dilakukan cukup lama. Bahkan, Peter Sphuler, pemilik saham mayoritas dan sekaligus Executive Chairman Swiss Stadler Rail, telah berkunjung dan berembug dengan Menteri Rini Soemarno di Jakarta pada awal Maret silam. Sebagai tindak lanjutnya, perjanjian kerja sama tiga pihak (PT Inka, PT KAI, dan Swiss Stadler Rail) itu diteken di Bern, Sabtu lalu (21/9/2019).

Perjanjian itu ditandatangani Dirut PT Inka Budi Noviantoro dan Exrcutive Chairman Swiss  Stadle Rail Peter Sphuler. Menteri Rini Soemarno dan Duta Besar RI untuk Swiss Mulyawan Hadad ikut hadir menyaksikan acara tersebut di Markas Swiss Stadle Rail di Bern.

Dalam kesepakatan itu disebutkan, Stadler Rail dan PT Inka akan membangun perusahaan patungan di Banyuwangi. Produksinya berupa kereta api lintas provinsi (regional), light rail vehicle dan kereta dalam kota (Metro). Investasinya  USD210 juta, sekitar Rp3 triliun. Pembangunan pabrik akan  dimulai 2020 dan PT Inka telah menyiapkan lahan 83 hektar, dengan akses khusus  ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejauh 3 km. Kapasitas produksi 250 unit per tahun, tapi akan naik ke 1.000 unit per tahun setelah 2030.

Seraya sarana pabriknya dibangun, perusahaan patungan ini  akan melakukan rekrutmen pekerja lokal. Selain menjalani pelatihan teknis terkait industri kereta api, para pekerja domestik juga akan mengikuti traning guna beradaptasi dengan budaya kerja Stadler Rail, yang memang akan diadopsi ke Banyuwangi. Tahap selanjutnya, tenaga-tenaga ahli Swiss akan didatangkan dan bekerja sama dengan staf domestik. Pekerja Swiss itu akan kembali ke negerinya setelah para mitra Indonesianya terampil mengoperasikan keseluruhan rantai industri.

Pada tahap awal, industri kereta Banyuwangi ini tentu  akan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, terutama untuk jenis kereta yang belum bisa (atau belum ekonomis) untuk diproduksi oleh industri  PT Inka  di Madiun. Setidaknya, akan ada kerja sama yang saling mengisi  antara Madiun dan Banyuwangi. Namun, industri inii juga dibangun untuk mengisi pasar Asia, Pasifik, dan Afrika.

PT Inka sendiri, sebagai BUMN yang berdiri 1981 dengan memanfaatkan bengkel dan fasilitas Jawatan Kereta Api (kini PT KAI), sudah berkiprah secara regional. Setelah memenangkan tender pada 2017, PT Inka mulai mengirim kereta api ke Bangladesh sejak awal 2019 ini. Kontraknya senilai USD100.9 juta untuk 250 unit kereta api dengan berbagai jenis.

Januari lalu, PT Inka mengapalkan 50 unit kereta tipe MG (Meter Gauge) ke Pelabuhan Citaggong. Juli lalu 26 unit jenis Broad Gauge (BG), dan di awal September ini tambahan 22  unit lagi. Targetnya, 200 kereta akan dikirim tahun 2019 ini.

PT Inka pun memenangkan kontrak USD51,7 juta pada 2018 dari Phillipine National Railways, berupa 6 unit DMU (Diesel Multiple Unit), 3 unit lokomotif dan 15 unit gerbong penumpang. Ke Malayia, PT Inka menjual power generating car (PGC), well wagon ke Singapura, dan sejumlah blizzard center sills ke Australia. Untuk pasar domestik, PT Inka sedang menyiapkan 438 unit kereta LRT yang akan bergerak di Jakarta-Bogor-Bekasi-Depok.

Kini PT Inka bukan industri kelas bengkel lagi. Manajemen PT Inka yakin bahwa target penjualan Rp3,75 triliun pada 2019 bisa tercapai. Per Agustus lalu, PT Inka telah membukukan angka  penjualan Rp2,43 triliun, 86 persen dari target. Target 2020 dipastikan melampaui sasaran 2019.

Lahir sebagai anak bawang di industri perkeretaapian, Inka sempat menerima sentuhan ‘’Bapak Teknologi Indonesia” BJ Habie. Atas perjuangan Profesor BJ Habibie, muncul kebijakan semua kereta api impor harus datang sebagai barang terurai dan dirakit di PT Inka Madiun. Para teknisi dan insinyur PT Inka belajar dari proses itu. Sebagai Menristek, BJ Habibie juga mengirim anak-anak muda belajar ilmu rekayasa dan mesin kereta api di pertengahan 1980-an hingga 1990-an.

Dari sanalah muncul tenaga-tenaga terampil dan mengguasai perkeretaapian. Mereka yang kini menjadi masinis di PT Inka dan punya kepercayaan diri untuk berkiprah di industri perkeretaapian. Salah satu hasil karya mereka dipajang di gerbang Indonesia, yakni Bandar Udara Soekarto-Hatta (Soetta). Kereta listrik ekspres rute Bandara Soetta – Stasiun Manggarai adalah produksi Inka, satu-satunya industri kereta api di Asia Tenggara.

Tak heran bila rombongan Menteri Rini Soemarrno itu datang ke markas Swiss Stadler Rail juga dengan penuh percaya diri untuk menjalin kesepakatan kerja sama secara setara. Dengan penguatan teknologi Stadler Rail, PT Inka yakin bahwa pihaknya lebih banyak lagi membawa kereta ekspres asal Indonesia ke jalur ekspor. Apalagi, ke depan adalah era moda transportasi massal akan lebih banyak bicara. (P-1)

Industri
PT INKA
Narasi Terpopuler
Trans-Sumatra, Ruas Pertama Tol di Serambi Mekah
Ruas pertama jalan tol segera beroperasi di Aceh. Panjang Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) akan mencapai 672 km. ...
Antisipasi Amukan Si Jago Merah di Lahan Hutan
Musim kemarau tiba. Presiden mengingatkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Beberapa langkah telah dilakukan. ...
Bisnis Teknologi Finansial, Tumbuh Bagai Cendawan di Musim Pandemi
Bisnis teknologi finansial tumbuh berkat kepercayaan yang baik pada industri ini. Pemerintah memberikan dukungan. Ekonomi digital bisa mendongkrak ekonomi nasional 10 persen. ...
Jakarta Merona Jingga, Surabaya Merah Menyala
Zona hijau dan kuning meningkat dari 226 (44 persen) menjadi 300 (58 persen) kabupaten/kota. Sejumlah kota besar kesulitan keluar dari zona merah atau jingga. Protokol kesehatan tak boleh ditawar. ...
Agar Konsumen Tenang Belanja Online
Pada 2019, jumlah aduan terkait perdagangan dengan sistem elektronik melonjak ke 1.518 kasus. Banyak kasus lain yang tak dilaporkan. Transaksi dengan sistem elektronik rawan penipuan. ...
Pendirian Teguh Indonesia Sikapi Aneksasi Israel
Indonesia sejak awal menolak keras rencana pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk mengklaim wilayah di Tepi Barat sebagai milik Israel. ...
Kakak Asuh Mengawal UMKM di Pasar Digital
Sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilibatkan dalam pengembangan Pasar Digital (PaDi) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Platform ini akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. ...
Jadi Anggota Dewan, Indonesia Miliki Peluang Strategis
Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap dalam Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau The United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) untuk masa tiga tahun mulai ...
Agar Semua Pulih di Kuartal IV
Ekonomi global diprediksi baru pulih pada 2021 dengan syarat didukung oleh berbagai langkah stimulus. Indonesia bisa pulih lebih cepat. ...
Perangi Infodemi di Tengah Pandemi
Ada seruan perang melawan infodemi dari Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Efeknya bisa memicu kekerasan dan memecah belah komunitas. Nama besar Bill Gates dan peraih Nobel Profesor Tasuku Honjo...