Bahasa | English


INFRASTRUKTUR

NIY, Menyongsong Ledakan Wisman di Yogyakarta

31 August 2019, 09:25 WIB

Pada Desember 2019, Kota Yogyakarta akan memiliki sebuah bandara baru yang kapasitasnya sepuluh kali lipat lebih dari Bandara Adi Sucipto. Targetnya, ada penerbangan langsung dari luar negeri menuju kota gudeg itu.


NIY, Menyongsong Ledakan Wisman di Yogyakarta Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (29/8/2019). Foto: Biro Pers Kepresidenan RI

Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan wisata. Kota pelajar ini banyak didandani. Infrastruktur transportasi merupakan salah satu fokus pemerintah.

Presiden Jokowi baru-baru ini meninjau pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New International Yogyakarta/NIY) yang terletak di Kabupaten Kulon Progo. Presiden melihat langsung proses pembangunan yang hampir rampung. Khususnya untuk penumpang internasional.

Bandara dengan luas 219 ribu meter persegi itu diperkirakan dapat melayani sekitar 20 juta penumpang setiap tahunnya. Sebelum bandara ini dibangun, para penumpang tujuan Yogyakarta menggunakan Bandara Adi Sucipto yang hanya mampu menangani penumpang 1,8 juta setahun.

Dengan hadirnya bandara baru ini tidak salah jika pemerintah berharap kunjungan wisatawan ke Yagyakarta akan semakin meningkat.

Bandara Internasional Yogyakarta dan terminalnya tersebut nantinya juga akan terhubung dengan sejumlah moda transportasi yang akan semakin memudahkan para pengguna layanan. Terminal yang ditinjau presiden kali ini juga ditargetkan untuk dapat diselesaikan dan beroperasi pada akhir Desember 2019.

Bandara Kulon Progo mencapai 74%. Menurut Kepala Negara, pembangunan bandara tersebut direncanakan selesai pada Desember mendatang. Bandara bakal terkoneksi juga dengan kereta yang pembangunannya rampung Maret 2020.

Bandara Kulon Progo akan terkoneksi dengan jalan tol. Hanya saja, dia belum bisa memastikan rencana pembangunan jalan tol menuju bandara tersebut.

Tiga tahun terakhir (2015-2017) tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta meningkat secara signifikan. Data Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyebutkan pada 2015 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogya sebanyak 3.250.681. Di mana pada 2016 sebanyak 3.547.352 yang terdiri dari wisatawan nusantara (wisnus) 3.150.834 dan wisatawan mancanegara (wisman) 396.518. Pada 2017 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 3.894.771 yang terdiri dari wisnus 3.459.116 dan wisman 435.655.

Sedangkan data 2018, dari Januari hingga Juni terus mengalami kenaikan. Tercatat pada Januari 2018 total wisatawan 261.153 yang terdiri dari wisman 11.718 dan wisnus 249.434. Hingga Juni tercatat total 1.859.888 yang terdiri dari wisman 113.993 dan wisnus 1.745.895.  

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta (Dinpar) juga bekerja sama dengan kampung wisata yang ada di Yogyakarta sebagai wisata alternatif. Sebanyak 17 kampung wisata binaan dinas pariwisata diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi daerahnya masing-masing, dan Dinpar Kota Yogyakarta akan membantu di bidang promosinya.

Dengan tingkat kunjungan yang semakin meningkat, Yogyakarta membutuhkan dukungan. Bandara internasional hanyalah salah satunya. Penataan wilayah dan ketersediaan hotel dan akses menuju tempat wisata juga sangat dibutuhkan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan kenyamanan pendatang. Sebab pada dasarnya wisatawan bukan hanya datang untuk mengunjungi objek-objek fisik belaka. Tetapi yang juga sangat penting adalah menikmati sebuah keadaan yang membuat mereka merasakan sesuatu yang lain. (E-1)

Infrastruktur
Narasi Terpopuler
Dari Riyadh, Roma, lalu Labuan Bajo
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara G-20 menyepakati penundaan pembayaran utang negara berkembang. Di antara Negara G-20, kinerja ekonomi Indonesia terbaik kedua setelah Tiongkok. ...
Simulasi Dahulu, Vaksinasi Kemudian
Keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas tertinggi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Untuk itu sejumlah tahapan ilmiah tengah dilakukan pemerintah dan wajib untuk diikuti. ...
Sukuk Hijau, Investasi dan Kontribusi bagi Lingkungan
Sukuk hijau atau green sukuk merupakan Surat Berharga Negara (SBN) syariah pertama di dunia yang mengedepankan konsep program pembiayaan untuk proyek-proyek ramah lingkungan. ...
Di Sana-Sini Masih Menjadi-Jadi
Kasus Covid-19 di dunia masih melonjak-lonjak. Sebagian Eropa lockdown. Di Benua Amerika pekan kedua November Covid-19 melesat 41%. Di Asia Selatan-Tenggara telah melandai. ...
Pertanian Tumbuh Subur, Ekspor Moncer
Kinerja ekspor membuat neraca perdagangan kembali mencetak surplus besar pada Oktober 2020 mencapai USD3,61 miliar ...
Perlu Tindakan, tak Cukup Imbauan
Presiden Joko Widodo minta aparat melakukan tindakan hukum bila terjadi kerumunan. Efek long weekend sangat nyata pada penularan Covid-19. Di Jateng positivity rate langsung naik dari 13,5% ke 17,4%. ...
Menuju Kawasan Damai, Stabil, Sejahtera
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Regional Asean+ akan memberi ruang ekspor dan investasi yang lebih besar. Asean+ ini mewakili 30 persen ekonomi dunia. ...
Tekfin Melejit di saat Sempit
Industri teknologi finansial (tekfin) di Indonesia diprediksi akan tumbuh paling kencang di Asean dalam lima tahun ke depan. Perlu regulasi yang terintegrasi untuk menekan risiko. ...
Joglo Semar Berurat Nadi Jalan Beton
Ruas tol Bawen-Yogyakarta dipastikan dibangun pada 2021. Di akhir 2023 diharapkan dua ruas tol, yakni dari arah Semarang dan Solo, akan bertemu di Gamping, Yogyakarta Barat. ...
Industri Mebel Bising Kembali
Kendati permintaan dalam negeri belum sebaik pasar ekspor, industri mebel Indonesia siap memenuhi perubahan pola konsumen di masa adaptasi kebiasaan baru. ...