Bahasa | English


PERINGKAT INVESTASI

PT PELINDO II Naik Peringkat

12 June 2019, 00:00 WIB

IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan.


PT PELINDO II Naik Peringkat Kegiatan bongkar muat peti kemas di salah satu pelabuhan yang dikelola IPC Terminal Peti Kemas. Foto: Dok. IPC TPK

Review Standard and Poor's (S&P) menyebutkan profile kredit IPC membaik dari BB+ menjadi BBB-. Dalam dunia investasi, peringkat BBB- dikategorikan sebagai peringkat investment grade (layak investasi).

Peringkat utang PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC juga  meningkat, seiring dengan naiknya peringkat utang jangka panjang Indonesia versi lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P). Berdasarkan review S&P, profile kredit IPC membaik dari BB+ menjadi BBB-. Dalam dunia investasi, peringkat BBB- dikategorikan sebagai peringkat investment grade (layak investasi).

S&P merevisi penilaian atas stand-alone credit profile (SACP) IPC dari BB+ menjadi BBB-. Penilaian ini berdasarkan pandangan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang lebih stabil akan mendukung perusahaan-perusahaan seperti PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC dalam meningkatkan pendapatan dan menekan gejolak arus kas (cash flow) mereka.

Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya mengapresiasi penilaian yang disematkan S&P terhadap IPC. Menurutnya kenaikan peringkat utang IPC ini menandakan kepercayaan investor global terhadap pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dilaksanakan IPC. Salah satunya pembangunan Terminal Kijing di Kalimantan Barat, untuk meningkatkan konektivitas nasional.

Dalam penilaiannya, S&P menyebut ekonomi Indonesia secara konsisten mengungguli negara-negara lain dengan tingkat pendapatan yang serupa. Lembaga ini optimistis dengsn kebijakan Indonesia yang stabil dan pengaturan fiskal yang hati-hati, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap kuat di tahun-tahun mendatang.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, dan Tanjung Pandan.

Selain itu, IPC memiliki 17 (tujuh belas) anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia Tbk., KSO TPK Koja, serta PT Pelabuhan Indonesia Investama.

Pelabuhan Baai

Perlu diketahui, belum lama ini Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC  berencana untuk mengalokasikan dana investasi hingga Rp1 triliun untuk pembenahan Pelabuhan Baai. Pelabuhaan Baai merupakan pelabuhan yang memiliki lahan terluas di mana luasnya dua kali lipat dari Pelabuhan Tanjung Priok yakni seluas 1.300 hektare. Namun pengembangan pelabuhannya belum maksimal sehingga angkutannya pun masih kecil-kecil.

Ada empat strategi yang akan dilakukan guna meningkatkan produksi di Pelabuhan Baai, di antaranya, memgembangkan fasilitas ekspor CPO, fasilitas ekspor batu bara, fasilitas terminal petikemas, dan fasilitas karantina hewan, serta digitalisasi. Tidak hanya itu, untuk menghidupkan Pelabuhan Baai, Pelindo II juga tengah menjadi inisiator untuk menggandeng pemerintah terkait untuk mengembangkan kawasan ekonomi khusus di area pelabuhan. 

Pelindo II sedang mempersiapkan rencana KEK ini. Jika terealisasi KEK Pelabuhan Baai akan berdiri di atas lahan kurang lebih seluas 413 hektare dari total luas arean 1.300 hektare tersebut. Pembenahan fasilitas diperkirakan akan memakan biaya hampir Rp 1 triliun. Sementara untuk KEK, Pelindo II menganggarkan nilai investasi hingga ultimed senilai Rp500 miliar.

Kontribusi Pelabuhan Baai hingga saat ini masih terbilang kecil terhadap total pendapatan Pelindo II. Saat ini kontribusinya belum sampai 10%, namun jika semua sudah terealisasi, Pelabuhan Baai bisa menjadi kontributor terbesar atau memberi kontribusi lebih dari 20% dari total keseluruhan pendapatan Pelindo II. (E-2)

Ekonomi
Infrastruktur
Perairan
Narasi Terpopuler
E-Wallet Kian Tebal di Tengah Pandemi
Sepanjang Januari 2020, aktivitas pembayaran digital mencapai lebih 457 juta transaksi dengan valuasi sekitar Rp15,87 triliun. ...
Penting Menjaga si Pelindung Pantai
Moratorium dan konservasi hutan mangrove berguna sebagai mitigasi bencana. Mangrove mampu mengurangi dampak terjangan tsunami ke daratan. ...
Silaturahmi Lebaran dengan Normal Baru
Hal-hal yang sebelumnya mungkin kita anggap tak lazim dan tak pernah terpikirkan. Tapi perubahan harus kita terima, mau tak mau. ...
Melonggarkan Karantina dan Herd Immunity
Pelonggaran pembatasan fisik di tengah ancaman virus Covid-19 selalu bertolak dari sejumlah indikator perbaikan kesehatan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. ...
Mengusung Sarinah Kembali ke Khittah
Renovasi akan segera dilakukan atas gedung Sarinah dan akan selesai Mei 2021. Restoran Mc Donald’s pergi. Pembaharuan dilakukan agar Sarinah bisa terus bersaing, dengan tak meninggalkan nilai se...
Jalan Cepat Memangkas Antrean
Pemakaian tes cepat molekuler (TMC) untuk Covid-19 praktis, cepat, dan berguna untuk memangkas antrean pasien. Ada 305 faskes yang siap mengoperasikan. Tapi, pasokan cartridge terbatas di tengah pande...
Tangkap Peluang Relokasi Pabrikan Amerika dari Tiongkok
Pemerintah menyediakan lahan seluas 4.000 hektare untuk menampung relokasi pabrik AS dari Tiongkok. Lokasi industri tersebut berada di Jawa Tengah. Brebes siap. ...
Selamatkan Satwa dari Dampak Covid-19
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan siap memasok kebutuhan pakan dan obat-obatan bagi satwa di 81 lembaga konservasi berizin di Indonesia selama pandemi Covid-19. ...
Pesan Terbuka di Balik Angka-Angka
Kapasitas diagnosis molekuler meningkat empat kali lipat. Pasien yang positif Covid-19 cenderung susut, dari 10,7% ke 8,86%. Namun, antrean pasien yang harus menjalani diagnosis tambah panjang. ...
Geraknya Mendatar tapi Potensinya Masih Besar
RUU Minerba telah disinkronkan dengan RUU Cipta Kerja sesuai dengan keinginan pemerintah. ...