Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PEMBAYARAN NONTUNAI

Transaksi Tinggal Tempel atau Klik

Monday, 4 March 2019

Dunia pembayaran digital berkembang dengan sangat cepat. Masyarakat Indonesia dengan mudah menyesuaikan diri untuk menggunakannya. Diperlukan aturan untuk menjaga keamanan transaksi dan data.


Transaksi Tinggal Tempel atau Klik Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Dunia digital berkembang pesat. Begitupun di sektor keuangan. Berbagai produk pembayaran digital baik yang berbasis server maupun berbasis chipset kini mulai akrab digunakan masyarakat.

Kita mengenal layanan seperti e-Money, Brizzi, atau Flash sebagai produk pembayaran berbasis chipset. Selain itu kita juga mengenai T-Cash, Gopay, dan Ovo sebagai produk pembayaran berbasis server. Masyarakat perkotaan yang akrab dengan perkembangan digital sudah mulai menikmati berbagai layanan tersebut.

Tinggal lagi pemerintah dan BI dituntut untuk membuat aturan agar industri ini bisa berkembangan maksimal. BI sendiri sudah merilis aturan yang terkait ekonomi digital sejak 2016. Namun aturan itu akan terus disempurnakan seiring dengan perkembangan yang semakin cepat.

Fokusnya untuk memberikan perlindungan data pengguna dan aturan dalam menjalin kerja sama berbagai lembaga. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan BI (PBI) pemrosesan transaksi pembayaran pada 2016; National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) yang dirilis pada sebagai standar nasional teknologi chip kartu ATM dan/atau kartu debit di 2017; PBI Gerbang Pembayaran Nasional di 2017; dan, PBI Uang Elektronik pada 2018.

Dalam membuat aturan, BI menjadikan Payment Services Directive 2 dan General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa sebagai acuan. Beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran adalah pertukaran informasi yang fokus pada konsumen; menggunakan teknologi dalam pertukaran informasi; memperhatikan keamanan nasional perihal data pengguna; serta, mengatur kepemilikan, akses, dan lokalisasi data.

BI juga mendorong produk pembayaran digital agar bekerja sama dengan perbankan. Bank-bank juga didorong untuk lebih adaptif dalam melayani kebutuhan konsumen di era digital.

Dari ini akan dirumuskan standarisasi industri pembayaran digital. Standardisasinya bukan hanya perihal teknologi kode Quick Response (QR) maupun keamanan, tetapi juga data. Sebab, BI ingin bank juga mendapat data tentang penggunaan uang di fintech.

Intinya adalah bagaimana perlindungan terhadap data nasabah agar tidak digunakan sembarangan. Dalam dunia digital, data konsumen merupakan aset yang sangat mahal. Fungsi pemerintah dan BI adalah bagaimana memastikan data tersebut tidak diselewengkan.

Meski dari sisi aturan masih terus disempurnakan, pertumbuhan industri pembayaran digital ini cukup luar biasa. BI sendiri mencatat ada 36 produk pembayaran digital baik yang berbasis server maupun chipset. Masyarakat sendiri kini mulai terbiasa menggunakan kedua produk tersebut. Sebagai contoh, pembayaran tol semua sudah menggunakan pembayaran digital.

Di gerai-gerai parkir maupun berbagai merchant, mekanisme pembayaran digital ini terus diperkenalkan. Dengan cepat masyarakat Indonesia menyerapnya. Diperlukan regulasi yang lebih seksama agar perkembangan kebutuhan masyarakat berjalan seiring dengan tingkat keamanannya.

Ada dua pihak yang mengoperasikan sistem pembayaran digital ini. Pertama adalah pihak pengembang sistem. Dan kedua pihak perbankan. Saat ini pengembang sistem memang bisa menjalankan sendiri produknya. Namun, BI mengharapkan ke depan, semuanya bisa bekerja sama dengan perbankan.

Bank-bank BUMN, misalnya, kabarnya akan menyatukan produk mereka dalam sebuah sistem yang dikembangkan Telkomsel. Produk yang sebelumnya dikenal dengan T-Cash, akan diubah menjadi Link-Aja. Jika tadinya T-cash adalah produk turunan dari Telkomsel, kini LinkAja bernaung di bawah perusahaan sendiri. (E-1)

Layanan
Narasi Terpopuler
Pengembangan Blok Masela yang Lama Terjeda
Isu pengembangan blok Masela sudah lama tak terdengar. Berbagai kendala menghadap laju proyek ini. Investor pun diingatkan untuk memperbarui komitmennya, jika tak ingin dibatalkan. ...
Infrastruktur Mulus Dukung Mudik Lancar
Animo masyarakat melakukan mudik lebaran kali ini lebih besar dari pada tahun sebelumnya. Infrastruktur yang memadai memungkinkan mudik melalui jalur darat kian menjadi primadona. ...
Indeks Pembangunan Manusia Terus Meningkat
IPM Indonesia 2018 di atas 70 tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan manusia Indonesia masuk kategori tinggi. ...
Mobilitas Pemudik Kembali ke Asal
Pemerintah sudah mengantisipasi ritual mudik tahunan ini sejak jauh-jauh hari. ...
Tiga Kades di Ajang Internasional
Tiga kepala desa (kades) mewakili pemerintah tampil di forum internasional. Standing aplaus pun diberikan oleh peserta yang hadir seusai presentasi. Mereka bercerita soal manfaat dana desa dan pengelo...
Penggunaan Panas Bumi Terus Digenjot
Bangsa ini patut berbangga karena negara ini tercatat sebagai pengguna listrik panas bumi terbesar ke-2 di dunia, setelah Amerika Serikat. ...
Rajawali Bandung Terbang Mendunia
Dalam versi militernya, CN-235-220 dan NC-212i andal sebagai penjaga pantai, ngarai, dan  medan bergunung-gunung. Mampu beroperasi siang atau malam dalam segala cuaca. Reputasinya diakui dunia in...
Calon Ibu Kota itu di Gunung Mas atau di Bukit Soeharto
Calon ibu kota negara sudah mengerucut ke dua pilihan, yakni Gunung Mas (Kalimantan Tengah) dan Bukit Soeharto (Kalimantan Timur). Namun sinyal kuat sudah menunjuk ke Gunung Mas. ...
Penggunaan Biodiesel Semakin Meluas
B100 itu merupakan biodiesel dengan kandungan 100% bahan bakar nabati. ...
Indonesia Tak Lagi Ekspor Coklat Mentah
Indonesia telah menjadi penyuplai bahan baku kakao terbesar ketiga di dunia.  Dan Indonesia adalah negara unggulan eksportir barang jadi produk untuk kakao. ...