Bahasa | English


PERMAINAN TRADISIONAL

Serunya Bermain Congklak

4 January 2019, 09:07 WIB

Tergerus zaman, berbagai permainan tradisional ditinggalkan dan terganti oleh permainan modern. Tak jarang, congklak, dan permainan tradisional lainnya dianggap kuno. Tetapi, tahukah kalau permainan congklak juga syarat akan nilai pendidikan karakter yang baik bagi generasi penerus bangsa?


Serunya Bermain Congklak Permainan tradisional congklak. Sumber foto: Wordpress

Permainan tradisional berangsur-angsur mulai ditinggalkan karena pergeseran zaman. Teknologi yang semakin canggih membuat banyak orang lebih memilih memainkan gadgetnya. Mereka lupa, Indonesia memiliki begitu banyak permainan tradisional yang penuh dengan unsur kebudayaan. Bahkan, beberapa dari mereka tidak tahu satupun permainan itu. Congklak merupakan satu dari 2.600 permainan tradisional yang ada di Indonesia. Cnnindonesia.

Permainan ini memiliki banyak nama, di Jawa permainan ini familiar dengan sebutan dhakon. Congkak adalah sebutan yang berkembang di daerah Sumatra, sedangkan di Lampung permainan ini populer dengan nama dentuman lamban. Dalam bahasa arab, congklak disebut mancala, dalam bahasa Inggris ‘mancala’ memiliki makna ‘untuk bergerak’.

Permainan congklak telah lama berkembang di Asia, khususnya kawasan Melayu. Menurut sejarah, congklak pertama kali masuk dan berkembang di Indonesia dibawa oleh bangsa Arab yang datang untuk berdagang dan berdakwah. Arkeologi dan beberapa ahli percaya bahwa congklak berasal dari Timur Tengah lalu menyebar ke Afrika. Lalu, congklak berkembang hingga ke Asia oleh pedagang Arab. Banyak ahli yang menduga bahwa permainan congklak mungkin merupakan papan permainan tertua yang pernah ada di dunia. Budayajawa.id

Congklak dimainkan 2 orang yang berhadapan menggunakan papan yang terbuat dari kayu atau plastik dengan panjang 40-50 centimeter. Papan tersebut lengkap dengan 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang besar di kedua sisinya (kanan dan kiri). Masing-masing pemain dibagi tujuh lubang kecil dan satu lubang besar.

Nantinya lubang-lubang kecil diisi 5-7 biji yang terbuat dari kerang atau biji sawo, sedangkan lubang besar dibiarkan kosong, anggaplah lubang besar tersebut merupakan gudang penyimpanan pemain. Cara bermainnya sangat mudah, dua orang pemain bergantian untuk memilih satu lubang kecil miliknya untuk dipindahkan satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam, hingga biji yang di genggaman habis. Permainan akan berakhir ketika semua lubang kecil kosong, dan semua biji berada di lubang besar. Kemenangan ditentukan dari jumlah biji terbanyak yang berada di lubang besar masing-masing pemain.

Tak hanya asal bermain, anak yang suka bermain congklak jiwa dagang dan ketajaman berpikirnya akan terasah. Permainan congklak dapat merangsang kemampuan berhitung. Karena, dalam bermain congklak tentu penuh strategi, bagaimananya untuk menang dan memperoleh banyak biji.

Permainan congklak yang terlihat sederhana ini sebenarnya syarat akan nilai pendidikan karakter yang kuat. Selain mengasah otak, bermain congklak juga dapat mengajarkan jujur dan taat pada aturan yang berlaku. Karena, saat pemain menggenggam sejumlah biji di tangannya dan menjatuhkannya di setiap lubang, lawan main tidak benar-benar melihat berapa jumlah biji yang digenggam, dan apakah biji benar-benar dijatuhkan satu per satu atau tidak, atau malah lebih dari satu. Di sinilah kejujuran dilatih. Karena aturan main telah disepakati bersama, jadi sebisa mungkin pemain tidak curang dalam permainan.

Bermain congklak juga melatih kesabaran, karena pemain dibiasakan sabar menunggu gilirannya bermain. Ketika permainan selesai pun tidak ada yang bertikai mempermasalahkan yang menang dan kalah. Anak-anak biasanya menyelesaikan permainan dengan hati yang senang dan menerima kenyataan, siapapun pemenangnya.

Begitu banyak nilai dan pelajaran yang dapat diambil dari permainan congklak, bahkan, masih banyak nilai lain yang terkandung di dalam permainan tradisional tersebut. Ada baiknya, berbagai permainan tradisional yang ada di Indonesia dilestarikan. Seharusnya, anak-anak lebih bangga memainkan permainan tradisional dibandingkan dengan permainan atau game modern yang ada di gadget. Hal tersebut agar generasi penerus bangsa tetap memiliki karakter yang khas Indonesia. (T-1)

Ragam Terpopuler
Cap Go Meh Cita Rasa Nusantara
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor berlangsung meriah. Nuansa Cap Go Meh tak melulu pentas atraksi etnis Tionghoa, tapi sudah berbaur dengan atraksi kesenian nusantara. ...
100 Calendar of Events 2020
Ada ribuan acara budaya dan wisata yang akan terjadi di Indonesia. Namun pemerintah hanya menetapkan 100 acara sebagai acara nasional. ...
Mengejar Wisatawan Premium di 2020
Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebel...
Teka-teki Tagaril
Di tengah teka-teki tentang nama tokoh sejarah yang banyak disepakati sebagai pencanang Bandar Sunda Kelapa, ada satu petunjuk menarik tentang riwayat kelahirannya. ...
Sebuah Filsafat Perenialisme Tertua
Mpu Tantular sangat jauh melampaui zamannya. Jauh sebelum para filsuf Eropa membangun Masyarakat Teosofi di akhir abad ke-19 dan merumuskan Filsafat Perenial bagi publik Eropa di abad ke-20, Mpu Tantu...
Bangunan Bersejarah di Kompleks Kedutaan Besar Amerika
Sebuah bangunan tua tetap kokoh berdiri di kompleks kedutaan Amerika di Jakarta. Gedung ini dipugar oleh Kedubes AS dan dijadikan museum peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebuah destinasi bar...
Labuan Bajo, Go International
Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata. Tidak salah sekiranya kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional. ...
Bunga Teratai Raksasa di Tengah Danau
Bangunan raksasa itu jelas sengaja didirikan untuk melukiskan bunga teratai sebagai penghormatan terhadap Budha Maitreya. Borobudur ialah bangunan bunga teratai raksasa dari jutaan kubik batu and...
Kratom, Daun Dolar yang Masih Kontroversi
Tanaman Kratom menjadi tanaman unggulan petani di sejumlah wilayah di Kalimantan. Bahkan telah menjadi komoditi ekspor untuk wilayah tersebut. Namun pihak BNN akan mengeluarkan pelarangan. ...
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...