Bahasa | English


TARIAN SENI

Keunikan Ngalam dan Pertunjukan Tari Jaran Kepang

5 April 2019, 13:42 WIB

Bicara soal tari di Malang, selain Tari Topeng yang sudah terkenal di kancah nasional dan internasional. Ada pula tari yang sudah sangat familiar di antara masyarakat Malang sendiri, yaitu Tari Jaran Kepang. 


Keunikan Ngalam dan Pertunjukan Tari Jaran Kepang Tarian Jaran Kepang. Sumber foto: Pesona Indonesia

Malang tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata alam dan kulinernya yang bermacam-macam. Selain Bahasa Walikan yang unik, daerah yang dikelilingi oleh beberapa gunung ini mempunyai keragaman seni dan budaya yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Diantara lain adalah kesenian tari.

Jaran Kepang berasal dari dua kata yang berbeda, yaitu Jaran dan Kepang. Keduanya berasal dari Bahasa Jawa. Jaran berarti kuda, sedangkan Kepang berarti anyam atau bambu yang dianyam. Jaran Kepang merupakan sebuah pertunjukan yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki yang menunggang kuda pipih terbuat dari bambu dan telah diwarnai dengan cat. Pertunjukan ini biasanya dimainkan dengan iringan music gamelan.

Asal usul Jaran Kepang

Asal usul kesenian Jaran Kepang memang tidak tercatat dengan pasti di dalam sejarah. Namun kesenian ini memang berkembang dan banyak ditemukan di daerah Jawa. Di antara lain, Tulungagung, Kediri, Nganjuk dan sekitarnya. Wilayah-wilayah tersebut memang memiliki totem berupa hewan kuda.

Zaman dahulu, sebelum terpisahnya kegiatan manusia di hutan dan di desa. Jaran Kepang merupakan sebuah bentuk persembahan dalam kinerja animisme atau kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda. Manusia kala itu menggunakan jaran kepang untuk menyalurkan roh hewan yang sudah diburu.

Dengan adanya kemajuan peradaban, masyarakat Jawa menjadi lebih agraris. Sehingga adanya garis pemisah antara desa dan hutan. Hal tersebut memunculkan konstruksi keyakinan bahwa Jaran Kepang menjadi penyalur roh terhadap leluhur (arwah) sebagai wujud memohon perlindungan dan mengirim doa.

Bagi masyarakat agraris sebagai awal lahirnya Jaran Kepang memang dalam menjaga ketahanan dan kestabilan desa dalam hubungan manusia dan makhluk lainnya sering melakukan ritual. Masyarakat Jawa utamanya menganut ritual dalam wujud selamatan yang sering dilakukan dalam fase-fase penting pada kehidupan manusia. Sepertu kelahiran, tumbuh kembang seseorang bahkan kematian.

Salah satu selamatan yang cukup penting dalam kehidupan bermasyarakat adalah bersih desa sebagai perwujudan memohon doa dan keselamatan desa dari marabahaya. Selain itu bersih desa ditujukan kepada roh-roh penunggu desa. Dalam bersih desa seringkali menyuguhkan pertunjukan Jaran kepang.

Pada pertujukan Jaran Kepang, sebelum gebrak (pertunjukan) harus meminta ijin pada pepunden yang ada di lingkungan tersebut. Meminta ijin dalam istilah ini memberikan sesaji dan beberapa barang sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk memanggil roh leluhur yang ada di daerah tersebut untuk meminta ijin. Sehingga hal tersebut juga membuat pemain jaran kepang menjadi lebih mudah kerasukan atau kesurupan.

Jaran Kepang, Malang dan Manifestasi Ketuhanan

Salah satu daerah di Malang yang dianggap mempunyai banyak kelompok Jaran Kepang adalah Tumpang. Letak berada sekitar 20 km dari pusat Malang. Mereka seringkali mengadakan pertunjukan pada malam Jumat Legi yang dianggap malam dengan energi magis dari spiritualitas. Diawali dengan memberikan sesaji di daerah pepunden. Kemudian pada malam hari dimulai dengan suara gending-gending jawa. Gending jawa yang dimainkan dalam jaran kepang merupakan simbol dari puji-pujian terhadap Tuhan. Sementara pawang sedang membacakan mantra-mantra di belakang panggung.

Baik penari, pawang, dan peralatan Jaran Kepang memang didominasi oleh 3 warna yang khas, yaitu putih, merah dan hitam. Ketiganya menggambarkan tiga fase penting kehidupan manusia. Putih melambangkan kesucian sebagaimana bayi yang baru terlahir. Merah melambangkan bahwa setiap manusia akan mengalami permasalahan dan dinamika kehidupan. Dan hitam melambangkan bahwa setiap manusia nantinya akan menghadapi kematian.

Kemudian para penari mulai masuk dalam arena pertunjukan. Diikuti pawang yang menebarkan kemenyan di setiap sudut arena. Sebagai ucapan salam kepada seluruh hal-hal gaib yang ada di daerah tersebut. Selain itu juga sebagai pamujo kepada Yang Maha Kuasa. Prosesi tersebut menjadi awal mula dibukanya segala bentuk ruang spiritualitas. (K-IK)

Budaya
Seni
Ragam Terpopuler
Cartridge-nya Isi Ulang, Diagnosisnya Lima Menit
Dengan Abbott ID Now diagnosis Covid-19 dapat dilakukan dalam lima menit. Yang diidentifikasi DNA virusnya. Ratusan unit X-pert TM di Indonesia bisa dimodifikasi jadi piranti diagonis molekuler. Lebih...
Masker Kedap Air Tak Tembus oleh Virus
Sebanyak 30 perusahaan garmen bersiap memproduksi massal masker nonmedis dan masker medis. Bahannya tak tembus oleh virus. Impor bahan baku dibebaskan dari bea masuk. ...
Bisikan Eyang Sujiatmi di Hati Presiden Jokowi
Eyang Sujiatmi telah pergi. Kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaannya akan selalu dikenang anak-anaknya. ...
Menikmati Surga Bahari di Atas Pinisi
Pesona tujuh layar kapal pinisi sulit diingkari. Sosoknya instagramable. Wisata berlayar dengan pinisi kini berkembang di Labuan Bajo, Raja Ampat, Bali, dan Pulau Seribu Jakarta. ...
Berubah Gara-gara Corona
Corona mengubah hampir segalanya, termasuk gaya orang berjabat tangan. Penelitian menyebutkan, tangan merupakan wadah bakteri paling banyak. ...
Melepas Penat di Gunung Gumitir
Namanya Gumitir. Kawasan yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi itu menawarkan banyak sajian. Dari kafe hingga wisata kebun kopi. ...
Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Menyuntik Orang
Tugas dokter tak hanya mengobati pasien. Kesehatan masyarakat harus berbasis gerakan dan didukung  kebijakan serta program pemerintah. Kepakarannya diakui WHO. ...
Sampar Diadang di Pulau Galang
Pemerintah beradu cepat dengan virus penyebab Covid-19. Tak ingin korban kian berjatuhan, dalam sebulan rumah sakit khusus penyakit menular siap ...
Bermula dari Karantina di Serambi Batavia
Dengan kemampuan observasi biomolekulernya, RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Ada benang merahnya dengan Klinik Karantina Pulau Onrust. ...
Tak Hanya Komodo di Labuan Bajo
Labuan Bajo disiapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas Indonesia. ...