Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KESENIAN WAYANG

Kisah Wayang Beber, Wayang Tertua di Indonesia

Monday, 8 April 2019

Di Pacitan, wayang beber disimpan dan dilestarikan oleh Mbah Mardi. Diceritakan, wayang beber ini adalah hadiah dari Raja Brawijaya yang diwariskan secara turun temurun. 


Kisah Wayang Beber, Wayang Tertua di Indonesia Lukisan wayang beber. Sumber: Wayangbeber

Masyarakat Indonesia lebih mengenal wayang kulit daripada wayang Beber. Belum banyak yang tahu, ternyata wayang Beber merupakan wayang tertua di Indonesia. Sedangkan, wayang kulit merupakan bentuk modifikasi dari wayang Beber.

Penamaan wayang Beber berasal dari cara memainkannya. Pertunjukan wayang ini dilakukan dengan membeberkan atau membentangkan layar atau kertas yang berupa gambar. Wayang ini dimainkan dengan cara menguraikan cerita lakon melalui gambar yang tertera pada kertas atau layar tersebut.

Wayang beber tertua terdapat di Desa Karang Talun, Kelurahan Kedompol, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Lalu, di Desa Gelaran, Kelurahan Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo (Wonosari), Gunungkidul, Yogyakarta. 

Di Pacitan, wayang beber disimpan dan dilestarikan oleh Mbah Mardi. Diceritakan, wayang beber ini adalah hadiah dari Raja Brawijaya yang diwariskan secara turun temurun. 

Sedangkan di Wonosari, pemilik wayang beber adalah Ki Supar yang merupakan keturunan ketujuh Kyai Remeng Mangunjaya.

Kedua wayang ini memiliki persamaan, yaitu sama-sama melakonkan cerita pada masa kerajaan Kediri dan Majapahit. Sedangkan perbedaannya terletak pada tokoh-tokoh pada gambar dan latar belakang.

Selain di kedua tempat tersebut, wayang beber juga terdapat di Bali. Kisah pada wayang beber Bali sama dengan ketika Raja Brawijaya V berkuasa.

Wayang Beber Kontemporer 

Seiring waktu, perkembangan zaman menuntut wayang beber untuk turut menyesuaikan. Kemudian, muncul wayang beber kontemporer. Bentuk karakter wayang berubah dan semakin bervariasi. Cerita wayang juga mengalami perubahan. Wayang klasik baisa menyajikan cerita Mahabharata dan Ramayana. Sekarang wayang kontemporer lebih menonjolkan cerita tentang kehidupan masyarakat saat ini. 

Dalam pertunjukanya wayang kontemporer berperan penting dalam menanggapi dan mengkritisi kondisi masyarakat saat ini dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi, pembangunan dan sosial budaya.

Sebut saja Dani Iswardana, pencetus wayang beber kontemporer pada 2005. Pementasan pertama kalinya diselenggarakan di Balai Soedjatmoko, Solo. Wayang beber gagasan Dani lebih mengarah kepada cerita dengan muatan kritik sosial.

Berbeda lagi dengan wayang beber kontemporer yang dilestarikan oleh komunitas Wayang Beber Metropolitan, Jakarta. Lakon yang dibawakan merupakan kisah kehidupan di Jakarta lengkap dengan isu-isu perkotaan dan solusi yang diwacanakan.

Wayang Beber Metropolitan bukan wayang yang bisa berdiri sendiri dengan tema dan bentuk yang sudah ada. Namun, terbentuk dari berbagai unsur seni dan unsur pementasan. Mereka juga menggunakan berbagai fenomena yang ada pada masyarakat modern untuk menentukan bentuk wayang yang akan ditampilkan dalam sebuah pertunjukan.

Bentuk Wayang Beber Metropolitan secara fisik banyak berubah bentuk dari tradisi. Meski banyak perubahan, ciri khas wayang beber masih terlihat jelas. Yakni, adanya gambar yang berisi cerita wayang dan berbentuk gulungan gambar. 

Begitu juga dalam pertunjukan, gulungan gambar tersebut dipasangkan pada tongkat seligi. Gulungan itu ditancapkan pada kotak ampok. Bila akan diceritakan, gulungan gambar diperlihatkan dan diputar sesuai dengan gambar yang akan diceritakan. 

Teknik pewarnaan masih menggunakan teknik sungging yang merupakan teknik baku dalam pembuatan wayang beber klasik. Berbagai karakter atau tokoh-tokoh dalam ramadhan dibuat dengan mewujudkan sosok yang bahkan belum ada klasik.

Awal Mula Wayang Beber

Wayang beber melewati masa demi masa. Dari masa kerajaan sampai kemerdekaan. Berikut perkembangan melalui urutan tahun masehi:

1223 M: Pada zaman Kerajaan Jenggala, wayang beber merupakan gambar-gambar pada daun siwalan atau lontar. 

1244 M: Wayang Beber mulai digambar di atas kertas yang terbuat dari kayu dengan penambahan berbagai ornamen. Ini bertepatan dengan pemindahan keraton Kerajaan Jenggala ke Pajajaran. 

Kertas tersebut dinamakan dlancang gedog dengan warna kekuningan. Pada masa ini, wayang beber masih disebut wayang purwa dengan pewarnaan hitam dan putih.

1316 M: Pada Zaman Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Jaka Susuruh, kertas wayang mulai dipasangi tongkat kayu pada setiap ujungnya. Tongkat ini mempermudah penggulungan dan penyimpanan. Lebih nyaman untuk dipegang, dibuka, dan dipajang ketika pementasan. Pada masa ini, nama wayang beber mulai digunakan.

1378 M: Raja Brawijaya V meminta Raden Sungging Prabangkara (anak ketujuh) untuk menciptakan wayang beber purwa baru. Dalam perkembangannya, terdapat tiga set cerita dengan pewarnaan yang lebih beragam dan penggambaran yang kentara antara raja dan punggawa. Ketiga cerita tersebut adalah Panji di Jenggala, Jaka Karebet di Majapahit, dan Damarwulan.

1518 M: Pada masa kejayaan Kesultanan Demak, wayang beber berubah. Wayang beber dimodifikasi menjadi ilustrasi manusia dan hewan yang dibuat miring. Pada perkembangannya, para wali membuat wayang purwa yang terbuat dari kulit seperti yang dikenal hingga sekarang. 

Modifikasi ini disebabkan oleh ketidaksesuaian dengan hukum fikih, yaitu penggunaan lukisan karakter yang sama dengan bentuk asli. Selanjutnya, wayang kulit ini yang digunakan para wali untuk mendakwahkan Islam. 

Sunan Bonang membuat Wayang Beber Gedog dengan kisah Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji.

1690 M: Wayang beber diciptakan lagi ketika Kerajaan Kartasura dipimpin oleh Mangkurat II. Lakon yang dimainkan adalah Joko Kembang Kuning.

1735 M: Dibuatlah kisah Joko Kembang Kuning dan Remeng Mangunjaya pada kepemimpinan Raja Pakubuwana II di Kartasura. Pada masa ini Wayang beber mulai terpecah setelah peristiwa pemberontakan Cina. Keluarga kerajaan mengungsi dengan membawa serta seluruh perlengkapan wayang beber, sebagian ke Gunungkidul, Wonosari, sebagian lain ke Karangtalun, Pacitan. (K-IS)

Seni
Ragam Terpopuler
3 Pesona Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Tiada Duanya
Kekayaan alam di Pulau Bangka yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera ternyata menyimpan berjuta keindahan. Kombinasi pantai dan pegunungan dari pulau penghasil timah ini selalu sukses membuat p...
Negeri Asal Budaya Minangkabau Jadi Desa Terindah di Dunia
Keindahan Desa Nagari Tuo di Indonesia berhasil menyabet gelar desa terindah di dunia versi Majalah Budget Travel dengan kategori World’s Most Picturesque Villages pada tanggal 23 Februari 2012....
Brekecek Pathak Jahan, Sajian Khas dari Cilacap
Sensasi menyedot dan menyeruput bagian pathak ikan jahan itulah yang menjadi seni menyantap kuliner brekecek pathak jahan ini. ...
Daya Pikat Hotspring Tanah Karo
Kolam air panas, bentang alam, udara dingin, suasana perladangan yang kaya tanaman dan dinding gunung menjadi satu potensi alam yang memiliki nilai jual. ...
Bhumi Merapi: Konsep Wisata Berwawasan Lingkungan
Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Terbentang pemandangan dan keanekaragaman hayati dari ujung Sabang sampai Merauke. Tentunya melalui kekayaan alamnya ini diharapkan dapat dinikmati se...
Eksotisnya Desa Sentani di Jayapura dengan Berjuta Keunikannya
Ternyata destinasi wisata di Jayapura bukan hanya Raja Ampat. Masih banyak wilayah lokasi wisata lainnya yang tak kalah eksotis, salah satunya Desa Sentani. ...
Ketika Ciliwung Punya Pahlawan Baru
Sebuah harapan besar pun tercanang bahwa akan semakin banyak masyarakat yang hidup di sekitar sungai Ciliwung yang semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan di mana mereka tinggal. ...
Sangiran dan Manusia Jawa
Terinspirasi oleh hipotesa Alfred Russel Wallace, Dubois meyakini asal usul manusia modern terletak di Asia Tenggara, dan mengukuhkan hipotesa itu melalui fosil temuannya di Trinil. ...
Ada Lopes dan Kopi Khas Situbondo di Pasar Panji
Kalau kita sedang melintas dengan jalur darat dari Surabaya ke Bali, kita akan melewati Situbondo ini. Dan tak ada salahnya mampir ke pasar panji. Ada Lopes dan Kopi Khas.  ...
Ke Banyuwangi, Bisa Cicipi Super Ayam Pedas Hingga Nasi Bungkus Khas Banyuwangi
Siapa bilang Banyuwangi tidak punya kuliner Khas? Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini ternyata menyimpan makanan khas dan ada yang hanya tersedia di Banyuwangi ini saja. ...