Bahasa | English


PEMULIHAN EKONOMI

Bansos Ungkit Daya Beli Masyarakat

10 November 2020, 10:28 WIB

Tingkat konsumsi masyarakat membaik dari triwulan sebelumnya. Seiring telah disalurkannya berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.


Bansos Ungkit Daya Beli Masyarakat Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) membawa pulang Bantuan Sosial Beras (BSB) saat pembagian di Desa Keude Aceh, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (7/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Tak ada kata menyerah. Demikian tekad dari para pegawai Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam menyalurkan bansos beras bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Beras ini adalah tambahan untuk mendongkrak daya beli masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Mereka harus menantang medan mulai dari meniti jalan perbukitan, menyeberangi sungai, selat, hingga danau di pelosok Sulteng. Bulog dibantu perusahaan transportir bertekad bantuan harus tepat sasaran.

Sesuai dengan target yang ditetapkan Kemensos, setiap keluarga penerima manfaat diharapkan sudah menerima bansos tersebut pada 30 September 2020.

Di wilayah Sulteng, keluarga penerima manfaat mencapai 155.174 kepala keluarga (KK), masing-masing memperoleh jatah bansos beras 15 kg selama tiga bulan (Agustus-Oktober).

Kendala utama mereka hadapi bukan soal armada pengangkut, tetapi justru medan jalan di beberapa daerah, seperti Kabupaten Banggai, Sigi, dan Donggala banyak yang belum memadai. Apalagi ada sejumlah wilayah seperti Kabupaten Banggai yang mesti menyeberangi sungai untuk menuju domisili warga PKH.

Di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, contohnya, penyaluran bansos harus dilakukan dengan menggunakan gerobak sapi karena akses jalan yang memadai tidak ada, sedangkan sungai belum ada jembatannya. Gerobak menjadi satu-satunya alat angkutan bagi masyarakat setempat.

Di daerah lainnya, termasuk di Kabupaten Sigi, masih ada desa yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan ojek sepeda motor karena akses jalan untuk mobil belum memadai.

Percepatan pendistribusian bansos beras sampai kuartal III tahun ini menunjukkan pemerintah tidak mau dampak Covid-19 kian mempersulit hidup masyarakat.

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung delapan bulan, 400 ribu orang terpapar virus corona dan puluhan ribu meninggal, sementara puluhan ribu lainnya masih berpotensi positif terjangkit Covid-19.

Ekonomi melambat, beberapa usaha tutup dan pengangguran bertambah. Mau tak mau, pemulihan kesehatan masyarakat seiring dengan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Mengacu dari hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada triwulan III 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar -3,49 persen (Year on Year/YoY); membaik dari triwulan sebelumnya yang sebesar -5,32 persen (YoY).

Menurut Menkeu, perbaikan kinerja perekonomian terutama didorong oleh peran stimulus fiskal untuk penanganan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penyerapan belanja negara mengalami akselerasi pada triwulan III, sampai dengan akhir September tumbuh 15,5 persen terutama ditopang oleh realisasi berbagai bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha khususnya.

BPS telah mengonfirmasi bahwa percepatan realisasi belanja negara ini membuat pertumbuhan konsumsi pemerintah tumbuh positif sebesar 9,8 persen (YoY), meningkat tajam dibanding triwulan II yang negatif 6,9 persen.

Potret makro yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani sejalan dengan laporan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Joko Widodo, Rabu (4/11/2020).

Hingga 2 November 2020, proses realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional sudah mencapai Rp361,1 triliun atau 51,9% dari total anggaran yang disiapkan yakni sebesar Rp695,2 triliun.

Penyaluran program PEN terbesar memang berasal dari klaster perlindungan sosial yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp203,9 triliun dan telah terealisasi Rp176,38 triliun atau tersalurkan 86,51% dari total anggaran.

Program-program perlindungan sosial dari bulan ke bulan terus terpenetrasi dengan semakin baik. Program-program yang termasuk klaster perlindungan sosial antara lain, PKH, kartu sembako/bantuan pangan nontunai (BPNT), bansos tunai non-Jabodetabek, bansos sembako Jabodetabek, logistik/pangan/sembako, bantuan langsung tunai dana desa, dan diskon listrik.

Adapun untuk klaster perlindungan sosial yang berada di bawah program Kementerian Sosial memiliki pagu anggaran sebesar Rp128,9 triliun. Anggaran ini sudah terserap Rp112,7 triliun (87,44%). Sisanya bakal dicairkan akhir tahun ini.

Program perlindungan sosial yang telah dimulai sejak Maret 2020 merupakan program-program regular yang sifatnya diperluas seperti PKH dan BPNT. 

Penyaluran PKH telah sukses mencapai target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian program sembako atau BPNT yang sebelumnya memiliki target 15,2 juta KPM diperluas cakupannya menjadi 20 juta KPM dan mencapai target tersebut pada September 2020 lalu.

Adapun program khusus untuk menghadapi Covid-19 berupa bantuan sosial sembako Jabodetabek dengan target penerima 1,9 juta KPM dan BST Jabodetabek dengan target penerima 9 juta KPM sudah mencapai target.

Dua tambahan program lainnya yang bekerja sama dengan Bulog, yakni bansos beras untuk KPM PKH dengan target 10 juta KPM sudah dimulai Agustus dan akan selesai November 2020, dengan total penyaluran beras sebesar 450 ribu ton. Satu lagi bansos tunai untuk KPM program sembako non-PKH dengan target 9 juta KPM telah dieksekusi pada September lalu.

Menkeu juga mengonfirmasi, konsumsi rumah tangga juga sudah membaik dari triwulan sebelumnya -5,5 persen menjadi -4,0 persen (YoY).

Terutama didukung oleh belanja perlindungan sosial dari pemerintah yang meningkat tajam. Sejalan dengan perbaikan penanganan Covid-19 dan penemuan vaksin diharapkan konsumsi rumah tangga terus membaik.

Pemerintah berharap dapat memaksimalkan penyaluran Program PEN pada Kuartal IV 2020 hingga Rp100 triliun untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat dan sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi.

 

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

KPC-PEN
Bansos
Bansos Beras
Bansos Tunai
Bantuan Pemerintah
Bantuan Sosial
Bantuan Sosial
Bantuan Sosial Tunai
Bulog
Cek Bansos
Kemensos
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Pandemi
Pandemi Covid-19
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Program Bansos
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Sri Mulyani
Narasi Terpopuler
Mengalirkan Dana Pembiayaan Swasta
Indonesia membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi yang akan beroperasi awal 2021. Sejumlah investor asing sudah berkomitmen berpartisipasi. ...
Dari Riyadh, Roma, lalu Labuan Bajo
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara G-20 menyepakati penundaan pembayaran utang negara berkembang. Di antara Negara G-20, kinerja ekonomi Indonesia terbaik kedua setelah Tiongkok. ...
Simulasi Dahulu, Vaksinasi Kemudian
Keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas tertinggi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Untuk itu sejumlah tahapan ilmiah tengah dilakukan pemerintah dan wajib untuk diikuti. ...
Sukuk Hijau, Investasi dan Kontribusi bagi Lingkungan
Sukuk hijau atau green sukuk merupakan Surat Berharga Negara (SBN) syariah pertama di dunia yang mengedepankan konsep program pembiayaan untuk proyek-proyek ramah lingkungan. ...
Di Sana-Sini Masih Menjadi-Jadi
Kasus Covid-19 di dunia masih melonjak-lonjak. Sebagian Eropa lockdown. Di Benua Amerika pekan kedua November Covid-19 melesat 41%. Di Asia Selatan-Tenggara telah melandai. ...
Pertanian Tumbuh Subur, Ekspor Moncer
Kinerja ekspor membuat neraca perdagangan kembali mencetak surplus besar pada Oktober 2020 mencapai USD3,61 miliar ...
Perlu Tindakan, tak Cukup Imbauan
Presiden Joko Widodo minta aparat melakukan tindakan hukum bila terjadi kerumunan. Efek long weekend sangat nyata pada penularan Covid-19. Di Jateng positivity rate langsung naik dari 13,5% ke 17,4%. ...
Menuju Kawasan Damai, Stabil, Sejahtera
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Regional Asean+ akan memberi ruang ekspor dan investasi yang lebih besar. Asean+ ini mewakili 30 persen ekonomi dunia. ...
Tekfin Melejit di saat Sempit
Industri teknologi finansial (tekfin) di Indonesia diprediksi akan tumbuh paling kencang di Asean dalam lima tahun ke depan. Perlu regulasi yang terintegrasi untuk menekan risiko. ...
Joglo Semar Berurat Nadi Jalan Beton
Ruas tol Bawen-Yogyakarta dipastikan dibangun pada 2021. Di akhir 2023 diharapkan dua ruas tol, yakni dari arah Semarang dan Solo, akan bertemu di Gamping, Yogyakarta Barat. ...