Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KOMODITAS EKSPOR

Kelapa Indonesia, Potensial di Produk Hilir

Tuesday, 2 October 2018

Nyiur melambai di tepi pantai adalah gambaran paling lekat dengan kepulauan di Nusantara. Hamparan pohon-pohon kelapa atau nyiur itu terlihat berjajar di pesisir pantai pulau-pulau tropis kawasan Asia Tenggara.


Kelapa Indonesia, Potensial di Produk Hilir

Para ahli botani memperkirakan bahwa pohon kelapa adalah buah yang berasal dari kepulauan-kepulauan ini yang kemudian menyebar ke semua kawasan tepi pantai yang tropis.

Kelapa dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Coconut. Istilah ini berasal dari catatan pelaut-pelaut portugis yang mencatat buah yang mereka dapatkan dari pelayaran mereka di kepulauan timur jauh. Karena bentuknya bulat dan mempunyai cangkang keras, buah ini mengingatkan para pelaut pada tengkorak kepala yang dalam tradisi portugis disebut sebagai coco.

Naskah yang paling tua menyebutkan buah kelapa tercatat di dalam kisah-kisah Seribu Satu Malam khususnya dalam kisah Sinbad Si Pelaut. Dalam kisah pelayarannya yang kelima diceritakan Sinbad telah menjual belikan buah kelapa dari wilayah kepulauan timur jauh atau "jawz hind" yang diceritakan sebagai kepulauan penuh misteri lengkap dengan hutan-hutan, gunung api dan burung-burung raksasa.

Antonio Pigafetta, pencatat portugis dalam ekspedisi Magellan pada bulan Maret 1521  menyebut penduduk di kepulauan di sekitar Guam dan Philipina sebagai orang-orang memakan buah kelapa dan melumurkan tubuh dan rambut mereka dengan minyak dari kelapa. Penduduk-penduduk kepulauan Melanesia dan Polynesia menyebut buah kelapa sebagai 'niu' atau 'niyog' yang diduga kuat berasal dari bahasa melayu yaitu 'nyiur'.

Pendek kata, buah kelapa adalah buah yang secara natural merupakan buah yang paling banyak tumbuh di kepulauan Asia Tenggara. Indonesia, sebaga negara terbesar di Asia Tenggara adalah penghasil kelapa paling banyak di dunia. Data 2017 dalam The World Atlas mencatat bahwa jumlah produksi kelapa di Indonesia mencapai 19,4 juta ton disusul Filipina di urutan kedua dengan jumlah 15,9 juta ton. India berada di urutan ketiga dengan jumlah 10,6 juta ton.

Sayangnya walaupun berada di urutan pertama penghasil kelapa dunia, penguasa produksi kelapa sebagai komoditi ekspor yang sesungguhnya adalah Filipina. Catatan dari pelaku industri ekspor kelapa di tahun 2011 menunjukkan bahwa Filipina bisa menghasilkan keuntungan hingga 757,3 juta dollar AS dari perkebunan kelapa yang luasnya 3,1 juta hektar. Sedangkan Indonesia dengan perkebunan lebih luas 3,8 juta hektar hanya mendapatkan 228,7 juta dollar AS.

Mengapa terjadi perbedaan yang begitu besar? Jawabannya adalah keseriusan dan ketekunan Filipina dalam mengelola produksi kelapa sejak masa kolonial hingga saat ini telah mampu menghasilkan 125 produk olahan dari kelapa. Bandingkan dengan produk olahan di Indonesia yang baru mencapai 25 jenis olahan.

Kementerian Pertanian pada tahun 2017 menyebutkan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan kedua eksportir produk kelapa dalam bentuk minyak kelapa dan kelapa yang dikeringkan. Indonesia hanya unggul dalam ekspor kelapa yang masih berada di dalam kulit, dengan jumlah ekspor mencapai 58 persen dari ekspor yang ada di dunia. Negara tujuan ekspor kelapa Indonesia adalah Amerika Serikat 19,87 persen, China 16.10 persen, Belanda 11,75 persen, Thailan 10,16 persen, Malaysia 9,7 persen, dan Korea Selatan 7,26 persen. Pangsa ekspor ke negara-negara ini mencapai 75% dari total ekspor kelapa Indonesia.

Kementerian Pertanian mencatat penghasil produk kelapa di Indonesia saat ini tersebar di berbagai wilayah. Riau adalah penghasil kelapa tertinggi  mencapai 14,31 persen rata-rata produksi nasional. Selanjutnya adalah Sulawesi Utara 9,3 persen, Jawa Timur 8,89 pesen, Maluku Utara 7,97 persen, Sulawesi Tengah 6,02 peren, Jawa Tengah 5,99 persen, Jambi, 3,66 persen, Maluku 3,29 persen, Lampung 3,24 persen, dan Jawa Barat 3,00 persen.

Peta penyebaran produk kelapa di Indonesia sebenarnya cukup merata dan mempunyai sejarah yang panjang. Yang perlu menjadi catatan bagi pengembangan produk olahan kelapa di Indonesia adalah pentingnya riset dan pengembangan produk terutama produk-produk olahan kelapa. Yang bisa mengembangkan potensi Indonesia ke depan adalah produk-produk hilir bukan produk hulu.

Eksportir produk olahan kelapa dari sabut kelapa, pada saat ini kewalahan untuk memenuhi kebutuhan olahan sabut kelapa menjadi bahan pengisi jok mobil dan pengisi sofa furnitur. Hingga saat ini belum ada yang bisa menandingi kualitas sabut kelapa menjadi bahan peredam pegas yang menjadi kerangka interior mobil dan furnitur. Sebagai ilustrasi, kebutuhan satu produsen kasur pegas dan mebel di china saat ini mencapai 700 ton dalam satu tahun sementara kebutuhan produsen jok mobil di Eropa membutuhkan 120 ton per bulan.

 

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Keberpihakan dan Pembiayaan yang Kian Deras
Rendahnya kredit macet UMKM menunjukkan bahwa sektor itu sangat disiplin dalam membayar kewajiban angsuran mereka. ...
Akhiri Polemik, Bersatu Padu Sambut Pasar Halal
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menepis anggapan bahwa lahirnya UU Jaminan Produk Halal melucuti peran MUI terkait sertifikasi halal sebuah produk. ...
Memacu Pertumbuhan Sekaligus Menjaga Keseimbangan
Menjawab kekhawatiran calon investor terhadap fokus kebijakan fiskal, Sri Mulyani menegaskan resepnya adalah menemukan titik kebahagiaan yang optimal. ...
Harlah NU, Semangat Moderat yang Makin Relevan
NU berhasil menciptakan sebuah kearifan yang menyatukan dengan indah antara semangat keislaman dan semangat keindonesiaan. ...
Pelaku Ekonomi Mikro Kecil Didorong Naik Kelas
Pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil milik masyarakat diyakini dapat berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan perekonomian nasional. ...
Api Nan Tak Boleh Padam
Di tengah revolusi perkakas digital, pers Indonesia terus bertekad menghasilkan karya yang valid dan kredibel di atas platform apa pun. Tabloid dan koran boleh surut, tapi komitmen keindonesiaan takka...
Menciptakan Nilai Ekonomi Baru bagi Sampah Plastik
Intinya mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, tapi sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan ...
Gerbong INKA Mengalir Hingga Bangladesh
PT INKA bahkan diproyeksi akan menjadi salah satu pemain besar dalam industri perkeretaapian dunia. ...
Jurus Ampuh Meredam Gejolak Rupiah
Nilai tukar rupiah awal 2019 bahkan diprediksi cenderung menguat karena beberapa faktor, yakni aliran modal masuk, melambatnya laju kenaikan bunga The Fed, serta konsistensi kebijakan ekonomi yang dik...
Mesin Biosolar Tancap Gas Mengejar Devisa
Kilang-kilang Pertamina kini dikerahkan mem-blending biosolar. Pemakaian biodisel lokal meningkat dan impor solar menyusut dan harga sawit diharapkan terkerek. Target 2019: hemat devisa Rp42 triliun. ...