Bahasa | English


MUDIK

Ketika Uang Mengalir ke Desa

31 May 2019, 00:00 WIB

Mudik bukan hanya fenomena sosial, tapi juga merupakan peristiwa ekonomi yang luar biasa. Melalui mudik terjadi redistribusi kekayaan secara alamiah setiap tahunnya.


Ketika Uang Mengalir ke Desa Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ada fenomena sosial yang menjadi ciri Indonesia, yang menghiasi hari raya lebaran, yaitu mudik. Sebuah proses migrasi kolosal dari kota-kota urban ke pedesaan. Melibatkan jutaan manusia yang bergerak hampir secara berbarengan.

Namun, mudik bukan hanya fenomena sosial dan budaya. Mudik juga peristiwa ekonomi yang luar biasa. Menurut hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI, ada sekitar Rp10,3 triliun dana yang akan dibawa pemudik ke kampung halamannya.

Kesimpulan ini didapat dari proyeksi dari hasil survei yang dilakukan pada pemudik tahun lalu. Menurut data ini, sekitar 20 persen pemudik akan menghabiskan dana sekitar Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta di kampung halamannya. Sementara itu, 21 persen pemudik lain bakal menghabiskan Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta.

Dana tersebut paling banyak mengalir ke Jawa Tengah sekitar Rp3,8 triliun, ke Jawa Barat Rp2,05 triliun, dan ke Jawa Timur Rp1,3 triliun. Angka itu di luar biaya transportasi yang dihabiskan pemudik. Hitungannya pemudik dari Jakarta saja menghabiskan Rp6 triliun lebih untuk biaya transportasi, termasuk transportasi lokal.

Namun angka yang disajikan Dephub ini sepertinya tidak terlalu optimis. Sebuah studi dari Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) menyajikan dari sisi jumlah, mereka yang mudik diperkirakan mencapai 33 juta orang. Sementara itu, Dephub hanya menghitung 19 juga orang saja.

Menurut IDEAS ini jumlah uang yang berputar selama mudik mencapai Rp197 triliun yang berasal dari pengeluaran selama mudik Rp138 triliun dan remintasi yang dibawa Rp59 triliun.

Pemudik berbelanja berbagai kebutuhan lebaran, kebutuhan konsumsi, dan pariwisata. Itu semua diperkirakan akan menghabiskan sebagian besar alokasi dana mudik mereka.

Jika saja angka Rp197 itu benar, tandanya sebagian besar uang tunai yang disiapkan Bank Indonesia akan berputar di tangan pemudik. Pada 2019 ini Bank Indonesia (BI) memprediksi kebutuhan uang kartal selama masa Idul Fitri mencapai Rp217,1 triliun, meningkat 13,5% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp191,3 triliun.

Jumlah peredaran uang mudik ini tergolong sangat fantastik mengingat hanya terjadi dalam rentang yang singkat. Angka tersebut setara dengan 9% APBN 2018 atau 1,3% Produk Domestik Bruto Indonesia. Fenomena ini menggambarkan di Indonesia ada redistribusi kekayaan secara alami yang terjadi setiap tahun.

Setiap momen mudik ada kesempatan daerah dan desa untuk menggeliatkan ekonominya disebabkan karena uang yang dibawa para pemudik akan memutar roda ekonomi. Apalagi ditambah dengan program dana desa Rp1 miliar per tahun yang juga akan membantu desa mengembangkan dirinya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, fenomena mudik ini juga merupakan pendorong geliat pariwisata di daerah. Setelah tren wisata turun selama Ramadan, pascalebaran ini angka itu akan melesat lebih tinggi. Menurut hitungan Arief, ada potensi Rp200 triliun yang bakal berputar di sektor parisiwisata pada lebaran kali ini

Menurutnya dampak terbesar dari perputaran uang mudik akan dinikmati sektor pariwisata, terumata industri kuliner. Angkanya bisa mencapai 70% dari total pengeluaran wisata.

Wahasil mengacu pada catatan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sebesar 5,27%. Pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan kuartal yang paling tinggi sepanjang 2018. Tidak bisa disangkal, lebaran menjadi salah satu faktor terjadinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Konsumsi rumah tangga adalah salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang masih diandalkan. (E-1)

Ekonomi
Infrastruktur
Narasi Terpopuler
Tanah Tabi Calon Provinsi Paling Siap di Papua
Bahkan telah ditentukan Kota Jayapura yang kelak menjadi ibu kota provinsi baru nanti. Sedangkan nama DOB yang sempat muncul, yaitu Provinsi Papua Tabi, Tabi Papua, atau Provinsi Tanah Tabi. ...
Usaha Berbasis Kayu Tetap Jalan, Hutan Pun Tetap Lestari
Industri pengolahan kayu kini tidak lagi kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Mereka banyak menyerap kayu dari hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat. ...
Penerimaan Pajak dan Cukai Terus Tumbuh Positif
APBN 2020 diketok di angka Rp2,528,8 triliun, naik tipis 2,75 persen dari 2019. Defisit pun terjaga di posisi 1,76 persen. PNBP terus menguat. ...
Provinsi Baru Papua, Sebangun dengan Wilayah Adat
Masyarakat Papua minta pemekaran provinisi Papua dan Papua barat menjadi tujuh wilayah adat. Tapi Presiden RI Joko Widodo hanya menyetujui beberapa. Itu pun masih harus ada kajian terlebih dulu. ...
Kota Karet Dulu, Kota Hijau Kemudian
Forum Segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand melakukan percepatan program penguatan kerja sama subregional itu. Jalur multimoda Dumai-Malaka akan beroperasi 2020. Arus barang lebih efisien. ...
Warisan Sang Maestro
Berkat sentuhan Habibie-Habibie muda, pesawat CN-235, N 212, dan N 219, juga kapal korvet, dan kereta listrik, tampil dengan eksterior yang elegan dan aeerodinamis.  Ekonomi berbasis teknologi pe...
Garis Bawah Presiden untuk Iklim Investasi Indonesia
Indonesia akan segera merevisi puluhan undang-undang dan aturan yang berkait dengan investasi. Hal itu dipentingkan untuk mempermudah dan mempersingkat prosedur sebagai salah satu daya tarik investasi...
Pasar E-Sports Semakin Menjanjikan
Industri e-sports patut diberi dukungan penuh dikarenakan memiliki tiga manfaat. ...
Saatnya Berbenah untuk Dongkrak Investasi
Semua pemangku kepentingan negeri ini perlu segera mencari solusi bagi kondisi investasi Indonesia. Mengapa negeri cantik ini menjadi kalah ‘seksi’ dibanding negara serumpun di Asean. ...
Peran TKI Hadapi Krisis
Tenaga kerja migran memiliki peran signifikan untuk membantu pengisian devisa Indonesia. Perlu perhatian lebih serius terhadap peran dan fungsi mereka. Termasuk, perlindungan hukumnya. ...