PRODUKSI MIGAS
  Foto : Wikipedia.org

Layanan Satu Pintu Pun Ditingkatkan

  •   Rabu, 22 Januari 2020 | 03:32 WIB
  •   Oleh : Administrator

Melalui ODSP seluruh layanan proses perizinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor migas dilaksanakan dalam satu pintu.

Lembaga yang menaungi produksi migas, SKK Migas, terus berbenah. Sebagai wujud agar layanan kepada investor semakin baik, mereka pun kini memiliki dan membuka layanan One Door Service Policy (ODSP).

Tidak main-main dengan dibukanya layanan baru itu, mereka berupaya mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030. Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Seperti disampaikan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, melalui ODSP seluruh layanan proses perizinan KKKS dilaksanakan dalam satu pintu sehingga proses lebih cepat.

Melalui ODSP, SKK Migas dan KKKS diharapkan bisa bersama-sama melakukan penelitian atas kelengkapan untuk setiap persyaratan perizinan dari berbagai instansi yang ada saat ini.

Selain itu, SKK Migas akan membantu kontraktor untuk dapat memenuhi dokumen yang menjadi persyaratan perizinan serta mendampingi pengurusan perizinan di instansi terkait. Artinya, tidak ada satu kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang hanya memerlukan satu izin atau melibatkan satu instansi.

“Setiap kegiatan akan membutuhkan beberapa perizinan dari berbagai instansi. Dengan dukungan aktif SKK Migas, maka kami yakin tidak ada lagi kendala perizinan di hulu migas sehingga perizinan dapat diselesaikan lebih cepat," ujar Dwi Soetjipto.

Apa tujuan lembaga itu dengan layanan barunya? Dwi Soetjipto pun menjelaskan SKK Migas telah melakukan perubahan mindset bahwa institusi bukanlah mandor yang pasif dan menunggu laporan penyelesaian perizinan dari KKKS, tapi mereka akan berperan aktif.

Sebab, setiap keterlambatan proyek hulu migas akan menimbulkan ekskalasi biaya. Oleh karenanya, selesainya proyek tepat waktu menjadi salah satu upaya untuk menjaga biaya proyek tetap sesuai dengan yang telah disetujui dan dilaksanakan secara efisien.

"Keterlambatan penyelesaian proyek hulu migas karena hambatan selesainya perizinan yang lama dan menghabiskan waktu tidak akan terjadi lagi dengan adanya layanan ODSP," ujarnya.

 

Kontribusi Optimal

Layanan ODSP diharapkannya dapat memberikan kontribusi optimal bagi upaya mendukung pemerintah meningkatkan iklim investasi, terutama di sektor hulu migas agar mampu bersaing dengan negara-negara lain. Apalagi investasi hulu migas merupakan investasi lintas negara.

"ODSP akan semakin memperkuat transformasi hulu migas yang dilaksanakan oleh SKK Migas. Tahun 2020, kami optimistis target hulu migas akan dapat dipenuhi dengan telah terselesaikannya beberapa bottleneck antara lain di bidang perizinan dan akurasi data melalui beroperasinya layanan ODSP dan IOC (Integrated Operation Center) secara serentak sejak awal Januari 2020," pungkasnya.

Sesuai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020, produksi minyak ditetapkan sebanyak 755.000 barel per hari (bph). Sedangkan untuk produksi gas target ditetapkan 6.670 MMSCFD. ‎Adapun pada 2030 produksi minyak ditargetkan meningkat menjadi 1 juta bph.

Selain mengoptimalkan layanan ODSP dan IOC, SKK Migas pun terus menambah fitur baru yang dapat mendukung pelaksanaan operasional hulu migas. Misalnya pada 2020, SKK Migas sudah merumuskan upaya peningkatan produksi, pertama, dengan mempertahankan tingkat produksi sumur yang telah beroperasi melalui pengeboran pengembangan naik 20%-25%.

Sebagai informasi, rencana kerja 2020 mencapai 407 sumur pengembangan 812 work over dan 24.843 well service. Kedua, melakukan transformasi sumber daya ke produksi dengan pengeboran deliniasi struktur parang. Ketiga, Re-Entry Lofin-2. Keempat, pengoperasian Lapangan Sidayu.

Kelima, mempercepat Chemical EOR, melalui kegiatan Field Trial Lapangan Sago, Gemah, Jatibarang, Studi EOR Lapangan Pedada, Kaji-Semoga, Belida. Keenam, Eksplorasi untuk Penemuan Besar dilakukan, antara lain, dengan Seismik 2D Jambi Merang (Open Area) tahun ke-2 dengan investasi USD75 juta.

Untuk memenuhi target 2020, SKK Migas pun sudah mengalokasikan belanja modal pada 2020 sebesar USD13,8 miliar, dengan porsi terbesar untuk produksi sebesar USD9,2 miliar, development USD2,5 miliar, dan ekplorasi USD1,2 miliar, serta sisanya administrasi.

Lembaga itu juga berani memberikan jaminan bahwa investasi hulu migas ke depannya diprediksi terus meningkat, mengingat hingga 2027 terdapat 42 proyek utama dengan total investasi USD43,3 miliar dan proyeksi pendapatan kotor (gross revenue) sebesar USD20 miliar.

Total produksi dari 42 proyek tersebut 1,1 juta bopd yang mencakup produksi minyak sebesar 92.100 bopd dan gas sebesar 6,1 miliar kaki kubik per hari. Empat di antaranya merupakan proyek strategis nasional (PSN) hulu migas yang menjadi prioritas untuk meningkatkan produksi migas demi memenuhi konsumsi migas domestik yang semakin meningkat.

Peningkatan kapasitas nasional yang dilakukan termasuk di hulu migas tentu berkorelasi mendukung kebutuhan energi, tetapi juga dengan melakukan efisiensi biaya dan efek berganda (multiplier effect) yang mendukung perekonomian daerah dan nasional. (F-1)