Bahasa | English


PROPERTI

Program Satu Juta Rumah Wujud Negara Hadir

30 December 2019, 09:04 WIB

Pelaksanaan Program Satu Juta Rumah menjadi salah satu terobosan bidang perumahan yang dilaksanakan pemerintahan Presiden Jokowi guna menyediakan hunian yang laik dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.


Program Satu Juta Rumah Wujud Negara Hadir Warga beraktivitas di komplek perumahan baru bersubsidi di kawasan Jeruk Sawit, Gondang Rejo, Karanganyar, Selasa (30/1/2019). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Rumah sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Sayangnya, kebutuhan ini kerap kali terabaikan karena masyarakat sulit menjangkaunya. Masalah harganya yang selangit menjadi persoalannya. 

Tingkat kenaikan gaji sudah tidak mampu menandingi kenaikan harga rumah. Bahkan, harga rumah tumbuh lebih tinggi dari tingkat inflasi di kota-kota besar. Real Estate Indonesia (REI) mencatat kenaikan harga rumah di kota besar sudah mencapai 10 – 30%.

Angka tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi Indonesia yang rata-rata mencapai di bawah 5% dalam lima tahun terakhir. Harga itu semakin tidak masuk akal manakala berbicara harga rumah di DKI Jakarta.

Di Ibu Kota Negara, harga tanah sudah di kisaran di atas puluhan juta rupiah per meter. Tak heran, tingkat warga yang menyewa atau mengontrak rumah di Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah tetap meneruskan program 1 juta rumah melalui program pengadaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun sudah menyatakan  akan melanjutkan program Satu Juta Rumah pada 2020.

Pelaksanaan Program Satu Juta Rumah dinilai menjadi salah satu terobosan bidang perumahan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo guna menyediakan hunian yang laik dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Masyarakat masih membutuhkan kehadiran negara untuk dapat mewujudkan rumah yang layak huni. Oleh karena itu ke depan kita akan tetap lanjutkan program Satu Juta Rumah ini," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/11/2019).

Khalawi menerangkan, saat ini Kementerian PUPR tengah melakukan evaluasi pelaksanaan program Satu Juta Rumah. Seperti disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang meminta para pejabat di lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan, yang meminta agar program perumahan untuk masyarakat tidak bisa dilaksanakan seperti ini saja jika negara ingin mengatasi masalah backlog perumahan.

"Pemerintah bersama para stakeholder perumahan harus bekerja sama dan berlari ke depan lebih kencang lagi khususnya untuk pelaksanaan Program Satu Juta Rumah di lapangan," ungkapnya.

Khalawi menyampaikan, pemerintah daerah (pemda) juga ikut berperan penting dalam pelaksanaan program Satu Juta Rumah ini. Pemda disebutnya juga banyak melaksanakan pembangunan perumahan untuk masyarakat.

Pembangunan yang dilaksanakan pemda melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) perumahan maupun alokasi pembangunan perumahan melalui dana APBD jumlahnya juga cukup signifikan dalam program Satu Juta Rumah ini.

Khusus 2020, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp11 triliun untuk program dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP. Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan 102.500 unit rumah. Nilai ini meningkat dibandingkan anggaran FLPP di 2019 yang senilai Rp7,1 triliun.

Anggaran FLPP di 2020 pun berasal dari DIPA sebesar Rp9 triliun dan dari pengembalian pokok sebesar Rp2 triliun. Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto, pendanaan anggaran FLPP tahun mendatang memang terus mengalami peningkatan.

Penyebabnya, diakibatkan adanya pengembalian pokok yang besar juga adanya kenaikan harga rumah di 2020. "Harga rumah juga naik. Jadi meski kenaikannya besar, tetapi kenaikan [unit rumah] tidak pararel karena harga rumahnya juga naik. Jadi itu menyesuaikan," tutur Eko, Kamis (19/12/2019).

Eko juga mengatakan, di 2019 PUPR sudah melakukan percepatan pembangunan rumah untuk program FLPP ini. Hingga saat ini sudah ada sekitar 7.000 unit rumah yang dibangun dengan anggaran FLPP di 2020. Dengan begitu, ini akan mengurangi unit rumah yang harus dibangun di 2020.

"Jadi kita lakukan percepatan untuk anggaran 2020, kita tarik ke depan, itu akan mengurangi [Anggaran] di 2020. Percepatan sampai sekarang sudah 7.000 unit, itu akan update terus. Maksimum pembiayaan yang dialihkan itu maksimum Rp2 triliun," tutur Eko.

Selama 2019 terdapat sekitar 78.000 unit rumah yang dibiayai melalui program FLPP. Angka ini meningkat dari target awal yang sebesar 68.000 unit rumah. Sementara itu, untuk penyaluran FLPP tahun 2020, pemerintah sudah menunjuk 37 bank pelaksana. Bank tersebut terdisi dari 10 bank nasional dan 27 bank pembangunan daerah. (F-1)

Ekonomi
Satu Juta Rumah
Sosial
Narasi Terpopuler
Kemampuan Mutasi yang Lambat
Dibandingkan virus flu biasa, virus penyebab Covid-19 bermutasi dengan sangat lambat. Sehingga orang punya waktu dan kemampuan untuk menghadapinya dengan menciptakan vaksin. ...
Peran Daerah Semakin Penting
Berbagai langkah cepat dan serius dilakukan pemerintah demi menekan persebaran virus berbahaya, SARS COV-2. Termasuk, menegaskan adanya kewenangan daerah untuk menetapkan status kedaruratan bencana. ...
Rakyat Ditopang, Pengusaha Diringankan
Bantuan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 mencapai Rp158 triliun. Warga menerima bantuan tunai, pengobatan gratis, dan penundaan cicilan motor/mobil. Pengusaha menerima stimulus pajak, bea masuk...
Memastikan Ekspor Batu Bara dan CPO Tepat Sampai Tujuan
Hak eksklusif armada kapal nasional untuk angkutan ekspor batu bara dan CPO dicabut. Ketidaksiapan armada berbendera Indonesia, tak bisa dibiarkan menghambat arus ekspor di tengah kesulitan akibat Cov...
Jejak Terlacak, Penyebaran Tak Melonjak
Sejumlah negara memanfaatkan teknologi untuk penelusuran dan pelacakan mereka yang terpapar virus corona. WHO memuji Singapura yang dinilai cermat dalam menghambat persebaran virus. Bisakah penggunaan...
Pulau Nustual Kota Masa Depan di Indonesia Timur
Pulau Nustual ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan kilang LNG dari Blok Masela. Kota Saumlaki dan Pulau Yamdena akan menjadi lokasi pusat pertumbuhan ekonomi. Bisnis ratusan triliun akan segera berguli...
Cucuran Keringat di Balik Jaket Hazmat
Pemerintah bertekad memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga medis yang berada di garis depan melawan amukan Covid-19. Mereka diberi insentif khusus dan santunan. ...
Belajar dari Keberhasilan Negara Lain, Pemerintah Siapkan Dua Obat Covid-19
Pemerintah akan memberikan obat Avigan dan Chloroquine kepada pasien positif corona. Penggunaannya tak bisa sembarangan. ...
Persiapan Maksimal Hadapi Pandemi di Wisma Atlet
Wisma Atlet siap merawat sampai 4.200 pasien Covid-19 sekaligus di dua menaranya. Pasokan listrik aman. TNI dan IDI mengirim dokter dan paramedisnya ke RS Darurat Kemayoran. ...
Pasar dalam Tekanan, Negara Tidak Lepas Tangan
Pasar saham oleng dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir lebih dari 25 persen. Namun, Bank Indonesia bergerak sigap, Otoritas Jasa Keuangan menjanjikan relaksasi, dan Kementerian BUMN meng...