Bahasa | English


PROFIL

Dua Bintang Bersinar di Papua

6 September 2019, 01:50 WIB

Sejarah mencatatkan sederet nama perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri asal Papua. Dan kini, dua nama di antaranya mengisi posisi sebagai pucuk pimpinan TNI di kawasan Papua dan Papua Barat.


Dua Bintang Bersinar di Papua Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab (kanan) Joppye Onesimus Wayangkau (kiri). Foto: Istimewa

Dua Komando Daerah Militer di Papua dan Papua Barat sekarang dipimpin oleh putra daerah. Adalah Mayor Jenderal Herman Asaribab yang ditunjuk sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, menyusul sebelumnya Mayor Jenderal Joppye Onesimu Wayangkau sebagai Pangdam IXVIII/Kasuari.

Sebelum ditunjuk sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, Herman merupakan Pangdam XII/Tanjungpura yang mengomandani gelaran TNI di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sejak Maret lalu. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Sesko TNI-AD.

Herman yang merupakan luluasan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan infanteri merupakan putra Papua kelahiran Jayapura, 55 tahun silam. Sepanjang karir militernya, ayah tiga anak itu, sudah beberapa kali telah bertugas di tanah kelahirannya.

Herman pernah menjadi Komandan Yonif 751/BS Jayapura, Komandan Brigif 20/Ima Jaya Keramo Timika, Komandan Resor Militer 172/Praja Wirajakti Abepura, dan Kasdam XVII/Cenderawasih (sejak 10 September 2015--4 Desember 2017).

Herman juga pernah terlibat sebagai satgas Rajawali Papua pada 2006. Saat menjadi Danrem di Abepura, Herman juga mendapat kesempatan untuk menjalani pendidikan militer di Amerika Serikat.

Herman juga pernah bertugas di Jakarta dan dalam operasi Timor Timur yang digelar pada 1990 dan 1996. Lantaran masuk dalam jajaran perwira tinggi terbaik TNI itulah, membuat Herman Asaribab pun akhirnya dipercaya mampu melakukan pendekatan komprehensif dalam mengatasi persoalan yang terjadi di Papua.

Sementara itu, Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau yang kini memimpin Kodam XVIII/Kasuari merupakan putra Papua pertama yang menjadi panglima di daerah tempat asalnya. Kodam Kasuari diresmikan KSAD Jenderal Mulyono pada 19 Desember 2016, sebagai pelebaran dari Kodam XVII/Cenderawasih Papua.

Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau llahir di Serui, Papua, 17 Juli 1962. Wayangkau merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 dari kecabangan Infanteri. Jabatan jenderal bintang dua ini sebelumnya adalah Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI.

Wayangkau pernah mendapat kepercayaan menjadi Danrem 172/PWY, sebagai Asops Kasdam XVII/Cenderawasih. Sebelum ditugaskan di tanah kelahirannya, Joppye sudah malang melintang melakukan penugasan di sejumlah daerah di Indonesia, antara lain, sebagai Danyonif 407/PK, Kodam IV/Diponegoro pada 2000–2003.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Joppye yang juga pernah menjabat sebagai salah satu Dandim di Kodam IV/Diponegoro ini siap menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.  Meski demikian, tugas yang dihadapi sebagai Danrem 172/PWY tentunya tidak ringan. Apalagi dengan situasi Kamtibmas di Kota Jayapura saat ini yang merupakan salah satu wilayah teritorial Korem 172/PWY.

Sederet jabatan yang pernah diemban Joppye adalah sebagai Kasdam V/Brawijaya, Wakil Komandan Pussenif Kodiklat TNI-AD, Irdam Cenderawasih, Komandan Brigif 24/Bulungan Cakti di Kalimantan Timur, dan Dandim 0736/Batang. 

Profil:

Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab

Riwayat pendidikan

  • Akmil (1988)
  • Susarcab IF (1989)
  • Diklapa-I (1993)
  • Diklapa-II (1998)
  • Seskoad (2000)
  • Sesko TNI (2003)

Tanda jasa

  • SL Kesetiaan I
  • SL Kesetiaan II
  • SL Kesetiaan VIII
  • SL Kesetiaan XVI

Riwayat penugasan

  • Dalam negeri
  • Ops Tim-Tim (1990)
  • Ops Tim-Tim (1996)
  • Satgas Rajawali Papua (2006)
  • Luar negeri
  • Australia (2009)
  • Filipina (2009)

Riwayat jabatan

  • Wadan Yonif 731/Kabaresi
  • Danyonif 751/BS Jayapura
  • Dansecaba Rindam Jaya/Jayakarta
  • Dandim 0505/Jakarta Timur.
  • Pabandya 1/Mindik Paban II/Bindik Spersad[4] (2009)
  • Danbrigif 20/Ima Jaya Keramo Timika[5] (2010)
  • Dirbinsen Pussenif (2011)
  • Danrem 172/Praja Wirajakti (2013)
  • Pamen Mabes TNI AD (2014)
  • Wadan Pussenif Kodiklat TNI AD[6][7] (2015)
  • Wadan Seskoad (2015)
  • Kasdam XVII/Cenderawasih (2015)
  • Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI (2017)

Joppye Onesimus Wayangkau

  • Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari ke-1
  • Informasi pribadi
  • Lahir 17 Juli 1962
  • Lahiir di Serui, Papua
  • Almamater Akademi Militer (1986)

Pangkat

  • Mayor Jenderal TNI

Satuan      

  • Infanteri

Riwayat Jabatan

  • Danyonif 401/Banteng Raiders (2000–2002)
  • Danyonif 400/Raider (2002–2003)
  • Dandim 0736/Batang (2004–2005)
  • Danbrigif 24/Bulungan Cakti (2009–2011
  • Asops Kasdam XVII/Cenderawasih (2011–2012)
  • Danrem 172/Praja Wira Yakthi (2012–2013)
  • Irdam XVII/Cenderawasih (2013–2014)
  • Wadanpussenif Kodiklat TNI AD[5][6] (2014–2015)
  • Kasdam V/Brawijaya (2015–2016)
  • Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI (2016–2016)
  • Pangdam XVIII/Kasuari (2016-…)

(E-2)

Sosial
Narasi Terpopuler
Jerih Payah Menuju Panggung Dunia
Melalui program Instagram dan program TEMS, plus besutan implementasi konsep “low cost, high quality, dan social responsibility” sebagai visi manajemen pelayanan rumah sakit akhirnya memba...
Strategi Menangkal Radikalisme Keagamaan
Indonesia sebenarnya memiliki infrastruktur keagamaan atau tradisi keberagamaan yang sangat kuat dalam menangkal radikalisme. ...
Mengintip Kisi-Kisi RUU Pajak
Pemerintah sedang menyiapkan UU baru yang mengatur soal perpajakan. Banyak kemudahan, meski aturannya kini lebih tegas untuk meningkatkan kepatuhan pembayar pajak. ...
Mencari Solusi Harga Gas yang Terjangkau
Kadin menilai, penurunan harga gas tersebut bisa membantu Indonesia terhindar dari resesi. ...
UU KPK Baru, antara Perppu atau Uji Materi
Presiden Jokowi mengaku akan menampung dan mempertimbangkan usulan Perppu, sembari melihat opsi-opsi lain. Aspek sisi politis tentu menjadi salah satu poin pertimbangan utama. ...
Fondasi Ekonomi yang Mampu Menahan Badai Tsunami Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil. ...
Menerobos Dunia Pendidikan
Mendikbud Nadiem Makarim bukan orang yang acap berkecimpung di dunia pendidikan. Tapi dia diharapkan justru mampu membawa dunia pendidikan Indonesia setara dengan negara lain. ...
Krisis tak Mampir di Gambir
Sejumlah negara sangat was-was dengan akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Bahkan sejumlah negara sudah menyiapkan sejumlah jurus penolaknya. Tapi syukurlah, sepertinya krisis tak...
Ibu Kota Negara Impian Sang Presiden
Ibu kota baru akan menjadi kota yang mampu menampilkan diri sebagai kota masa depan. Pemindahan ibu kota  tidak berarti hanya memindahkan pusat pemerintahan dan lokasi. Di luar itu dibutuhkan pul...
Ini Program Quick Wins Pemerintah
Program prioritas (quick wins) yang disiapkan berjangka enam bulan itu merupakan program untuk merespons pelambatan ekonomi global. ...