Bahasa | English


KULINER NUSANTARA

Arsik Ikan Mas, Kuliner Batak yang Melegenda

11 June 2019, 00:00 WIB

Arsik ikan mas, salah satu kuliner yang telah melegenda di tanah Batak. Tak hanya karena cita rasanya dan kaya gizi, arsik juga berkaitan erat dengan ritual adat kebatakan dan acara-acara keluarga.


Arsik Ikan Mas, Kuliner Batak yang Melegenda Arsik Ikan Mas, Kuliner Batak. Foto: IndonesiaGOID/Dedy Hutajulu

Arsik ikan mas kerap digunakan pada pesta pernikahan adat Batak. Arsik ditata di atas nampan besar bersama sayuran dan seonggok nasi putih. Sajian itu kemudian dipersembahkan khusus untuk pengantin. Kedua mempelai, orangtuanya dan hula-hula bersama-sama memegang ujung nampan berisi arsik ikan mas lalu mereka memanjatkan doa syukur kepada Tuhan. Begitulah arsik menjadi simbol doa dan berkat pada prosesi pernikahan adat Batak.

Pada acara-acara keluarga, arsik kerap menghiasi dapur orang Batak. Tatkala anak hendak berangkat merantau, orangtua Batak biasanya menyajikan ikan mas arsik untuk disantap anak-anaknya. Arsik itu sekaligus sarana bagi keluarga untuk memohon kepada Tuhan agar anak-anaknya kelak berhasil di perantauan.

Arsik ikan mas pada dasarnya adalah merebus ikan mas dengan menggunakan beragam rempah dan bumbu. Bumbu yang dibutuhkan berupa asam cekala, bunga kecombrang, lokio (bawang Batak), kacang tanah, kemiri, kunyit, bawang putih dan bawang merah, cabai merah, jahe, asam gelugur, daun jeruk, daun salam, lengkuas, serai dan andaliman serta garam.

Sebelum direbus, pertama sekali siapkan ikan mas dan bahan-bahan bumbunya. Kemudian, ikan mas segar yang sudah dibersihkan dilumuri dengan air perasan jeruk nipis dan diberi garam. Diamkan selama 1 jam agar air jeruk dan garap meresap ke dalam daging ikan sekaligus mengurangi kadar air tawar dalam ikan. Sebaiknya, gunakan ikan mas hasil tangkapan nelayan dari Danau Toba, bukan ikan mas ternakan. Karena tekstur daging ikan mas dari Danau Toba jauh lebih lembut, tidak berbau tanah dan ukurannya lebih besar.

Dan arsik akan lebih gurih jika menggunakan ikan mas yang sedang bertelur. Karena resapan bumbu pada telur akan menciptakan cita rasa sedap dan gurih. Kandungan protein pada telur bercampur dengan bumbu arsik memberikan sensasi tersendiri pada lidah. Arsik ikan mas hingga hari ini mudah ditemukan di rumah-rumah makan khas Batak. Di Sumatera Utara tidaklah sulit menemukan arsik ikan mas. Selain menjadi menu harian di sejumlah rumah makan, juga jamak menjadi menu di rumah tangga.

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain

  1. Ikan mas segar yang sudah dibersihkan isi perut dan insangnya.
  2. Kemiri dan kunyit
  3. Andaliman, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan jahe
  4. Asam cekala, asam gelugur, daun jeruk, daun salam, lengkuas dan serai
  5. Bawang Batak, kacang panjang, kecombrang muda (batang dan bunganya)
  6. Jeruk nipis dan garam
  7. Cabai merah besar

Cara memasak

  1. Ikan mas dilumuri dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Biarkan hingga satu jam.
  2. Kemiri dan kunyit disangrai, lalu diulek sampai halus.
  3. Bahan berupa andaliman, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan jahe digiling sampai halus
  4. Potong bunga rias dari batangnya. Bikin kecil-kecil lalu memarkan.. Bunga rias juga dipotong kecil-kecil
  5. Geprek asam cekala, lengkuas, dan serai.
  6. Potong kacang panjang sesuai selera.
  7. Gabungkan bawang Batak dengan kacang panjang. Dua pertiga dari gabungan bawang Batak dan Kacang Panjang selipkan ke dalam perut ikan mas. Sisanya direbus bersama bumbu
  8. Tata kulit batang bunga rias sebagai alas ikan di dalam belanga. Gunanya untuk mencegah ikan gosong saat diarsik. Letakkan Ikan mas di tepat di atas batang bunga rias tadi. Kemudian taburi kacang panjang dan bawang Batak.
  9. Masukkan seluruh bumbu yang telah dilumat lalu tambahkan air secukupnya pada belanga hingga ikan mas terendam. Taburi potongan batang dan bunga rias.
  10. Tutup belanga agar air lebih cepat mendidih. Pastikan nyala api tidak terlalu besar dan tidak kecil.
  11. Bila air dalam belanga tinggal sedikit, taburi dengan bawang Batak dan kacang panjang serta potongan cabai merah.
  12. Kecilkan nyala api dan biarkan hingga air dalam belanga hampir kering.
  13. Arsik sudah matang dan siap untuk disajikan. (K-DH)
Kuliner
Sosial
Wisata
Ragam Terpopuler
Sabung Ayam, Antara Mitos dan Sejarah
Bicara ayam, Indonesia memiliki sejarah sangat panjang. Jika selama ini hanya Sungai Kuning di Cina dan lembah Indus di India yang dianggap sebagai pusat sejarah domestikasi ayam di dunia, nyatanya bi...
Kekayaan Laut Utara, Modal Kesejahteraan Warga Pesisir
Pendapatan bersih para 'juragan' di Tegal berkisar antara satu hingga tiga miliar per bulan. Itu sudah memperhitungkan musim banyak ikan dan masa sepi karena cuaca. ...
Sawahlunto, Buah Manis Perpaduan Teknologi Barat dan Timur
Serius membuka diri menjadi destinasi pariwisata sejarah dan budaya, sejak 2002 Sawahlunto berbenah diri. Berbagai proyek revitalisasi dan konservasipun dilakukan. Keseriusan itu akhirnya berbuah mani...
Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop
Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2...
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...