Bahasa | English


KULINER NUSANTARA

Ke Banyuwangi, Bisa Cicipi Super Ayam Pedas Hingga Nasi Bungkus Khas Banyuwangi

18 April 2019, 16:21 WIB

Siapa bilang Banyuwangi tidak punya kuliner Khas? Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini ternyata menyimpan makanan khas dan ada yang hanya tersedia di Banyuwangi ini saja.


Ke Banyuwangi, Bisa Cicipi Super Ayam Pedas Hingga Nasi Bungkus Khas Banyuwangi Nasi bungkus khas Banyuwangi. Sumber foto: K/Tommy Bernadus

BanyuwangiKuliner apa yang ada di Kabupaten yang lagi hits bingits beberapa tahun belakangan ini? Pertamyaan tersebut pasti akan muncul di kepala kita  begitu tiba di Kabupaten yang beraa di ujung timur Pulau Jawa ini ini.

Ketika berkunjung ke Banyuwangi, penulis berkesempatan untuk mencicipi kuliner. Kuliner pertama yang dicicpi adalah di sebuah kecamatan yang terletak kurang lebih setengah jam perjalanan dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi.

Nama daerah tersebut adalah genteng. Sebuah kota kecamatan.  Ada sebuah tempat makan yang tidak terlampau mewah, namun menyajikan makanan yang hanya ada di daerah tersebut. Namanya Ayam Super Pedas.

Dari namanya saja sudah panasaran pastinya. Apalagi ada unsur “super pedas”.

Setelah tersaji di hadapan kita, ternyata , Ayam Super Pedas ini ada kuahnya. Kuahnya berwarna kecoklatan agak kemerahan. Seperti bersantan begitu.

Ketika menyeruput kuah tersebut, langsung terasa super pedasnya! Memang sesuai dengan tempat makannya. Ayam Super Pedas! 

Meskipun pedas, bumbu di daging ayam masih terasa. Pedas tidak membuat cita rasa bumbu lainnya hilang. Kuah masih gurih, tapi sayangnya sangat pedas. Bagi yang sanggup makan pedas, bisa menghabiskan ayam dan kuahnya. Bagi yang tidak sanggup, silakan cicipi ayamnya saja.

Kuliner lainnya yang bisa disantap atau sekedar icip-icip di Banyuwangi adalah Soto Ayam P. Niti.

Soto Ayam P. Niti ini letaknya tidak berjauhan dengan Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Cukup berjalan kaki dari Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi ini.  

Meskipun dari nama warung  tulisannya adalah Soto Ayam, ternyata juga tersedia soto daging dan soto babat. Warung ini sangatlah ramai.

Karena yang makan cukup ramai, kita harus menunggu cukup lama. Maklum saja lah. Dan memang tidak salah walaupun harus menunggi. Sotonya nikmat menggoyang lidah. Ada koya yang tersedia dan saya tambahkan ke Soto dan membuat cita rasa soto semakin enak. 

Setelah mencicipi soto, kita bisa perbindah  ke Pasar Tradisional Banyuwangi. Di Pasar tradisional Banyuwangi ini, ada satu kuliner lainnya yaitu Nasi Bungkus Khas Banyuwangi.

Dari namanya saja, sudah menarik bukan?

Dan memang benar. Setelah tiba dan duduk-duduk di Pasar Tradisional Banyuwangi, Nasi Bungkus Neng Lilik mulai disajikan. Apa yang membedakan Nasi Bungkus ini dengan nasi bungkus lainnya.

Nasi Bungkus Neng Lilik ini dibungkus dengan daun pisang. Bukan dibungkus pakai koran atau kertas coklat bungkus makanan. Memang berbeda.

Ketika disakikan, ada dua jenis nasi bungus. Nasi Bungus Dadar dan Nasi Bungkus Telur Cit. Apalagi telur cit ini? Saatnya membuka nasi bungkus.

Ketika membuka, antara lauk dengan nasi, "dipisahkan" oleh daun pisang. Seperti nasi angkringan. Dan di dalam bungkusan, ada telur, mie gorng dan sambal. Ada juga seperti srundeng.

Nasi Bungkus ini memang nikmat.

Oh iya, nasi di Pasar Tradisional Banyuwangi ini juga merupakan salah satu pusat kuliner Banyuwangi. Banyak makanan dan minuman yang tersaji di sini. Bahkan ada kopi khas banyuwangi juga.

Dari ketiga kuliner di Banyuwangi ini, pasti akan memberikan kesan yang tertinggal di otak kita Terutama ayam super pedas, atau super ayam pedas dan nasi bungkus yang jarang sekali ditemui di tempat lain selain di Banyuwangi

Harga dari ketika makanan ini tidak mahal. Bahkan kategori harganya sangatlah murah. Ayam Super Pedas, harga per porsi sudah dengan nasi, hanya belasan ribu rupiah saja.

Begitu juga dengan soto dan nasi bungkus Banyuwangi Masih dalam rentang harga belasan ribu rupiah saja. Meskipun harganya murah, cita rasa tetap terjaga.

Kalau ke Banyuwangi, pembaca wajib mencicipi tiga jenis kuliner ini. Jangan sampai terlewatkan. (K-TB)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Sabung Ayam, Antara Mitos dan Sejarah
Bicara ayam, Indonesia memiliki sejarah sangat panjang. Jika selama ini hanya Sungai Kuning di Cina dan lembah Indus di India yang dianggap sebagai pusat sejarah domestikasi ayam di dunia, nyatanya bi...
Kekayaan Laut Utara, Modal Kesejahteraan Warga Pesisir
Pendapatan bersih para 'juragan' di Tegal berkisar antara satu hingga tiga miliar per bulan. Itu sudah memperhitungkan musim banyak ikan dan masa sepi karena cuaca. ...
Sawahlunto, Buah Manis Perpaduan Teknologi Barat dan Timur
Serius membuka diri menjadi destinasi pariwisata sejarah dan budaya, sejak 2002 Sawahlunto berbenah diri. Berbagai proyek revitalisasi dan konservasipun dilakukan. Keseriusan itu akhirnya berbuah mani...
Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop
Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2...
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...