Bahasa | English


WISATA ALAM

Melepas Penat di Gunung Gumitir

16 March 2020, 11:16 WIB

Namanya Gumitir. Kawasan yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi itu menawarkan banyak sajian. Dari kafe hingga wisata kebun kopi.


Melepas Penat di Gunung Gumitir Lori yang mengantar wisatawan berkeliling kebun kopi di Gunung Gumitir, Banyuwnagi, Jawa Timur. FOTO : Antara Foto

Lebaran kurang dua bulan lagi. Bagi mayoritas warga Indonesia, utamanya kaum muslim, lebaran identik dengan pulang kampung. Bertemu dan bersilaturahmi dengan orang tua, sanak saudara, handai taulan.

Sambil bertemu sanak keluarga, biasanya mereka juga menyempatkan diri untuk berekreasi. Entah kuliner atau wisata alam.

Bagi yang mau mudik ke Jawa Timur, ada baiknya mampir ke Gumitir. Kawasan ini masuk Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, atau 39 km dari Jember dan 60 km dari Banyuwangi.

Lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi sebelah barat. Jika Anda dari Surabaya menuju Banyuwangi memilih lewat jalur Jember, Anda akan melewati daerah ini. Jalanannya berkelok.

Ketika tiba di tengah perjalanan menyusuri Gunung Gumitir, Anda akan melihat rest area ini. Sebagai penanda nanti Anda akan bisa melihat gapura bertuliskan "Cafe & Rest Area Gumitir".

Di rest area ini Anda bisa singgah di Kafe Rolas. Nama ini diambil dari nama pengelolanya, PTP XII. Letaknya agak menjorok dari jalan raya Jember-Banyuwangi. Kafe ini berada di ketinggian 680 meter dari permukaan laut (mdpl).

Kafe ini menawarkan banyak menu. Ada ayam goreng, bebek goreng, singkong goreng, pisang goreng, dan tentu saja kopi khas olahan PTP XII. Anda bisa menikmati sajian itu di gazebo-gazebo.

Selesai menyantap hidangan, Anda bisa menikmati pemandangan hutan dari kursi raksasa. Disebut raksasa karena ukuran kursi ini memang besar. Diletakkan di depan gazebo, kursi ini berukuran 3x3 dengan tinggi 2,5 meter. Kursi ini bisa menampung lima orang. Dari atas kursi ini, Anda bisa melihat hamparan kebun kopi robusta seluas 1.165 hektare.

Di kawasan yang diresmikan 14 Maret 2010, tak hanya kafe, pengelola juga menyediakan wisata kebun kopi, permainan (ATV, flying fox, berkuda), dan tempat berkemah. Jika ingin blusukan ke kebun, Anda bisa menyewa kuda, kereta kelinci, atau naik jeep.

Jika Anda naik Jeep, nanti Anda akan dibawa ke pabrik bekas pembuatan kopi yang pernah digunakan Belanda. Sepanjang perjalanan, Anda bisa melihat beberapa buruh kopi sedang merawat dan kadang ada yang memetik kopi.

Sambil menikmati keindahan kebun, sang sopir yang juga bertindak sebagai pemandu, akan menjelaskan tentang seluk-beluk perkebunan itu.

Begitu tiba di pabrik bekas pengolah kopi yang digunakan Belanda, Anda akan disambut pemandu pabrik. Dia akan membawa Anda berkeliling dan menjelaskan detil semua tempat peralatan yang ada di tempat itu. Dari halaman pabrik, Anda juga bisa melihat jembatan kereta api yang dibangun Belanda. Panjangnya 178 meter.

Puas berada di pabrik, Anda bisa blusukan ke terowongan kereta api. Untuk mencapai terowongan ini Anda bisa berjalan kaki dalam jarak yang relatif dekat. Ada dua terowongan kereta di sini.

Pertama, Terowongan Garahan yang panjangnya 113 meter. Terowongan ini selesai dibangun Belanda pada 1902. Dan kedua adalah Terowongan Mrawan, panjangnya 690 meter yang selesai dibangun pada 1910.

Terowongan Mrawan adalah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Terowongan peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk berfoto. Terowongan ini menembus pegunungan Gumitir yang berada di antara Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi.

Tapi sebentar dulu. Anda hanya bisa melihat terowongan dan jalur kereta itu dari atas. Petugas tidak mengizinkan pengunjung turun dan memasuki terowongan. Sebab, jalur kereta api Banyuwangi-Surabaya itu sampai sekarang masih aktif.

Dikhawatirkan jika pengunjung masuk, tiba-tiba ada kereta lewat. Jangan khawatir, pemandangan dari atas terowongan itu juga cukup menawan. Anda bisa berfoto dengan mengambil latar mulut terowongan atau rel kereta.

Namun jika Anda ingin menembus terowongan itu, PT KAI menyediakan kereta khusus yang biasa disebut lori wisata. Lori wisata ini bisa dinaiki dari Stasiun Kalibaru, Banyuwangi.

Mereka menyediakan dua gerbong yang hanya bisa diisi 12 penumpang. Dengan gerbong ini Anda akan bisa masuk ke terowongan itu. Pemandu nanti akan menceritakan sejarah pembangunan terowongan itu. Anda tertarik?

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto/Ratna Nuraini

Gunung Gumitir
Ragam Terpopuler
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di antaranya Pasa...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...
Mystery Shopper untuk Layanan Kependudukan Lebih Baik
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk tim penyamar untuk mengecek pelayanan publik layanan kependudukan di 34 provinsi....
Uji Klinis Berhasil, Akankah jadi Oase di Tengah Gurun?
Dari balik tembok perusahaan bioteknologi di Massachusetts, AS, kabar baik dihembuskan. Uji coba vaksin Covid-19 dinyatakan manjur dan tidak berefek samping serius. ...
Titik Rawan Tangsi Tentara
Dua kluster Covid-19 muncul dari tangsi militer. Gubernur Ridwan Kamil meyakini, tradisi disiplin yang tinggi membuat kluster itu tak meluas. ...