Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PARIWISATA

3 Pesona Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Tiada Duanya

Thursday, 25 April 2019

Kekayaan alam di Pulau Bangka yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera ternyata menyimpan berjuta keindahan. Kombinasi pantai dan pegunungan dari pulau penghasil timah ini selalu sukses membuat pengunjungnya terpesona.


3 Pesona Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Tiada Duanya Pulau Bangka. Sumber foto: Pesona Indonesia

Semula Pulau Bangka merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Namun setelah dikeluarkannya Undang-undang No.27 Tahun 2000 oleh Pemerintah Republik Indonesia, Pulau Bangka menjadi bagian Provinsi Bangka Belitung yang ditetapkan sebagai provinsi ke-31 Republik Indonesia. Secara administratif, pulau ini memiliki luas sekitar 11.623,74 kilometer persegi www.babelprov.go.id Selain terkenal dengan kulinernya yang ciamik, Pulau Bangka juga ternyata menyimpan berjuta pesona alam.

Jika pergi ke Pulau Bangka, hamparan pesona alamnya akan menghipnotis pengunjung. Banyak sekali objek wisata di pulau ini, mulai dari pepohonan yang tersusun rapih di atas bukit, padang pasir, danau, hingga putihnya pasir pantai. Berikut 7 pesona alam Indonesia di Pulau Bangka yang wajib dikunjungi.

     1. Danau Kaolin, Kawah Putihnya Pulau Bangka

Danau Kaolin merupakan danau yang tercipta akibat penggalian tambang timah. Uniknya, danau ini bewarna biru, hasil refleksi warna biru langit setelah kandungan timahnya habis. Ada juga bagian danau yang bewarna hijau, manambah daya tarik Danau Kaolin. Begitu indah dan eksotis ketika danau dini dikelilingi dengan Gurun Pelawan Namang, bukit pasir bekas aktivitas tambang.

Mendokumentasikan kunjungan di Danau Kaolin, akan tercipta foto atau video yang menjadi kenangan yang begitu merindukan. Jika ingin merasakan suasana yang maksimal, pengunjung bisa datang ke Danau Kaolin ketika matahari terbenam.

     2. Pantai Matras, Pantai Terpanjang Pulau Bangkaa

Pantai Matras memiliki panjang mencapai 3 kilometer serta memiliki lebar sekitar 20 – 30 meter. Terletak di sebelah timur laut Pulau Bangka, tepatnya di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat. Jika ingin berkunjung ke Pantai Matras, diperlukan waktu sekitar 30 menit atau 40 kilometer berkendara dari Kota Pangkal Pinang.

Pantai Matras menghadap langsung ke arah Laut Cina Selatan. Hamparan pasir putih yang terdapat di pantai ini, tampak berkilau seperti mutiara. Pepohonan kelapa dan air laut yang bening turut mendukung pemandangan indah di pantai ini.

Tak heran jika Pantai Matras menjadi pantai terpopuler di Provinsi Bangka Belitung, dan acapkali masyarakat maupun pengunjung menyebutnya sebagai Pantai Surga. Apalagi ditambah dengan sebuah sungai air tawar yang bisa ditemukan di sekitar pantai.

Lebih menarik jika berkunjung ke Pantai Matras pada malam hari. Menikmati suasana ketenangan pantai sambil meilhat puluhan lampu kapal nelayan sedang berlayar di tengah lautan.

     3. Banyak Penyu di Pantai Tongaci

Jika ingin mengunjungi pantai di Pulau Bangka telah memiliki fasilitas lengkap, bisa datang ke Pantai Tongaci. Seperti Pantai Matras, Pantai Tongaci berada di Kecamatan Sungailiat tepatnya di Desa Pasir. Pantai ini merupakan sebuah kawasan marina dan penangkaran penyu.

Kawasan pantainya telah direkayasa dan dilengkapi ddengan dasilitas seperti kamar bilas, restaurant, dan penginapan. Namun tak perlu khawatir tidak bisa menikmati suasana alam. Karena keasrian pantai dan pepohonan masih terjaga, begitu juga fasilitas pendukung dan bangunan didesain tradisional. Sehingga suasana menyatu dengan alam masih bisa dinikmati.

Selain itu, Pantai Tongaci terkenal sebagai tempat penangkaran penyu di Pulau Bangka. Banyak ditemukan sebuah kolam berisi penyu-penyu. Terdapat penyu berspesies penyu hijau dan penyu sisik. Pada waktu tertentu, pengunjung dapat mendengar bel tanda makan penyu, sehingga dapat menyaksikan penyu-penyu tersebut diberi makan oleh para petugas penangkaran.

Di kawasan Pantai Tongaci, terdapat Museum Garuda berisi artifak sejarah, buku-buku tua, dan foto-foto tua dari masa kolonial. Di malam hari, restaurant dan bar menyediakan menu khas pantai Pulau Bangka seperti ikan bakar, kerupuk bangka, dan otak-otak. Menikmati santapan ditemani para pengrajin bekerja membuat produk tradisional yang bisa dibeli.

Masih banyak tempat menawan lainnya yang berada di Pulau Bangka. Selain menikmati keindahan alam, jangan lupa untuk berburu kuliner khas Pulau Bangka serta berwisata sejarah. Apalagi jika berkunjung ke museum yang menyimpan benda saksi sejarah perjalanan timah di Pulau Bangka.

Tak heran, jika pulau Bangka sempat menjadi rebutan para penjajah di zaman perang dulu. Karena pulau ini memang menyimpan berjuta rahasia keindahan. Memberi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Bangka. (K-MP)

Wisata
Ragam Terpopuler
Bekantan, Bertahan dari Kepunahan
Di lokasi bernama Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan yang sejak tahun 2006 wilayahnya diperluas menjadi 22 hektar, jumlah populasi bekantan tak lebih dari 30 ekor. ...
Batang Hari Sembilan: Ibu Suku dan Marga
Budaya Palembang berkembang di sepanjang Musi dan anak-anak sungainya, wilayah budaya yang disebut Batang Hari Sembilan. Budaya sungai itu melahirkan banyak suku dan marga. ...
Budhisme, antara Sriwijaya dan Borobudur
Adanya korelasi kuat dan khusus antara Buddha di Sriwijaya dan Syailendra inilah, kata kunci di balik pembangunan Borobudur. Kekayaan gabungan antara Jawa dan Sumatra inilah menurut interpretasi Berna...
Sejarah Tari Sunda dan Riwayat Pak Kayat
Saat mengiringi tari pergaulan yang populer di kalangan "Menak" (priyayi), Abah Kayat diakui keahliannya oleh Dalem Bandung. ...
Hikmah Ritual Waisak
Dalam arti keberadaan "tuhan personal" atau "tuhan anthropomorfisme" sebagai "supreme being," ajaran Buddha tidak mengandaikan makna signifikansinya bagi proses pembebasa...
Perpaduan Senam Jepang dan Pencak Silat
Gerakan senam dimulai dengan jalan di tempat diiringi musik yang serupa dengan iringan musik upacara kenegaraan. Dominasi suara "Brass Section" atau keluarga terompet menjadi ciri pembuka ya...
Perbaikan Kualitas Demokrasi
Keragaman Indonesia jelas mensyaratkan secara sine qua non hadirnya demokrasi dan pluralisme serta toleransi dalam satu tarikan nafas. Tagline Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada simbol Garuda Pan...
Kebijakan Pemindahan Ibukota, antara Ide dan Realisasi
Apakah rencana relokasi ibukota benar-benar bisa diwujudkan oleh Presiden Joko Widodo, mengingat ide ini sebenarnya telah didorong oleh beberapa presiden sebelumnya namun sebatas berakhir pada ide? Ma...
Tradisi Adu Kepala
Kita sudah tentu pernah melihat atau mengetahui yang namanya adu domba. Adu domba ini, atraksinya adalah dua domba yang saling mengadu kepalanya. Atraksi adu kepala domba ini bisa kita lihat di Kabupa...
Desa Budaya Pampang
Indonesia memiliki 34 Provinsi, dan lebih dari 500 Kabupaten Kota. Berdasarkan data, di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa. Tentunya ini tidaklah sedikit. ...