Bahasa | English


PARIWISATA

Menatap Eksotis Bahari Sibolga di Pulau Poncan

8 April 2019, 00:00 WIB

Pulau Poncan Gadang, begitu identitas wisata yang disematkan pemerintah Kota Sibolga, Sumatera Utara, terhadap potensi destinasi bahari tersebut. Wisatawan dari luar Sibolga juga lebih mengenalnya dengan Pulau Poncan Gadang.


Menatap Eksotis Bahari Sibolga di Pulau Poncan Pulau Poncan Sibolga. Sumber foto: Pesona Indonesia

Penduduk Sibolga lebih familiar menyebutnya hanya Pulau Poncan saja. Berjarak 7 kilometer dari daratan daratan Kota Sibolga dan 364 kilometer dari arah timur Kota Medan, memiliki luas 500 hektare.

Pulau Poncan dulu merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika masa sebelum kemerdekaan. Saat itu di Pulau Poncan juga menjadi areal menyimpan amunisi senjata milik tentara Jepang.

Ada goa yang amat amat panjang di Pulau Poncan namun tidak pernah dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Konon katanya di goa itu banyak jasad tentara Jepang yang tewas dan hingga kini masih belum diambil. Mengenai itu banyak cerita berkembang di masyarakat dan perlu dipastikan kebenarannya.

Pulau Poncan dalam catatan historis awalnya bernama Takalo. Namun saat masa penjajahan, tentara Sekutu sering mengatakan pound change sebab sistem perdagangan kala itu di Sibolga yang ingin diubah dari kebiasaan barter barang ke pembayaran uang tunai.

Tentara Sekutu yang dipimpin Inggris masa itu ingin masyarakat Indonesia dalam berdagang dapat membayar dengan mata uang poundsterling. Kerap tentara Inggris menyebut kalimat pound change untuk mengingatkan mengganti barter barang dengan mata uang poundsterling.

Sayangnya, lafal masyarakat Sibolga ketika itu yang sulit menyebut istilah bahasa asing kemudian terbiasa dengan kosa kata Pon Can. Sehingga semakin lama lafal itu jadi nama untuk pulau dan ditetapkan secara resmi pemerintah.

Memang terdengar kesan lucu, seperti guyonan yang kerap diceritakan di masyarakat tentang berbagai penyebutan bahasa Inggris. Namun fakta itu sebenarnya memang terjadi untuk asal nama Pulau Poncan.

Untuk menuju Pulau Poncan dapat dilalui dengan menyewa kapal atau speed boat. Biayanya antara sekitar Rp 20 ribu-Rp 100 ribu per orangnya. Jarak tempuh menuju Pulau Poncan sekiar 30 menit.

Air laut di Pulau Poncah tidak kalah indah dengan destinasi bahari lain di daerah lain yang telah cukup populer. Di Pulau Poncan, para wisatawan benar-benar dijamin dapat memanjakan diri.

Kejernihan air laut Pulau Poncan adalah daya tarik khusus, bahkan beragam ikan-ikan hias, terumbu karang dan biota laut, tampak jelas di Pulau Poncan. Keunggulan lain dari Pulau Poncan adalah pasir putihnya dan masih rimbunnya pepohonan sehingga menyegarkan mata pengunjung yang sedang bersantai.

Kebersihan pulau juga terjaga, kerap para pecinta lingkungan melakukan ekspedisi pembersihan sampah di sekitar Pulau Poncan. Begitu juga dengan pemerintah Kota Sibolga yang rutin setiap pekannya mengagendakan pembersihan areal pulau dari kotoran.

Eksotisnya air laut Pulau Poncan dan suasananya menjadi pemikat bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk melakukan aktivitas bahari. Menyelam, berenang, memancing, adalah serangkaian kegiatan yang dijamin seru dan kenyamanannya di Pulau Poncan.

Seiring perkembangan masa, Pulau Poncan juga menawarkan daya tarik kekinian. Pemerintah Kota Sibolga dan pengelola swasta telah memberikan spot foto bagi para wisatawan yang ingin mengabadikan momen berliburnya. Pulau Poncan kini banyak memberikan ruang instagramable.

Selain jadi ajang pelesiran, Pulau Poncan juga telah kerap digunakan sebagai lokasi berbagai penyelenggaraan acara di Kota Sibolga. Sebut saja di antaranya seperti peringatan Hari Pers Nasional, perkemahan pelajar, Festival Hari Bumi maupun acara budaya Sibolga.

Pulau Poncan memang menjadi ibarat “surga” di tengah kota yang hanya seluas 10,77 kilometer persegi. Keindahan wisata bahari di Pulau Poncan amat merindukan wisatawan ingin kembali lagi menikmatinya.

Wisatawan yang ingin menginap tidak perlu merasa khawatir dengan penginapan. Di Pulau Poncan menyediakan banyak homestay keluarga yang berkualitas. Kios-kios dagang pun jumlahnya telah cukup memenuhi di Pulau Poncan.

Dari Pulau Poncan dapat terlihat gugusan Bukit Barisan yang mengapit melingkari Kota Sibolga. Tempat pelelangan ikan juga akan bisa dilihat deretannya bibir pantai Kota Sibolga. Ditambah lagi banyaknya kapal-kapal penangkap ikan yang lalu lalang melalui Pulau Poncan jadi pesona destinasi. (K-HL)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Kekhidmatan, Pesta Adat Erau dan TIFAF Digelar Terpisah
Pesta tradisional kesultanan Kutai ing Martadipura “Erau” dan Tenggarong Internasional Folk Art Festival digelar terpisah di bulan September. Keduanya dipisah untuk menjaga kekhidmatan tra...
Menikmati Budaya dan Burung Migrasi di Danau Limboto
Satu lagi agenda wisata di September 2019. Sebuah kegiatan festival akan diselenggarakan di Gorontalo. Kegiatan ini adalah Festival Pesona Danau Limboto 2019 yang rencananya diselenggarakan pada 21--2...
Menikmati Keindahan Alam Pantai dan Budaya Nias
Bila Anda masih bingung menentukan tempat mana untuk berlibur dan berwisata pada September nanti, Nias bisa jadikan sebagai pilihan utama. Pasalnya, pada 14 September akan ada puncak acara Sail N...
Hamzah Sang Aulia Lagi Mulia
Penemuan makam Tuan Hamzah dari Pancur jika diperbandingkan dengan catatan penjelajah Ibnu Battuta akan memperkuat beberapa hal. ...
Etika Kepemimpinan Jawa
Demikianlah, menjadi seorang raja dalam konstruksi etika kepemimpinan dalam budaya Jawa dituntut memiliki delapan laku, atau delapan sifat, atau delapan watak, yang bersifat keillahian dengan merujuk ...
Tuan Pancur di Tanah Suci
Jika salinan catatan dari nisan Hamzah Al Fansuri bisa dipastikan kebenarannya, maka bangsa Indonesia harus berterima kasih pada seseorang yang bernama Hassan Mohammed El Hawary. ...
Memilih Akhir Bersama Yang Terkasih
Konon para pengajar Mbah Moen inilah yang menjadi sosok-sosok terkasih yang dicintai Mbah Moen. Sampai-sampai setiap ada kesempatan di musim haji, Mbah Moen selalu pergi haji walaupun dalam kondisi ya...
Leluhur Nusantara di Tanah Tinggi
Siapa sangka pekuburan di tanah tinggi Mekah ternyata menyimpan sejarah ulama Nusantara, bahkan yang lebih lama. Seperti tokoh besar Hamzah Al Fansuri, yang diperkirakan hidup di abad 16, dan Mas'...
Mitos-mitos Dewi Laut di Nusantara
Sekalipun analisis sejarah Pram katakanlah “benar”, bahwa “perkawinan spiritual” Kanjeng Ratu Kidul dengan raja-raja Mataram ialah sekadar upaya membangun legitimasi kekuasaan ...
Festival Lembah Baliem sudah 30 Tahun
Usia Festival sudah termasuk tua, 30 tahun. Tapi Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jaya Wijaya ini semakin memikat. ...