Bahasa | English


SENI TARI

Tari Gambyong, Dari Pentas Jalanan ke Panggung Istana

13 December 2019, 09:30 WIB

Tari ini awalnya populer sebagai tarian rakyat. Seperti lazimnya tarian rakyat ia tampil dalam kesederhanaan gerak, musik pengiring, dan busana yang dikenakan penari. Namun di tangan seorang koreografer Jawa klasik tarian rakyat ini kemudian “disulap” menjadi tarian yang halus dan penuh harmoni. Pihak keraton pun akhirnya tertarik para tarian ini.


Tari Gambyong, Dari Pentas Jalanan ke Panggung Istana Tari Gambyong. Foto: IndonesiaGOID/Sigit Budi

Digambarkan, dua orang gadis remaja mengenakan kostum busana kemben hijau. Busan ini dipadu dengan bawahan kain batik, selendang warna kuning panjang melingkar di pinggang, dan hiasan di kepala. Para penari pun naik ke atas panggung diiringi nyanyian dan alunan musik tradisional khas Jawa.

Musik yang mengiringi tarian tersebut adalah gending Jawa (musik Jawa) yang dilantunkan oleh sinden (penyanyi) dan tetabuhan gamelan (alat musik tradisional Jawa). Dua penari itu berjalan dengan agak cepat memasuki panggung, lalu memposisikan berjajar menghadap penonton seiring alunan gending pangkur.

Sang penari menggerakan kepala, mata, kaki secara harmonis dimana arah kepala dan sorot mata mengikuti arah ujung jari bergerak. Sementara kedua kaki melangkah maju, mundur dan ke samping bergantian seirama dengan gerakan tubuh lainnya dan musik pengiring.

Secara keseluruhan bangunan gerakan-gerakan yang lemah gemulai itu menghadirkan sebuah harmoni indah. Inilah gambaran sajian Taria Gambyong dari Surakarta. Tak banyak yang mengetahui bahwa asal muasal tarian ini adalah tarian rakyat.

Tari gambyong umumnya dipertontonkan pada saat musim tanam dan panen padi sebagai penghormatan untuk Dewi Sri. Penghormatan diberikan karena bagi masyarakat di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tangah dan Timur, Dewi Sri adalah simbol kesuburan.

Sebelum disajikan dalam gerakan yang halus dan harmonis, seperi kita lihat sekarang ini, tari gambyong adalah tari tayub. Tari tayub dikenal sebagai tari pergaulan. Tayub sangat populer di Pulau Jawa yang sering disajikan pada hajatan-hajatan tradisional di desa-desa, seperti pada pesta pernikahan dan sunatan.

Namun, setiap daerah di Jawa mempunyai kekhasan sendiri dalam gerakan dan sebutan untuk tarian pergaulan ini. Di wilayah Jawa Barat tari pergaulan semacam gambyong dikenal dengan sebutan tari jaipong. Dasar gerakan jaipong tak jauh beda dengan gerakah tari tayub.

Diangkat Derajatnya oleh Sri Gambyong

 Adalah Sri Gambyong, seorang penari asal Surakarta (Solo) yang mengangkat derajat tarian rakyat ini ke istana Kasunanan Surakarta di era Paku Buwono (PB) IV. Dalam membawakan tarian tayub, penampilan Sri Gambyong sangat memukau berbeda dengan penari-penari tayub umumnya.

Kemampuan penari ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat di wilayah Keraton Surakarta dan sampai terdengar ke kuping PB IV. Lalu pihak Keraton Surakarta mengundang Sri Gambyong untuk menyajikan tarian di hadapan Sang Raja dan lingkungan istana. Setelah itu diceritakan Raja menginginkan tarian Sri Gambyong tersebut diadopsi dan dipoles lagi hingga menjadi bentuknya seperti sekarang ini.

Tari gambyong biasanya dimulai dengan alunan gending pangkur yang merupakan nyanyian awalan untuk mengundang para penari untuk naik ke atas panggung. Secara umum gerakan tarian gambyong lebih menonjolkan gerakan pada kaki, tangan, tubuh, dan kepala. Untuk gerakan dasarnya yang menjadi ciri khas tarian ini adalah gerakan kepala dan tangan.

Keunikan tarian ini terlihat pada pandangan mata penari yang sering melihat ke arah jari tangan seiring dengan gerakan tangannya. Kemudian diiringi pergerakan kaki secara harmonis yang mengikuti alunan musik pengiring. Gerakan tari gambyong bertempo pelan, penari menari lemah gemulai yang menggambarkan sebuah kelembutan dan keindahan seorang wanita.

Penampilan tari gambyong terdiri dari tiga bagian yaitu gerakan awal (maju beksan), gerakan utama (beksan), gerakan penutup (mundur beksan). Saat menari, sang penari sering memperlihatkan ekspresi wajah yang anggun dengan senyuman indah.

Unsur keindahan lain dari tari gambyong terletak pada kekompakan para penari. Para penari gambyong akan menggerakan tangan, kaki, dan kepala secara bersamaan selaras dengan irama kendang. Gerakan mata akan selalu mengikuti gerakan tangan yang menjadikan tarian ini harmonis.

Setelah masuk di lingkungan keraton, gambyong kemudian sering dijadikan sebagai tarian hiburan dan penyambutan untuk tamu kehormatan. Seiring perkembangannya zaman, tarian ini juga sering ditampilkan di kalangan masyarakat luas dan menjadi salah satu tarian tradisional yang populer di Jawa Tengah.

Gambyong juga mengalami perkembangan dan terobosan baru dalam gerakannya hingga melahirkan aneka jenis tarian sejenis. Diantaranya adalah tari gambyong Sala Minulya, Ayun-Ayun, Gambir Sawit, Dewandaru, Mudhatama, Pangkur, dan Campursari. (K-SB)

Seni
Ragam Terpopuler
Cap Go Meh Cita Rasa Nusantara
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor berlangsung meriah. Nuansa Cap Go Meh tak melulu pentas atraksi etnis Tionghoa, tapi sudah berbaur dengan atraksi kesenian nusantara. ...
100 Calendar of Events 2020
Ada ribuan acara budaya dan wisata yang akan terjadi di Indonesia. Namun pemerintah hanya menetapkan 100 acara sebagai acara nasional. ...
Mengejar Wisatawan Premium di 2020
Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebel...
Teka-teki Tagaril
Di tengah teka-teki tentang nama tokoh sejarah yang banyak disepakati sebagai pencanang Bandar Sunda Kelapa, ada satu petunjuk menarik tentang riwayat kelahirannya. ...
Sebuah Filsafat Perenialisme Tertua
Mpu Tantular sangat jauh melampaui zamannya. Jauh sebelum para filsuf Eropa membangun Masyarakat Teosofi di akhir abad ke-19 dan merumuskan Filsafat Perenial bagi publik Eropa di abad ke-20, Mpu Tantu...
Bangunan Bersejarah di Kompleks Kedutaan Besar Amerika
Sebuah bangunan tua tetap kokoh berdiri di kompleks kedutaan Amerika di Jakarta. Gedung ini dipugar oleh Kedubes AS dan dijadikan museum peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebuah destinasi bar...
Labuan Bajo, Go International
Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata. Tidak salah sekiranya kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional. ...
Bunga Teratai Raksasa di Tengah Danau
Bangunan raksasa itu jelas sengaja didirikan untuk melukiskan bunga teratai sebagai penghormatan terhadap Budha Maitreya. Borobudur ialah bangunan bunga teratai raksasa dari jutaan kubik batu and...
Kratom, Daun Dolar yang Masih Kontroversi
Tanaman Kratom menjadi tanaman unggulan petani di sejumlah wilayah di Kalimantan. Bahkan telah menjadi komoditi ekspor untuk wilayah tersebut. Namun pihak BNN akan mengeluarkan pelarangan. ...
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...