Indonesia.go.id - Terima Kasih Garuda Muda

Terima Kasih Garuda Muda

  • Administrator
  • Selasa, 21 November 2023 | 10:14 WIB
  • 0
PIALA DUNIA U-17
  Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia menemui kelompok suporter Ultras Garuda usai kalah dari Timnas Maroko dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023). Timnas Indonesia kalah dengan skor 1-3 dalam pertandingan itu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Indonesia melampaui pencapaian lima negara tuan rumah Piala Dunia U-17 yang tak mampu merebut satu pun poin di depan publik sendiri.

Tuntas sudah babak penyisihan grup pada Piala Dunia U-17 tahun 2023 di Indonesia. Turnamen resmi Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional atau FIFA yang digelar tiap dua tahun khusus bagi pesepak bola usia 17 tahun telah selesai menggelar fase babak penyisihan yang diikuti oleh 24 negara.

Mereka terbagi ke dalam enam grup yakni A sampai F dan bertanding di empat stadion seperti Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat; kemudian Jakarta International Stadium, Jakarta Utara; Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah; dan terakhir di Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Setelah melewati 36 pertandingan yang melelahkan sejak 10 November sampai 18 November 2023, tersisa sebanyak 16 negara lolos ke babak 16 besar. Sebanyak lima dari enam konfederasi sepak bola yang menjadi anggota FIFA mengirimkan wakil mereka ke babak 16 besar. Hanya wakil Oseania (OFC) saja yang tidak lolos ke 16 besar.

Begitu pula dengan Asia (AFC) yang diwakili oleh tiga negara minus Korea Selatan dan Indonesia selaku tuan rumah. Pasukan Taegeuk, julukan untuk Korsel yang masuk di Grup E tak pernah menang dalam tiga laga mereka di penyisihan grup. Finalis Piala Asia 2023 kalah saat bertemu Prancis, Amerika Serikat, dan Burkina Faso. Skuad asuhan Byun Sunghwan juga gagal merebut satu pun poin dan karam di dasar klasemen grup.

Nasib berbeda dialami oleh Indonesia yang berada di Grup A. Tampil perdana di ajang Piala Dunia U-17 tak membuat Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan lantas canggung. Sebaliknya, mereka menunjukkan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan, setidaknya di grup sendiri. Saat melakoni laga pertama, 10 November 2023, skuad Garuda Muda sanggup menahan imbang Ekuador dengan skor 1-1.

Hasil imbang itu tentu cukup mengejutkan karena Ekuador awalnya diprediksi bisa mengalahkan tuan rumah. La Tri, demikian Ekuador dijuluki, mendarat di Indonesia dengan status lumayan mentereng, enam kali lolos Piala Dunia U-17, di mana dua di antaranya parkir hingga babak perempat final (1995, 2015). Anak-anak asuh Diego Martinez itu juga berstatus finalis Piala Amerika Selatan 2023 yang memberi mereka tiket ke Nusantara.

Garuda Muda kembali memetik hasil imbang 1-1 saat bersua Panama, 13 November 2023. Skuad asuhan Bima Sakti akhirnya harus takluk dari Maroko, finalis Piala Afrika 2023, pada laga pamungkas Grup A, 16 November 2023 dengan skor 1-3. Kisah perjuangan Garuda Muda tak berhenti sampai di sini. FIFA rupanya telah mendesain format menarik yaitu dengan memberi kesempatan kepada seluruh tim yang masuk di peringkat tiga tiap grup untuk merebut empat tiket ke 16 besar.

Indonesia sebagai peringkat tiga Grup A dengan nilai dua bermodal dua hasil seri dan sekali kalah mendapat nilai dua, sempat mengisi slot empat besar di klasemen sementara khusus bagi tim peringkat tiga grup. Garuda Muda akhirnya harus memupus mimpi tampil ke babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 lantaran kalah dalam pengumpulan poin.

Mereka tergusur oleh Iran (Grup C), Jepang (Grup D), Uzbekistan (Grup B), dan Venezuela (Grup F) yang menjadi empat besar terbaik klasemen khusus tim berperingkat tiga dari tiap grup. Meski begitu, penyerang Garuda Muda, Arkhan Kaka yang mencetak dua gol dalam dua laga penyisihan grup ikut tercatat namanya di dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia U-17 2023. Pilar klub anggota Liga 1 Persis Solo ini juga sudah diincar beberapa agen pemain dari Eropa.

 

Indonesia Lebih Baik

Terdapat sejumlah catatan penting yang dapat disimpulkan dari tampilnya Indonesia di putaran final Piala Dunia U-17 2023 tersebut. Pertama, tentu saja torehan apik Garuda Muda karena mampu dua kali meraih hasil imbang. Itu membuat Indonesia untuk pertama kalinya mengemas poin dalam sebuah turnamen resmi FIFA berlabel Piala Dunia.

Bahkan, Iqbal Gwijangge dan rekan-rekannya melebihi prestasi para senior mereka yang sempat berlaga pada event Piala Dunia Remaja FIFA tahun 1979 di Jepang. Turnamen ini menjadi cikal bakal bagi Piala Dunia U-20. Bambang Nurdiansyah dkk, berangkat ke Jepang dengan status menggantikan Korea Utara yang mengundurkan diri.

Saat itu, Indonesia selama laga penyisihan grup selalu kalah dalam tiga kali penampilannya. Tentu saja tak ada poin yang bisa diraih. Kebanggaan mengalahkan prestasi para senior tak berhenti sampai di situ saja. Berdasarkan data FIFA untuk Piala Dunia U-17, pencapaian Indonesia sebagai negara debutan lebih baik dibandingkan tuan rumah lainnya sejak 19 kali turnamen ini diadakan.

Setidaknya terdapat lima negara ketika terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 yang parkir di babak penyisihan grup dengan kondisi mengenaskan. Empat negara tanpa meraih poin, dan satu lainnya hanya memetik satu poin saja. India, tuan rumah Piala Dunia U-17 2017 tak berkutik ketika pasrah dihujani tiga kekalahan dari Ghana, Kolombia, dan Amerika Serikat di babak penyisihan grup.

Nasib serupa dialami Uni Emirat Arab (UEA), tuan rumah Piala Dunia U-17 2013. Negara Timur Tengah itu terpuruk di dasar klasemen Grup A karena selalu kalah dalam tiga laga penyisihan saat melawan Brasil, Honduras, dan Slovakia. Hasil tak jauh berbeda dikantongi Trinidad dan Tobago, negara debutan kala menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2001. Wakil Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara (Concacaf) itu senasib dengan India dan UEA.

Kemudian ada Kanada, tuan rumah Piala Dunia U-17 1987 yang parkir di dasar klasemen Grup A akibat tak berdaya disikat Italia, Mesir, dan Qatar. Terakhir terdapat nama Peru, tuan rumah Piala Dunia U-17 2005. Meski terbenam di dasar klasemen Grup A karena kalah dari Tiongkok dan Kosta Rika, Peru mampu mencuri satu poin setelah menahan imbang Ghana.

 

Dwijangge dkk Dipertahankan

Prestasi anak asuh Bima Sakti pada debut di pentas dunia mendapat apresiasi dari banyak pihak. Presiden Joko Widodo yang sempat menonton langsung laga Indonesia melawan Ekuador mengapresiasi pencapaian Garuda Muda. "Dengan hasil ini kita sudah mendapat satu poin. Itu harus diapresiasi karena peringkat (FIFA) Indonesia dan Ekuador terpaut jatuh. Yang satu 38 yang satu 145," ujar Presiden Jokowi.

Kebanggaan turut membuncah dari diri Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. Menurutnya, prestasi Garuda Muda yang mampu tampil baik di laga pentas dunia patut diapresiasi penuh. Terutama atas kehadiran pemain e-12, sebutan untuk mendukung kesebelasan, yang hadir memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo, kandang Grup A di mana Indonesia berada.

"Terima kasih atas dukungan para suporter termasuk Presiden Jokowi yang telah menjadi pemain ke-12 bagi timnas. Hari ini kita buktikan kepada dunia Indonesia bisa! Sekali lagi terima kasih," ujar Erick.

Pelatih Ekuador Diego Martinez mengaku terkesima dengan permainan tuan rumah. Ia tak menyangka bakal mendapatkan perlawanan sengit, apalagi Indonesia sempat unggul lebih dulu. "Mereka (Indonesia) tim yang tangguh dan cukup menyulitkan kami. Banyak pemain berkualitas di sana dan pendukungnya sangat banyak sampai membuat stadion penuh," ungkap Martinez.

Bima Sakti selaku arsitek Garuda Muda meminta maaf kepada masyarakat karena gagal membawa anak-anak asuhnya melaju ke babak 16 besar. "Kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena tidak lolos ke 16 besar Piala Dunia U-17 2023. Terima kasih atas semua doa dan dukungan yang diberikan kepada kami. Seluruh pemain sudah berjuang keras, maksimal dan bermain di ajang ini sungguh pengalaman luar biasa bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Indra Sjafri selaku Direktur Teknik PSSI akan mempertahankan skuad yang dibangun oleh Bima Sakti sebagai cikal bakal tim nasional Indonesia U-20 pada 2024 mendatang. Mereka akan diajak melanglang buana mengikuti berbagai turnamen internasional kelompok umur yang jadwalnya sedang disusun oleh PSSI.

Menurut pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni, konsistensi dan keberlanjutan menjadi kunci kesuksesan pembinaan para pesepak bola usia muda untuk mengisi skuad tim nasional senior beberapa tahun ke depan. Terima kasih M. Iqbal Dwijangge dkk dan selamat menyambut masa depan yang lebih baik.

 

Penulis: Anton Setiawan
Redaktur: Elvira Inda Sari