Bahasa | English


KULINER

Cakalang Fufu Rica Rica, Edodoe Pe Sedap Sekali

27 August 2019, 01:22 WIB

Aroma ikan ini memang khas dan tidak bisa dibandingkan dengan olahan ikan asap lainnya. Mungkin karena pengolahannya menggunakan kayu bakar pilihan. Namun yang membuat rasa ikan ini semakin menonjol adalah ketika dia digoreng dan diberi bumbu rica rica khas Manado, Anda bakal diserbu kenikmatan rasa pedas yang menggugah selera.


Cakalang Fufu Rica Rica, Edodoe Pe Sedap Sekali Cakalang Fufu Khas Manado. Foto: Istimewa

Itulah menu Cakalang Fufu rica-rica khas dari Sulawesi Utara terutama Manado. Di kota pantai yang dikeliling perbukitan dan barisan pegunungan ini, Anda bisa menemukan menu ini tersaji mulai dari meja makan keluarga, rumah makan sederhana hingga ke restoran mewah. Memang masing-masing punya resep signature sendiri, tetapi kekhasan menu ini yaitu rasa gurih dan pedas tetap dipertahankan.

Kenapa harus pedas? Pasalnya, ada jargon khas orang Manado yaitu, nimbole makan kalo nda ada rica. Artinya tidak bisa makan tanpa cabai rawit. Tak heran semahal apapun harga cabai rawit, bumbu ini wajib ada. Hampir seluruh masakan utama orang Manado menggunakan cabai sebagai bumbu utamanya.

Masakan Manado yang menggunakan cabai rawit, sebut saja; ikan bakar rica yang kemerahan karena disiram bumbu cabai. tinutuan alias bubur Manado yang merupakan olahan berbagai aneka sayuran hijau dan sedikit beras itu akan terasa sangat hambar jika tanpa ditemani oleh rica roa (sambal dari ikan Rowa) atau dabu-dabu yang mirip sambal matah tapi setingkat lebih pedas.

Rasa pedas yang dihasilkan dari cabai itu wajib hadir dalam setiap kali aktivitas makan orang Manado. Rupanya ciri khas masakan seperti ini dipilih bukan tanpa alasan. Ada filosofi dan arti tersendiri yang sudah menjadi bagian dari sejarah kuliner dari ibu kota Sulawesi Utara tersebut.

Menurut sejarahnya, masyarakat Manado merupakan keturunan dari suku Minahasa yang memiliki filosofi hidup cukup unik. Terutama pada hal-hal yang bersifat menyakitkan seperti halnya ketika menyantap sajian bercita rasa pedas. Rasa sakit yang timbul di lidah ketika mencecap makanan pedas, rupanya mengajarkan masyarakat Manado akan hidup bertoleransi terutama pada hal-hal yang menyakitkan.

Maka jangan heran pula bila Anda menyicipi camilan seperti pisang goreng atau singkong rebus. Orang Manado menyantapnya tetap dengan ditemani sambal rica-rica. Dan salah satu menu pedas khas di Manado adalah cakalang fufu rica rica. Edodoe pe sedap sekali.

Bahan baku utama dari menu ini adalah ikan cakalang fufu. Ini adalah jenis ikan calang (katsuwonus pelamis) yang banyak ditemui di perairan Teluk Bitung, Sulawesi Utara. Pasokan yang berlimpah inilah yang membuat warga pesisir terutama Minahasa, Manado dan Bitung mengawetkan ikan ini dengan cara diasap.

Menjaga Kesegaran Ikan

Pusat pengolahan ikan cakalang fufu berada di Kecamatan Girian, Kota Bitung. Sekitar 75 persen penduduk di kampung ini bermata pencarian dari pengasapan ikan. Maka tak heran jika kampung ini disebut sebagai kampung calakang fufu. Ada sekitar 20 pengusaha kecil yang tergabung dalam kelompok usaha ini. Setiap tempat bisa memproduksi sekitar 200 kilogram cakalang fufu. Pasar yang mereka tuju adalah di sekitar Bitung, Manado hingga Minahasa.

Cara pengolahan produk ini terbilang unik. Daging ikan hasil tangkapan dibersihkan dan dibuang sisiknya. Lalu dibelah dua dan dijepit  dengan bambu. Kemudian daging ikan dilumuri garam dan bubuk soda dengan perbandingan 1:1.  Setelah itu mulailah proses pengasapan dengan menggunakan kayu bakar. Proses ini dalam bahasa setempat disebut fufu. Proses pengasapan  terus berlangsung sampai daging cakalang berubah warna menjadi kemerahan,  menandakan sudah matang.

Proses pengasapan yang  menghabiskan waktu sekitar empat jam ini kemudian dilanjutkan dengan pendinginan selama dua jam. Dari sinilah muncul produk cakalang fufu yaitu ikan dengan tekstur yang kering di luar tetapi empuk di dalam, dan tak berair. Bila proses pengolahan tepat, cakalang fufu ini bisa disimpan dalam suhu ruang selama satu bulan, cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas kota Manado.

Sesungguhnya ikan cakalang fufu bisa diolah dengan berbagai cara. Mulai dari digoreng biasa, disantan, atau dibuat abon. Tetapi yang paling mengguncang lidah adalah menu Cakalang fufu rica rica. Pada menu ini Anda akan mendapati rasa pedas aromatik yang menggugah selera.

Inilah kekhasan resep rica rica yang merupakan perpaduan dari bawang, serai, jahe, lengkuas, daun jeruk, pandan, dan cabai rawit sebagai bintang utamanya. Jadi jika Anda ke Manado jangan lupa menyicipi menu cakalang fufu rica rica yang menggoyang lidah, menggugah selera. (K-GR)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Teh Slawi, Sebuah Ikon Minuman Tradisional Kabupaten Tegal
Konon, ada makna filosofis di balik cara penyajian teh itu. Kehidupan memang selalu pahit di awalnya. Namun jika kita sanggup bersabar diri, kehidupan yang awalnya terasa pahit itu maka lambat laun pa...
Harum Manis Carica Gunung Dieng
Pepaya gunung hanya dibudidayakan di Dieng, Wonosobo. Manisan atau selai carica gunung itu menjadi jajanan eksklusif yang hanya diproduksi di Wonosobo. Selain segar, carica juga punya kisah. ...
Rumah Pohon Korowai dan Tayangan Televisi Global
Booming-nya pemberitaan tentang rumah Korowai yang eksotis selama dua puluh tahun terakhir adalah bagian dari fenomena budaya global yang menginginkan tampilan bergaya "primitif" sebagai ses...
Agama, Sekolah, Bahasa Jembatan Keragaman Etnis Papua
Selain agama dan pendidikan, maka bahasa Melayu (baca: Bahasa Indonesia) juga bisa disebut memiliki dampak transformatif bagi warga Papua. Sebab, berhasil memberikan aspek keseragaman pada realitas fr...
Orang Laut Nusantara; Laut untuk Hidup, Hidup untuk Laut
Banyak sekali peristiwa dalam sejarah yang terjadi di wilayah laut Nusantara, tetapi cenderung diabaikan oleh peneliti sejarah konvensional. ...
Mengintip Wisata di Sekitar Kawasan Calon Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo  baru saja memutuskan wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru Tanah Air. Wilayah tersebut yakni sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian daerah Penajam Pas...
Wisata Religius ke Pulau Mansinam
Mengenang heroisme dan dedikasi total tugas kemanusiaan yang dilakukan kedua Rasul Papua itu, kini sebuah film tengah dibuat. Tak hanya memperlihatkan jati diri peradaban Tanah Papua sebagai Tanah Inj...
9 dari 10 Bahasa Indonesia adalah Asing
"Dalam Bahasa Indonesia bukan saja tercermin kebudayaan imigran, tapi juga manifestasi bahasa Indo. Atau, dengan kata lain, Bahasa Indonesia ialah produk budaya hibrida, sehingga bukan tak mungki...
Dari Odisha hingga Jepara, Keturunan Kalingga di Nusantara
Hanya kekuatan armada laut yang besar yang bisa menjelaskan kemampuan Kerajaan Kalingga menduduki pesisir utara Pulau Jawa. ...
Jalan Hidup Anak-Anak Rohani Pram
Sekalipun Pram baru meninggal 2006, sesungguhnya ia telah meninggal saat karya-karyanya telah selesai ditulis dan diterbitkan. Ya sebagai anak rohani, karya-karya sastra Pram mempunya jalan hidupnya s...