Bahasa | English


KULINER

Timlo, Paduan Cita Rasa Soto dan Bakso Khas Solo

16 November 2019, 10:55 WIB

Saat menyeruput kuah hidangan ini di lidah terasa sekali cita rasa kaldu ayam dan yang mengingatkan memori kita rasa kuah bakso atau soto. Orang biasanya menyebutnya timlo.


Timlo, Paduan Cita Rasa Soto dan Bakso Khas Solo Timlo khas Solo. Foto: Pesona Indonesia

Kuliner ini sangat populer di kota Bengawan atau Kota Solo sehingga sering dinamai timlo Solo. Tak salah dengan penyebutan ini, di kota Solo memang terdapat satu restoran berusia puluhan tahun berdiri secara khusus yang menjual sajian kuliner timlo Solo. Menurut sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko, makanan timlo terinspirasi dari sup kimlo.

Dari manakah asal muasal kimlo? Konon, makanan ini berasal dari tradisi makanan berkuah di kalangan etnis Tionghoa. Dalam perjalanan waktu makanan ini populer di masyarakat umum terutama Jawa dengan sebutan timlo. Heri Priyatmoko  juga menuturkan makanan ini banyak dikenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Perubahan bunyi dari kata kimlo (awalan dengan huruf “k”) ke kata timlo (awalan dengan huruf “t”) dalam ilmu bahasa disebut korespondensi fonetik, umumnya akibat pelafalan oleh dialek berbeda dari dialek asal. Kalangan etnis Tionghoa dengan dialeknya menyebutnya kimlo, namun saat dialek itu dilafalkan terdengar oleh masyarakat Jawa seperti bunyi timlo dan akhirnya menjadi sebutan umum di lingkungan masyarakat Jawa.

Kasus perubahan bunyi yang berujung perubahan nama juga terjadi pada makanan asal Tionghoa lainnya. Siomay merupakan salah satu jenis dim sum. Nama asli siomay ialah shaomai yang merupakan makanan yang berasal dari daging babi cincang dibungkus kulit yang terbuat dari tepung. Demikian juga lumpia, nama ini berasal dari bahasa Hokkian yakni lun pia yang kemudian dilafal oleh kita dengan lumpia.

Nasinya Dipisah atau Dicampurkan

Timlo adalah sup, berisi irisan ati ampela ayam, irisan dadar gulung, irisan sosis solo, mihun, telur pindang, dan ayam goreng suwir. Kuahnya bening, encer, dan segar. Saat menyantap timlo dengan nasi, bisanya nasinya dipisah atau dicampurkan ke dalamnya seperti ketika kita menyantap soto atau bakso.

Kekhasan Timlo selain dari isiannya juga dari kuahnya yang gurih berasal dari sari kaldu ayam, bawang putih, bawang merah, merica, garam dan sedikit gula putih. Ramuan bumbu kuah ini menjadi cita rasa khas timlo Solo. Bila menilik komponen bumbu kuahnya, timlo memang mirip kuah soto bening atau bakso.

Selain itu ada sosis khas Solo, bentuknya tidak seperti sosis umumnya lebih dekat ke bentuk martabak. Tak heran orang luar Solo menyebutnya martabak karena dibuat dari kulit (campuran telur dan tepung) dengan isian suwiran daging ayam. Pada isian timlo juga ada irisan telur rebus, warna hitam pada permukaan telur tersebut didapat saat telur direbus dicampur dengan kecap..

Bahan dan Cara Masak Timlo

Cara membuat sosis:

  1. 200 gr dada ayam, rebus hingga matang, setelah itu angkat dan tiriskan
  2. Saring air rebusan kaldu ayam, sisihkan untuk kuah timlo.
  3. Suwir daging ayam yang sudah di rebus sisihkan dalam wadah
  4. Haluskan 1 siung bawang putih +3siung bawang merah +1/2 sdt garam +1/2 sdt merica +1 sdt gula pasir, uleg hingga halus
  5. Setelah itu tumis bumbu yg sudah dihaluskan, tumis hingga harum dan matang lalu masukkan suwiran ayam +500 ml air, masak hingga air meresap setelah itu angkat dan sisihkan
  6. Masukkan 1 butir telur ayam kocok campur dengan +1/4 sdt garam +70 gr tepung terigu protein sedang +150 ml air, setelah itu aduk adonan hingga tidak menggumpal
  7. Panaskan teflon dan beri sedikit minyak, tuang adonan 1 sendok sayur dan ratakan masak hingga kedua permukaan matang, setelah itu angkat dan sisihkan
  8. Ambil satu lembar kulit yg sudah matang beri isian daging ayam yang sudah ditumis dengan bumbu, kemudian gulung dengan rapi
  9. Kocok 1 butir telur ayam ambil putihnya saja.
  10. Celup gulungan sosis dalam kocokan putih telur
  11. Lalu goreng hingga matang kecoklatan, setelah itu angkat dan tiriskan.
  12. Lalu potong-potong sosis yg sudah matang

Cara membuat kuah Timlo:

  1. Iris tipis tipis 4 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, dan 5 batang daun bawang
  2. Masukkan irisan bawang putih dan merah ke dalam teflon berbentuk panci yg sudah panas kemudian masukkan 900 ml air kaldu ayam +2 sdt garam +1/2 sdt merica +1 sdt gula pasir + irisan daun bawang kemudian aduk rata masak hingga mendidih
  3. Hidangkan sosis solo lengkap dengan nasi putih, telur rebus dan suwiran ayam + tuang dengan kuah timlo.
Kuliner
Ragam Terpopuler
Martabat Tujuh dan Konstitusi Kasultanan Buton
Seturut konstitusi Martabat Tujuh, bicara penegakan hukum (law enforcement) saat itu bisa dikatakan tidaklah tebang pilih. Siapapun yang terbukti bersalah bakalan diganjar sesuai dengan aturan hukum y...
Ratu Kalinyamat, Membangkitkan Kembali Politik Maritim Nusantara
Sampai di sini, legenda Nyai Lara Kidul yang berkembang di Pamantingan jika dikaitkan dengan sejarah kebesaran Ratu Kalinyamat alias Ratu Arya Japara yang menyebal menjadi Ratu Pajajaran menjadi sanga...
Restorasi yang Urung di Situs Kawitan
Dulu pernah ada keinginan warga sekitar untuk “merestorasi” situs Kawitan yang ditemukan pada kurun 1965-1967. Namun hal itu tidak terealisasi karena jiwa yang malinggih di situs tersebut ...
Keselarasan Keanekaragaman di Satu Kawasan
Di atas tanah seluas 25 ribu hektar, berdiri miniatur hutan Indonesia. Beraneka ragam tanaman hutan bisa ditemui di sana. ...
Menikmati Sensasi The Little Africa of Java
Dulu, mungkin tak pernah terpikirkan untuk merancang liburan di Banyuwangi. Sebuah kota kecil di ujung Pulau Jawa. Tapi kini, magnet wisata di Banyuwangi cukup kuat dan beragam jenisnya. ...
Wisata Heritage Berbasis Masyarakat ala Surabaya
Surabaya memiliki destinasi wisata heritage kedua, Peneleh City Tour, Lawang Seketeng, di kawasan Peneleh. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengelola wisata haritage pertama...
Kampung Batik Laweyan, Saksi Bisu Industri Batik Zaman ke Zaman
Berkunjung ke kota Solo kurang lengkap bila tak mendatangi Kampung Batik Laweyan (KBL). Sebuah sentra industri batik legendaris yang telah berdiri sejak 500 tahun lalu. Batik sudah menyatu dengan...
Mengintip Baileo, Rumah Adat Suku Huaulu
Banyak pesona pada rumah adat Baileo, milik suku Huaulu penduduk asli Pulau Seram, Ambon. Baileo memiliki arti penting dalam eksistensi suku Huaulu. Hal itu bukan saja karena Baileo berfungsi seb...
Basale, Ritual Permohonan Kesembuhan Suku Anak Dalam
Ritual memohon kesembuhan kepada Dewata, banyak kita jumpai di berbagai etnis di Nusantara. Sebut saja upacara Badawe yang dilaksanakan Suku Dayak kemudian ada rutal Balia yang dipraktikkan oleh ...
Dunia Butuh Lada Jambi Sebagai Bumbu Masak
Jambi sudah lama dikenal sebagai sentra terpenting daerah penghasil lada Nusantara. Banyak negara Eropa bersaing keras k menguasai perdagangan rempah-rempah Indonesia. Negara-negara tersebut adal...