Bahasa | English


KEKAYAAN ALAM

Indonesia Serpihan Surga

15 Febuary 2019, 09:30 WIB

Bumi Pertiwi berdiri dengan pesonanya yang menawan, dengan seribu kekayaan alam yang melimpah. Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu dari sekian negara yang paling cantik di dunia.


Indonesia Serpihan Surga Kepulauan Raja Ampat. Sumber foto: Pesona Indonesia

Indonesia kerap dijuluki sebagai negeri serpihan surga yang terlempar ke dunia. Banyak pula yang berkata bahwa Indonesia adalah ‘Tanah Surga’. Bisa dibilang Indonesia merupakan negara dengan 1.001 pesonanya, dari mulai alam, budaya, kuliner, hingga kesenian dan adat istiadat yang beragam.

Keelokan yang dimiliki Indonesia membuat sebuah laman panduan perjalanan online asal Inggris, Rough Guides Ltd, mencatatkan nama Indonesia sebagai salah satu negara yang paling cantik di dunia bersama 10 negara lainnya, di antaranya Kanada dan Skotlandia. Presiden Joko Widodo menulis pada akun Twitter-nya, bahwa suasana pedesaan, ketenangan pulau terpencil, hingga puncak gunungnya, semakin mengukuhkan Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Banyak warga negara asing datang ke Indonesia untuk sekedar berlibur atau mempelajari kebudayaan Indonesia. Budaya yang dimiliki Indonesia seolah menyihir warga asing untuk selalu menyambangi negeri ini. Seperti saling menegur, melempar senyum meski tidak kenal, gotong royong, dan menghormati yang lebih tua. Semua tradisi itu membuat warga negara asing betah berada di negeri ini. Boleh jadi karena di negara mereka hal-hal serupa itu tidak dikenal.

Kita wajib bersyukur karena telah terlahir di negara yang begitu indah seperti Indonesia. Karena dianugerahi dengan kondisi geografis yang strategis dan iklim tropis, membuat Indonesia cocok menjadi hunian yang ideal bagi seluruh makhluk hidup. Di Indonesia, hal yang biasa jika berjalan kaki di luar rumah kapanpun dengan celana pendek, kaos, dan sandal jepit, meskipun cuaca terik atau hujan. Bayangkan jika melakukan hal tersebut ketika musim dingin, atau melakukannya di gurun pasir, mungkin saja kita tidak akan selamat.

Indonesia menempati posisi ketiga setelah Brazil dan Kolombia dalam pemeringkatan negara-negara dengan tingkat keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Faktanya, dari seluruh jenis amfibi yang ada di dunia,  Indonesia memiliki 4,6 persen, 12,2 persen jenis mamalia, 7,1 persen jenis reptil, 14,1 persen jenis ikan, dan 10,9 persen jenis tumbuhan berpembuluh. wikipedia.org

Karena memiliki iklim tropis, kekayaan botani Indonesia pun cukup beragam. Jika di Eropa buah-buahan yang dapat ditemukan hanya apel, anggur, pir, dan jeruk Sunkist, lalu di Timur Tengah buah yang dapat ditemukan hanyalah kurma, kismis, buah zaitun, buah tin, dan kacang arab. Di Indonesia melimpah ruah berbagai jenis buah dan sayuran, bahkan umbi-umbian, kacang-kacangan, dan bunga-bungaan. Bahkan tentu melekat dalam ingatan betapa di masa lalu berbagai macam rempah yang tumbuh di Tanah Air Indonesia diburu oleh bangsa lain.

Sebagai negara agraris, Indonesia memang kaya akan tanaman perkebunan dan pertanian. Itulah sebabnya, segala kuliner yang memiliki cita rasa lezat lahir di sini. Belum lagi Indonesia memiliki 34 provinsi dengan berbagai kuliner yang mewakili daerahnya masing-masing. Dari Sabang sampai Marauke ada ribuan hingga ratusan ribu varian makanan. Dari mulai yang berkuah seperti soto, pedas berupa aneka sambal, yang segar ada asinan atau rujak, dan berbagai olahan daging seperti bakso, ayam, dan ikan.

Mungkin di negara lain seperti Timur Tengah kita hanya dapat menemukan roti dan olahan daging, di Amerika kita dapat bertemu sandwich, hot dog, hamburger, steak, dan keju. Sedangkan setiap wilayah yang ada di Indonesia memiliki makanan khas, kue basah, dan kue kering ada ribuan jenis. Tak terhitung jika disebutkan semuanya.

Dari sisi astronomi, Indonesia memang terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi yang membuat aneka jenis tumbuhan dapat hidup dan tumbuh dengan cepat di Tanah Air ini. Dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik yang mengakibatkan terbentuknya pegunungan yang kaya akan mineral. Selain itu, daerah perairan di Indonesia juga kaya akan sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta terdapat berbagai jenis sumber mineral. Dalam perairan Indonesia juga terdapat berbagai jenis ikan yang dapat dikonsumsi manusia.

Harus diakui bahwa Indonesia adalah Tanah Surga. Menetap di negeri ini bisa saja menjadi impian banyak orang, karena banyak hal yang mungkin tidak dapat mereka lakukan di tempat asalnya. Misalnya, toleransi beragama dan menghargai perbedaan telah menjadi kebudayaan yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.

Berbagai kenikmatan yang tiada tara ini diberikan kepada segenap penduduk Nusantara. Karena itulah, sudah sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kita mensyukuri dan bangga atas segala kenikmatan tersebut. Segala pesona, keragaman, dan kebudayaan yang kita miliki janganlah dilupakan, apalagi dirusak. Jaga baik-baik semua keindahan ini, demi anak cucu kita. (T-1)

Wisata
Ragam Terpopuler
Jolenan Sebuah Pesta Kecil untuk Rakyat Kecil
Setiap dua tahun sekali di bulan Sapar kalender Jawa, Jolenan digelar di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Sebuah pesta sebagai pesan kerukunan dan kebersamaan menikmati berka...
Ketika Orang Jepang Suka Ngemil Edamame
Masyarakat Jepang gemar minum sake di sela-sela rutinitasnya. Otsumami (cemilan) yang cocok sebagai teman sake adalah si polong besar yaitu edamame. Salah satu favorit mereka adalah edamame dari ...
Di NTT, Lontar Disebut Sebagai Pohon al-Hayat
Masyarakat Indonesia mungkin sudah melupakan pohon lontar, atau malah tak tahu bagaimana bentuk pohon jenis palem ini. Tapi di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Pulau Sabu dan Rote, lont...
Barus, antara Bandar Tua dan Minuman Surga
Bisa ditebak, dulu air kafur merupakan minuman yang sangat eksklusif di Arab. Wajar saja air kafur jadi simbolisasi tentang balasan kenikmatan Tuhan bagi para ahli surga di akhirat nanti. ...
Menikmati Kuliner di Pasar Ceplak Sambil Nyeplak
Berwisata ke Kota Garut, Jawa Barat, tidak lengkap jika belum berkunjung ke Pasar Ceplak. Terletak di tengah kota Garut, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak konon sudah ada sejak tahun 1970...
Ke Sambas Berburu Bubbor Paddas
Berkunjung ke Sambas Kalimantan Barat, pastikan Anda tidak melewatkan mencicipi kuliner khas kota yang pernah menjadi Kota kesultanan ini yaitu bubur pedas. Makanan khas suku Melayu Sambas ini bi...
Jejak Ketauladanan Panglima Besar Soedirman
Apresiasi terhadap nilai-nilai kejuangan dan sejarah perjuangan Soedirman bahkan juga diakui oleh Jepang, selaku mantan negara penjajah. ...
Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten
Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal ...
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Silase, Cadangan Pakan Ternak Saat Kemarau
Rumput hijau hasil fermentasi atau yang lebih dikenal dengan nama silase, kini menjadi alternatif pakan ternak untuk sapi, kerbau, dan kambing di saat musim kemarau. Silase dibutuhkan, utamanya b...