Bahasa | English


KULINER

Berburu Kapurung di Makassar

21 September 2019, 05:52 WIB

Siapkan tepung sagu. Larutkan kedalam air panas. Setelah mengental, sagu dibuat bulatan-bulatan kecil. Masukkan bulatan ke dalam kuah panas yang sudah klta bumbui aneka rempah dan sayur-sayuran. Tambahkan suiran ikan atau daging. Itulah cara membuat kapurung yang dalam bahasa lokal disebut pugalu atau bugalu.


Berburu Kapurung di Makassar Kapurung, Kuliner khas Sulawesi. Foto: Indonesia Karya

Berkunjung ke Sulawesi Selatan, mungkin Coto Makassar adalah makanan pertama yang akan terbayang di benak kita semua. Tapi jangan salah, selain Coto Makassar, Sulawesi Selatan juga memiliki makanan tradisional lainnya yang cukup terkenal yaitu kapurung. Kuliner ini khas Palopo, Sulawesi Selatan.

Selain nama kapurung di Palopo dan Luwu makanan ini juga sering di sebut pugalu atau bugalu. Kapurung bisa dinikmati kapan saja. Kudapan menyegarkan ini juga sering dijadikan makanan dalam hajatan seperti pernikahan atau perayaan adat lainnya.

Cara membuat kapurung juga terbilang mudah, yang perlu kita siapkan adalah sagu asli atau tepung sagu yang nantinya akan dilarutkan menggunakan air panas. Setelah sagu mengental, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat kecil.

Kapurung biasa disajikan dengan kuah berbumbu kacang yang dicampur berbagai macam sayur mayur serta suiran daging ikan. Sayuran yang biasa digunakan untuk menjadi bahan pendamping kapurung adalah kacang panjang, jagung manis, terong, bayam, dan jantung pisang.

Pada dasarnya sayur yang digunakan bisa sesuai dengan selera masing-masing. Misalnya, kita bisa menggunakan daun singkong atau rebung bahkan terong yang dibakar. Bisa juga ditambah beberapa bumbu pelengkap seperti cabai, kemiri, lada, dan bawang putih. Selanjutnya yang menjadi kuah dari makanan ini adalah kuah ikan masak kuning atau kuah yang diracik menggunakan bumbu yang kita giling sendiri di cobek.

Sensasi asam kuah kapurung berasal dari buah patikala. Akan menjadi lebih nikmat jika kapurung disajikan dengan perasan lemon atau jeruk nipis.  Jika ada yang kurang menyukai ikan, sebagai alternatifnya kapurung bisa disajikan dengan daging ayam atau makanan lainnya yang memang dirasa cocok untuk selera kita.

Kapurung memiliki nilai gizi yang terbilang lengkap. Berbagai macam sayuran yang dihidangkan bersama kapurung dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Potongan ikan, daging ayam, atau udang tentunya akan menjadi sumber protein yang baik. Sementara nilai karbohidrat yang terdapat dalam kapurung lebih rendah dari nasi.

Jadi, makanan ini cocok juga untuk para penikmat kuliner yang sedang menjaga berat badannya. Konon dari cerita masyarakat Palopo dan sekitarnya, kuliner ini dikabarakan sudah ada sejak zaman dahulu. Biasanya makanan ini disantap layaknya makanan pokok. Namun seiring perkembangan zaman makanan ini tegusur oleh nasi maupun jagung yang notabennya menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia.

Harga semangkok kapurung terbilang murah. Pada umumnya, rumah-rumah makan di Makkasar menjual kapurung dengan harga mulai dari 15.000 rupiah. Berburu kapurung di Makassar setidaknya kita bisa mendatangi lima rumah makan yang terkenal, yaitu:

  • Rumah kiapurung, di Jalan Pandang Raya Makassar
  • Warung kapurung Marasa di Jalan Perintis Kemerdekaan
  • Rumah Makan Aroma Luwu di Jalan Rajawali 2
  • Rumah Makan Aroma Palopo di Jalan Kasuari
  • Warung kapurung Bopal di Jalan Peritis Kemerdekaan.
Kuliner
Ragam Terpopuler
Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?
Bujangga Manik telah mengambil rute paling mudah dan juga mungkin paling lazim dilalui masyarakat saat itu sekiranya hendak ziarah ke Gunung Pawitra. Rute termudah ini mengisyaratkan lokasi Trowulan m...
Istilah Radikal Harus Diganti?
Istilah radikal sebenarnya bermakna netral. Bisa bermakna positif atau negatif. Meskipun terdapat potensi kerancuan atau bias pemaknaan terkait pemakaian istilah ini, saripati pesan pemerintah sebenar...
Jembatan Youtefa, Bukti Sumpah Membangun Papua
Jembatan Youtefa di Kota Jayapura diresmikan akhir Oktober 2019. Berbiaya Rp1,8 triliun, jembatan ini menjadi ikon baru Papua.   ...
Para Penjaga Maria di Pelosok Kapuas Hulu
Tahun 1905, Ordo Capusin memulai penjajakan untuk melakukan misi di pedalaman Kapuas Hulu. Itu juga disebut sebagai titik balik dalam perkembangan umat Katolik di Kalimantan Barat. ...
Orangutan, Taman Nasional, dan Daerah Penyangga
Selama tiga tahun riset dilakukan di sana untuk mengetahui pola migrasi orangutan dan pola buah yang jadi makanannya. ...
Pasar Karetan, Berburu Kuliner di Tengah Kebun Karet Kendal
Rindu dengan suasana pasar nan sejuk, serta jajanan tradisional tempo dulu? Jika ya, sempatkan mampir ke Pasar Karetan di akhir pekan. Dijamin kita seperti diajak naik mesin waktu mengu...
Sekolah Selam di Ujung Timur Indonesia
Sejak Februari 2019, di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dibuka sekolah menyelam yang digawangi tiga pengajar bersertifikasi Scuba School Internasional. Kini, sekolah itu telah ...
Raego Paduan Suara Tertua di Nusantara
Indonesia kaya akan budaya. Tidak  hanya bela diri, karapan sapi, tarian, ritual keagamaan, benda bersejarah, hingga paduan suara. Salah satu tarian yang diiringi alunan suara tertua di Nusa...
Cabai Jawa, Harta Karun Tanaman Obat Indonesia
Yuk Tarni, tukang jamu bersepeda yang suka berkeliling kampung di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara bersuka cita menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana. ...
Cakalang Fufu Rica Rica, Edodoe Pe Sedap Sekali
Aroma ikan ini memang khas dan tidak bisa dibandingkan dengan olahan ikan asap lainnya. Mungkin karena pengolahannya menggunakan kayu bakar pilihan. Namun yang membuat rasa ikan ini semakin menon...