Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KULINER

Kawa Daun, Buah Revolusi Kopi di Sumbar

Monday, 10 December 2018

Diolah bak teh, kawa daun yang berasal dari daun kopi robusta yang diolah sedemikian rupa, hingga menjadi minuman khas dengan kenikmatan luar biasa.


Kawa Daun, Buah Revolusi Kopi di Sumbar Kawa daun. Sumber foto: Modernfarmer

Jika pada umumnya minuman kopi terbuat dari biji kopi yang diolah menjadi bubuk, lain halnya dengan kopi yang terkenal di Sumatra Barat. Masyarakat Minang di Payakumbuh mengolah tanaman kopi dengan mengambil daun kopi sebagai bahan utamanya, yang disebut dengan kawa daun. Kawa daun memiliki cita rasa yang khas dan nikmat, tidak kalah dengan kenikmatan kopi pada umumnya.

Menurut cerita masyarakat Minangkabau, minuman kawa daun telah ada lama sejak abad ke-19, tepatnya di masa penjajahan kaum kolonial. Ketika itu Belanda menerapkan tanam paksa kopi di Sumatra Barat. Lantaran saat itu kopi merupakan komoditi bernilai tinggi di Eropa, maka seluruh hasil panen kopi dari rakyat Minang harus diserahkan ke Belanda untuk diekspor ke Eropa.

Alkibatnya, masyarakat pribumi tidak bisa menikmati hasil panen kopi dari tanah mereka sendiri. Mereka seolah hanya boleh menanam, tanpa boleh menikmati hasil kopinya. Bertolak dari kerinduan menikmati seduhan kopi, masyarakat di kawasan itu akhirnya mengolah daun kopi untuk selanjutnya dijadikan sebagai minuman.

Memang walau tidak sebanyak biji kopi, daun kopi dipercaya cukup memiliki kandungan kafein. Itulah yang membuat, terbentuk cita rasa senada antara kopi dari biji maupun dari daun. Walau demikian, keunikan rasa terkandung di dalam kawa Daun, yakni ada sececap rasa teh dengan aroma yang ringan dan lembut dalam kopi itu. Bahkan warna sajian kawa daun lebih menyerupai teh.

Kawa daun sendiri lazim dihidangkan dengan menggunakan batok kelapa demi menambah kekhasannya. Sementara itu, pengolahan kawa daun atau daun kopi itu sendiri lebih mirip dengan pengolahan daun teh. Di mana, daun kopi diasapi sampai mengering, kemudian disiram dengan air panas dalam sebuah tabung bambu.

Tak hanya unik proses pembuatannya, minuman kawa daun juga memiliki khasiat yang luar biasa bagi kesehatan. Minuman itu diyakini bisa mengobati penyakit tekanan darah tinggi, penyakit diabetes, penyakit jantung, hingga melancarkan saluran pernapasan. Sumber: Badan Bahasa Kemdikbud

Hingga kini, sajian Kawa daun masih ditemukan dan bisa dikonsumsi oleh para penyukanya. Kawa daun bahkan bisa ditemui di banyak kedai kopi di Payakumbuh, Bukittinggi, Batusangkar, dan kota lain di Sumatra Barat. Kopi unik ini juga cocok dijadikan minuman untuk menghangatkan tubuh, yang disajikan bersama makanan kecil lainnya.

Hingga saat ini, popularitas kawa daun sendiri tidak kalah dengan Kopi Luwak, Kopi Toraja, ataupun Kopi Gayo. Pasalnya, masing-masing kopi tersebut memiliki kekhasan tersendiri yang membuat para pecinta kopi ingin menjajalnya satu per satu. Bagaimana? Berminat mencicipi kopi khas Sumatera Barat ini? (T-1)

Ekonomi
Ragam Terpopuler
Bekantan, Bertahan dari Kepunahan
Di lokasi bernama Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan yang sejak tahun 2006 wilayahnya diperluas menjadi 22 hektar, jumlah populasi bekantan tak lebih dari 30 ekor. ...
Batang Hari Sembilan: Ibu Suku dan Marga
Budaya Palembang berkembang di sepanjang Musi dan anak-anak sungainya, wilayah budaya yang disebut Batang Hari Sembilan. Budaya sungai itu melahirkan banyak suku dan marga. ...
Budhisme, antara Sriwijaya dan Borobudur
Adanya korelasi kuat dan khusus antara Buddha di Sriwijaya dan Syailendra inilah, kata kunci di balik pembangunan Borobudur. Kekayaan gabungan antara Jawa dan Sumatra inilah menurut interpretasi Berna...
Sejarah Tari Sunda dan Riwayat Pak Kayat
Saat mengiringi tari pergaulan yang populer di kalangan "Menak" (priyayi), Abah Kayat diakui keahliannya oleh Dalem Bandung. ...
Hikmah Ritual Waisak
Dalam arti keberadaan "tuhan personal" atau "tuhan anthropomorfisme" sebagai "supreme being," ajaran Buddha tidak mengandaikan makna signifikansinya bagi proses pembebasa...
Perpaduan Senam Jepang dan Pencak Silat
Gerakan senam dimulai dengan jalan di tempat diiringi musik yang serupa dengan iringan musik upacara kenegaraan. Dominasi suara "Brass Section" atau keluarga terompet menjadi ciri pembuka ya...
Perbaikan Kualitas Demokrasi
Keragaman Indonesia jelas mensyaratkan secara sine qua non hadirnya demokrasi dan pluralisme serta toleransi dalam satu tarikan nafas. Tagline Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada simbol Garuda Pan...
Kebijakan Pemindahan Ibukota, antara Ide dan Realisasi
Apakah rencana relokasi ibukota benar-benar bisa diwujudkan oleh Presiden Joko Widodo, mengingat ide ini sebenarnya telah didorong oleh beberapa presiden sebelumnya namun sebatas berakhir pada ide? Ma...
Tradisi Adu Kepala
Kita sudah tentu pernah melihat atau mengetahui yang namanya adu domba. Adu domba ini, atraksinya adalah dua domba yang saling mengadu kepalanya. Atraksi adu kepala domba ini bisa kita lihat di Kabupa...
Desa Budaya Pampang
Indonesia memiliki 34 Provinsi, dan lebih dari 500 Kabupaten Kota. Berdasarkan data, di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa. Tentunya ini tidaklah sedikit. ...